MEDAN, LINTAS — Setelah ditunggu cukup lama, pengerjaan pembangunan ruas Sirombu-Afulu, bagian dari jalan lingkar Nias, akhirnya dimulai. Penandatanganan kontrak antara Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Provinsi Sumatera Utara dan penyedia jasa, Jaya Kontruksi TPJ, KSO, yang berlangsung di Kantor BBPJN Sumut, Medan, Selasa (21/11/2023).
Kepala BBPJN Junadi mengatakan, ruas Sirombu-Afulu ini dikerjakan dengan kontrak tahun jamak. “Diharapkan akan selesai tepat waktu pada September 2024,” ujarnya.
Pembangunan jalan Lingkar Nias Sirombu-Afulu ini sudah ditunggu oleh masyarakat, baik masyarakat Nias Utara maupun Nias Barat. Apalagi, kata Junaidi, Pulau Nias ini juga tergolong daerah 3T (terdepan, tertinggal, terluar).
“Sebab, jika jalan ini sudah jadi, hasil-hasil bumi masyarakat, seperti pisang, kopra, bisa disalurkan ke luar. Apalagi di Afulu itu ada tempat surfing yang bagus. Selain itu, nantinya, masyarakat Nias Barat yang ingin ke Nias Utara bisa melewati jalan ini dengan waktu tempuh yang singkat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Junaidi berharap, setelah penandatanganan kontrak, penyedia jasa PT Jaya Konstruksi segera mendatangkan alat-alat berat di Nias dan segera groundbreaking segera dilaksanakan.
Ia juga mengingatkan agar penyedia jasa memilih penghubung atau PIC-nya yang lincah berkomunikasi dengan masyarakat Nias sehingga hambatan nonteknis bisa ditangani.
“Komunikasi kepada warga lokal perlu dilakukan dan ini membutuhkan orang-orang yang piawai dalam berkomunikasi,” katanya.

Anggaran
Dalam sambutanya, Kepala Satuan Kerja PJN III Sumatera Utara Abdul Halim mengatakan, ruas Sirombu-Afulu meliputi pembukaan jalan baru sepanjang 24,4 km kilometer dengan 6 unit jembatan dengan total panjang 322 meter.
“Anggarannya bersumber dari APBN sebesar Rp 321,3 miliar Untuk tahun 2023 sebesar Rp 103 miliar dan untuk 2024 sebesar Rp 218,3 miliar,” ujar Halim.
Halim berharap, penyedia jasa bekerja profesional dan tetap menjaga mutu.
Ditambahkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.6 Sumut Faber Panjaitan, keenam jembatan yang akan dikerjakan di ruas ini, yakni Jembatan Idanö Moro’õ panjang 60 m, Jembatan Idanõ Sirara panjang 5,0 m, Jembatan Idanö Gali 1 panjang 45 m, Jembatan Idanö Humene panjang 60 m, Jembatan Idanö Siduo panjang 12 m, Jembatan Idanö Oyo panjang 140 m.
Sementara Direktur Jaya Kontruksi Harjanto, kepada Lintas, menyatakan siap memberikan yang terbaik. Ia mengatakan akan berusaha mengerjakan ruas ini dengan sistem dua arah.
“Dengan begitu, bisa mempercepat pembangunan. Bahkan, kalau bisa ada tim yang bekerja juga dari bagian tengah,” kata Harjanto.
Pengadaan Material
Ditanya mengenai pengadaan material dalam pembangunan ruas Sirombu-Afulu, Halim mengatakan, material yang tidak tersedia di Pulau Nias akan didatangkan dari luar.
“Material akan didatangkan dari luar. Bisa dari Merak, bisa dari Padang atau Sibolga. Harus dipertimbangkan efisiennnya,” ujar Halim.
Selain itu, Halim mengatakan, paket ini dikawal langsung oleh Kejagung, Agar semua pihak bisa bekerja dengan sebaik-baiknya tanpa pelanggaran hukum. (HRZ/PAH)



















