JAKARTA, LINTAS – KMP Wira Samaeri lintas Padang-Kepulauan Mentawai di Pelabuhan Teluk Bungus Padang, resmi menjalankan pelayaran perdananya pada Senin (26/2/2024) pukul 19.02 WIB.
Kapal milik PT Wira Jaya Logitama tersebut mengangkut 19 penumpang yang terdiri dari 4 penumpang kelas bisnis, 10 penumpang ekonomi, 2 pengemudi, dan 3 penumpang bebas tiket. Kapal ini juga mengangkut 2 unit kendaraan.
“Kehadiran KMP Wira Sameri melengkapi pelayanan kapal penyeberangan yang telah beroperasi sebelumnya sehingga rute Padang-Mentawai bisa diakses masyarakat selama tujuh hari dalam seminggu,” kata Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sumatera Barat Muhammad Majid saat pelepasan dikutip dari keterangan Kemenhub, Selasa (27/2/2024).
Menurut Majid, dengan adanya penambahan armada KMP Wira Samaeri pada lintasan Padang ke Kepulauan Mentawai dapat menjadi salah satu strategi yang baik dalam memaksimalkan luasan gerbang perekonomian, pemerataan pembangunan di Provinsi Sumatera Barat, sekaligus memajukan wisata di Kepulauan Mentawai.

“Besar harapan kita semua untuk bekerja sama dalam meningkatkan kualitas pelayanan penyeberangan sehingga penggunaan angkutan penyeberangan berupa feri roro menjadi pilihan prioritas bagi masyarakat yang memiliki destinasi Kepulauan Mentawai,” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengungkapkan kehadiran KMP Wira Samaeri merupakan wujud kepedulian pemerintah dan swasta terhadap perekonomian Sumatera Barat.
Oleh karena itu, langkah ke depan yang perlu ditata dan dipastikan adalah peningkatan arus pengiriman orang dan barang dari Padang menuju Mentawai dan juga sebaliknya.
“Sebagaimana harapan Bapak Presiden saat berkunjung ke Mentawai akhir tahun lalu, akses transportasi perlu terus dikembangkan, karena akan semakin memurahkan dan memudahkan pembiayaan masyarakat. Oleh karena itu, kita juga mengimbau pedagang dan pengusaha, untuk meningkatkan produktivitas usahanya dari dan menuju Mentawai,” ujar Mahyeldi. (CHI)
Baca Juga: 107 Trayek Kapal Perintis Akan Layani Wilayah Terpencil pada 2024



















