JAKARTA, LINTAS — Presiden Jokowi memberikan lima arahan penting untuk mempercepat realisasi integrasi antarmoda transportasi massal.
Presiden Joko Widodo memberikan lima arahan dalam rapat terbatas (ratas) Kabinet Indonesia Maju di Istana Kepresidenan, Rabu (27/9/2023).
Pertama, segera menyelesaikan pembangunan infrastruktur penghubung antarmoda.
“Jembatan penghubung misalnya antara LRT Halim dengan stasiun kereta cepat. Kemudian juga penghubung Stasiun Kereta Api Manggarai dengan Transjakarta, penghubung Stasiun Tanah Abang dengan Dukuh Atas,” ucap Jokowi dalam keterangannya dikutip Sabtu (30/9/2023).

“Kita harus memastikan semuanya memiliki penerangan, memiliki lampu jalan, dan bisa melindungi dari hujan,” sambung dia.
Kedua, Jokowi ingin ada kolaborasi nyata antarmoda transportasi sehingga masyarakat tak kesulitan untuk mencapai tujuan.
Apalagi, jika tujuan yang ingin dicapai mengharuskan pergantian beberapa moda transportasi.
Baca juga: Jembatan Penyeberangan Multiguna Dukuh Atas Diresmikan
“Misalnya, pertama, naik ojek ke stasiun, kemudian naik kereta, naik Transjakarta sampai ke titik tujuan. Sehingga tidak perlu dicari-cari, tidak perlu menunggu-nunggu, karena semuanya sudah terintegrasi,” papar dia.
Ketiga, mantan Wali Kota Solo itu ingin pembayaran tiket perjalanan dilakukan satu kali untuk semua moda transportasi.
Keempat, Jokowi memerintahkan studi pembangunan LRT Bogor dan Kelapa Gading segera dilakukan.

“Karena kalau kita lihat LRT yang sekarang sudah penuh terus. Dan juga pembangunan jalur LRT Kelapa Gading menuju Manggarai, agar cakupan dan jangkauan transportasi massal ini semakin luas,” sebutnya.
Terakhir, Jokowi mengingatkan agar moda transportasi umum ramah pada kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, dan penyandang disabilitas. (TNO)
Baca Juga: Rute Transjakarta D11 Dimodifikasi demi LRT Jabodebek

























