JAKARTA, LINTAS – Rencana pembangunan jalur Mass Rapid Transit (MRT) menuju Tangerang Selatan kembali menjadi sorotan setelah beredar berbagai spekulasi mengenai lintasan proyek tersebut di media sosial. Sejumlah informasi menyebut jalur akan melintasi Pondok Aren, sementara lainnya menyebut Pondok Cabe.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pemerintah belum akan mengumumkan trase atau rute pasti proyek MRT tersebut kepada publik. Menurutnya, kerahasiaan rute sengaja dijaga agar tidak memicu praktik spekulasi harga tanah yang berpotensi meningkatkan biaya pembangunan.
“Biasanya kita nggak akan buka. Kenapa? Nanti calo tanahnya. Mereka nanti beredar di mana-mana. Karena kalau ini bocor ke luar, itu akan mempengaruhi biaya perolehan tanahnya. Nanti tanah yang tadinya Rp1 juta jadi Rp30 juta. Akhirnya yang dikorbankan masyarakat, yang diuntungkan cuma para makelar saja,” ujar Dudy kepada awak media di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Dudy menjelaskan, hingga saat ini pemerintah belum menetapkan jalur yang akan dipilih karena penentuan trase sepenuhnya masih menjadi bagian dari kajian investor yang akan membangun proyek tersebut. Seluruh alternatif rute masih dianalisis berdasarkan aspek kelayakan ekonomi dan potensi jumlah penumpang.
Menurutnya, investor akan memilih jalur yang paling menguntungkan dari sisi bisnis sekaligus mampu memberikan tingkat permintaan (demand) yang tinggi.
“Mereka akan lihat dari sudut ekonomisnya mana yang menguntungkan rutenya. Mau lewat Pondok Cabe, demand-nya masih banyak atau lewat Pondok Aren, kita belum tahu. Kalau pun keluar, biasanya mereka simpan sendiri supaya biaya investasinya tidak naik,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah tidak memaksakan jalur tertentu selama tujuan utama proyek dapat tercapai, yakni memperluas jangkauan transportasi massal dan meningkatkan konektivitas kawasan penyangga Jakarta.
Karena itu, pembangunan MRT menuju kawasan BSD nantinya sepenuhnya bergantung pada hasil studi investor. Tidak menutup kemungkinan jalur akan langsung mengarah ke Serpong apabila dinilai lebih layak secara ekonomi dibandingkan alternatif lainnya.
“Kan tujuan akhirnya BSD. Terserah mereka mau lewat mana. Kalau saya yang penting jangkauannya semakin jauh dan konektivitasnya lebih baik,” pungkas Dudy. (CHI)















