JAKARTA, LINTAS — Pemerintah mempercepat normalisasi sungai di kawasan Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, untuk menekan risiko banjir susulan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan alat berat ke Sungai Muara Pisang setelah wilayah Tanjung Raya kembali diterjang banjir bandang awal Januari 2026.
Langkah cepat ini difokuskan pada pembukaan alur sungai yang tersumbat material batu dan sedimen longsoran. Kondisi tersebut sebelumnya membuat aliran air menyempit dan mudah meluap ke permukiman.

Menteri PU Dody Hanggodo, dikutip Kamis (8/1/2026), menegaskan, penanganan tidak berhenti pada fase darurat. “Negara hadir untuk mengurangi risiko ke depan, bukan sekadar merespons bencana yang berulang,” ujarnya.
Karena itu, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang menambah alat berat menjadi tiga unit. Pengerukan dilakukan sepanjang sekitar 2 km untuk memulihkan kapasitas alur Sungai Muara Pisang.
Selain itu, penguatan tebing sungai juga disiapkan. “Saat ini dilakukan pengerukan sedimen. Selanjutnya direncanakan pemasangan bronjong di titik-titik kritis,” kata petugas lapangan Kementerian PU, Rahmadani Saputra.
Upaya ini mendapat apresiasi dari pemerintah nagari. Wali Nagari Maninjau Harmen Yasin menyebut normalisasi sungai memberi rasa aman bagi warga. “Sungai mulai kembali normal. Ini sangat membantu masyarakat,” katanya.

Namun, Harmen berharap, penanganan dilakukan berkelanjutan. Ia meminta normalisasi dilanjutkan hingga ke hulu, termasuk pembangunan sabo dam untuk menahan material banjir.
Di luar Sungai Muara Pisang, Kementerian PU juga menangani sungai lain yang bermuara ke Danau Maninjau. Di antaranya Sungai Batang Tumayo dengan dua unit alat berat, Sungai Asam, Sungai Batang Balok, serta Sungai Ranggeh yang masih dalam tahap pengukuran lanjutan. (HRZ)
Baca Juga: Kementerian PU Fokus Normalisasi Sungai dan Air Bersih untuk Pulihkan Aceh Pascabencana
