Home Berita 11 Gedung Terdampak Banjir Solok, 3 Bangunan Direkomendasikan Relokasi

11 Gedung Terdampak Banjir Solok, 3 Bangunan Direkomendasikan Relokasi

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan pembersihan pascabanjir bandang yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. 

Penanganan mencakup pembersihan material banjir, pemulihan jalan nasional, fasilitas publik, jaringan air bersih, hingga kajian terhadap bangunan yang mengalami kerusakan berat.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penanganan dilakukan secara terpadu dengan mengerahkan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan. Setelah akses jalan kembali terbuka, pembersihan lumpur dan material banjir masih dilanjutkan untuk memastikan kondisi infrastruktur aman digunakan masyarakat.

“InsyaAllah, dengan ikhtiar bersama seluruh unsur di lapangan, penanganan dapat terus dipercepat. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan terus hadir dan memberikan dukungan yang dibutuhkan masyarakat. Semoga Allah SWT memberi kelancaran dalam setiap ikhtiar dan melindungi masyarakat serta seluruh tim yang bertugas,” kata Dody dikutip Sabtu (26/9/2026). 

11 Gedung Perkantoran

Berdasarkan pemeriksaan awal, sebanyak 11 gedung perkantoran terdampak banjir. Tiga di antaranya, yakni kantor DPRD, Sekretariat DPRD, dan kantor Dinas PUPR, mengalami kerusakan berat sehingga tidak direkomendasikan untuk direhabilitasi atau direkonstruksi di lokasi semula.

Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat Maria Doeni Isa mengatakan relokasi diperlukan karena struktur bangunan sudah tidak layak dipertahankan.

“Kemungkinan yang rusak berat itu harus relokasi karena strukturnya itu sudah tidak bisa dan tidak layak bangunan tersebut direhab-rekon lagi. Pada prinsipnya tidak boleh membangun di lokasi yang sudah jadi aliran sungai,” ujarnya.

Pembangunan Kembali 

Pada Jumat (25/9/2026), Kementerian PU melakukan pembersihan di Kantor DPRD dan kantor Badan Pendapatan Daerah dengan mengerahkan satu excavator, empat dump truck, dan satu hydraulic breaker.

Penanganan juga dilakukan pada sejumlah fasilitas publik, antara lain Puskesmas Kayu Jao, Masjid Raya Ikhlas Ar-Rahman Kayu Aro, dan Mushalla Al-Izzah.

Di Puskesmas Kayu Jao, pekerjaan meliputi pembangunan kembali pagar yang roboh dan miring serta rekayasa saluran drainase agar terhubung dengan saluran pembuangan akhir.

Sementara di Masjid Raya Ikhlas Ar-Rahman Kayu Aro, pembersihan material banjir dilakukan dengan dua alat berat dan 30 pekerja. Di Mushalla Al-Izzah, pembersihan halaman dan drainase dilakukan secara manual, disertai peninggian elevasi halaman dari permukaan jalan.

Jalan Nasional Kembali Dibuka

Dari sisi konektivitas, Kementerian PU sebelumnya telah membuka kembali ruas jalan nasional Bts. Kota Solok–Lubuk Selasih yang sempat tertutup material banjir bandang sepanjang sekitar 150 meter. Ketebalan lumpur di ruas tersebut mencapai 30–50 sentimeter.

Jalan tersebut kembali dapat dilalui kendaraan dari kedua arah sejak Selasa (22/9/2026). Pembersihan material di sekitar lokasi masih dilakukan untuk memastikan kondisi jalan tetap aman bagi pengguna.

Pemulihan juga mencakup jaringan air bersih. Kementerian PU mempercepat perbaikan jaringan perpipaan PDAM yang rusak atau terputus serta mendukung distribusi sekitar 50 meter kubik air bersih per hari menggunakan tiga unit mobil tangki.

Penanganan pascabanjir tersebut mencakup pemulihan akses, fasilitas publik, serta kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus mempertimbangkan kondisi lokasi untuk mengurangi risiko terhadap bangunan dan infrastruktur apabila terjadi banjir kembali. (CHI) 

Oleh:

Share