JAKARTA, LINTAS — South East Asia Gateball Union (SEAGU) menggelar pertemuan dengan Asia Pacific Gateball Union (APGU) di Thailand. Rapat berlangsung pada 8 Januari 2026 malam.
Presiden SEAGU Khalawi hadir ke Thailand berdasarkan surat tugas PB Pergatsi. Kehadiran tersebut menindaklanjuti undangan dari Thai Gateball Union.
Ada dua agenda utama dalam kunjungan itu. Pertama, menghadiri pembukaan turnamen gateball internasional, Thailand Open. Kedua, melakukan pertemuan resmi SEAGU dengan APGU.

Turnamen yang digelar berskala internasional. Pesertanya datang dari kawasan Asia Pasifik, Eropa, hingga Argentina. Turnamen ini merupakan turnamen internasional keenam yang rutin diselenggarakan Thailand setiap tahun.
Adapun tim Indonesia yg berangkat ke Thailand adalah klub dan komunitas gateball Indonesia sebanyak 55 atlet dan telah mendapat rekomendasi dari PB Pergatsi.
Dalam pertemuan yang dihadiri langsung oleh Presiden APGU Mr. Lin Chin Fu tersebut, Khalawi menjelaskan latar belakang pembentukan SEAGU. Ia menegaskan bahwa hingga kini Asia Tenggara belum memiliki organisasi gateball tingkat regional. Padahal, organisasi kawasan menjadi syarat penting untuk masuk ke ajang prestasi resmi seperti SEA Games.
Diskusi berlangsung cukup panjang. Durasi rapat melebar dari rencana satu setengah jam menjadi lebih dari tiga jam. Hal itu terjadi karena banyak pertanyaan diajukan oleh pihak APGU.
“Saat ini, dari 11 negara ASEAN, baru tiga yang memiliki National Federation (NF) gateball. Ketiga negara tersebut adalah Indonesia, Thailand, dan Filipina,” kata Khalawi yang juga Ketua Pelaksana PB Pergatsi.
Target minimal untuk masuk SEA Games adalah lima negara. Namun, SEAGU memilih langkah aman dengan mendorong terbentuknya enam hingga delapan NF.
Tugas pun dibagi. Indonesia akan mendorong pembentukan NF di Malaysia, Brunei Darussalam, dan Timor Leste. Sementara itu, APGU bersama Thailand akan mendorong Singapura, Vietnam, dan Kamboja.
Siapkan Peralatan
APGU juga menyatakan komitmennya. APGU siap membantu penyediaan peralatan gateball bagi negara-negara yang akan membentuk NF.
Selain itu, disepakati pula pertemuan lanjutan secara berkala. Tujuannya untuk mematangkan peta jalan gateball menuju SEA Games.
Rapat lanjutan telah digelar secara daring. Rapat tersebut diikuti APGU serta perwakilan Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam. Timor Leste belum hadir karena belum siap.

Dalam rapat itu terungkap, Malaysia sebenarnya telah menyiapkan sekitar 30 atlet dan pelatih. Namun, hingga kini Malaysia masih menunggu persetujuan resmi dari pemerintah. Karena itu, seluruh program sementara ditunda. Termasuk rencana pengiriman pelatih dari Indonesia.
”Atas permintaan dari Malaysia dan Brunei, kunjungan dan pengiriman tim pelatih dari PB Pergatsi agar ditunda setelah Hari Idul Fitri sambil menunggu persetujuan proses pembentukan National Federation di Malaysia,” kata Khalawi.
APGU melalui Mr. Lin menyatakan siap mengirim peralatan gateball secara lengkap. Namun, pengiriman tersebut menunggu pengakuan resmi pemerintah agar peralatan dikirim kepada organisasi, bukan perorangan.
Brunei Darussalam juga menyampaikan kendala serupa. Regulasi pemerintah dan mendekatnya bulan Ramadhan menjadi pertimbangan. Program pun disepakati untuk dilanjutkan setelah Lebaran.
Meski waktu persiapan terbilang sempit, Khalawi tetap optimistis. Ia menilai kunci keberhasilan ada di Malaysia sebagai tuan rumah SEA Games 2027.
Prestasi di Thailand Open
Khalawi menyinggung prestasi tim gateball Indonesia Thailand Open. Atlet yang berjumlah 55 orang tersebut bertanding di dua kategori, yakni beregu bebas dan tripel bebas.
“Hasil yang diraih dinilai sangat membanggakan. Indonesia menyabet hampir seluruh gelar juara. Hanya satu gelar yang diraih oleh India. Bahkan, tuan rumah Thailand pun tidak memperoleh medali,” ujar Khalawi.
Menurut Khalawi, dominasi Indonesia menjadi perhatian dunia. World Gateball Union (WGU), Asia Pacific Gateball Union (APGU), serta federasi gateball dari negara lain menilai perkembangan gateball Indonesia sangat pesat. Bahkan, capaian tersebut dinilai melampaui Jepang sebagai negara asal olahraga gateball. (HRZ/PAH)
Baca Juga: Tim IGA Gondol Perak di Kategori Tripel Thailand Open

