Pernah menyabet lima penghargaan terbaik ketika menjabat sebagai Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I (Satker PJN I) Provinsi Riau, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II Medan (sekarang BBPJN Sumut), pencapaian tersebut menjadi bukti prestasi dan dedikasi dari sosok Rahmad Parulian, ST, MP, yang patut di contoh oleh generasi muda di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Tumbuh besar di lingkungan keluarga Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian PUPR dan sekarang menjadi bagian dari salah satu institusi negara yang berpengaruh tersebut, mungkin tidak ada yang menyangka kalau cita-cita kecil Rahmad menjadi seorang Polisi. Itulah jalan hidup, manusia hanya berencana pada akhirnya Tuhan yang Maha Esa jugalah yang menentukan arah tujuan hidup kita.
Kamis (12/10/2023), Rahmad mengungkapkan, bergabung dengan Kementerian PUPR, sebenarnya sudah dilakoninya sejak 2005 melalui jalur CPNS, tetapi ia baru menerima Surat Keputusan (SK) 100 persen pada tahun 2007.
Kemudian, di tahun 2011 sampai dengan tahun 2016, ditunjuk menjadi Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sekaligus rangkap jabatan di Bidang Perencanaan Dinas PU. Tahun 2017, ia bergabung di Sumut di bawah kepemimpinan Kepala BBPJN Sumut, Bapak Paul Ames Siahaan, di Bidang Perencanaan (sekarang KPIJ). “Arahan dari pak Paul, saya diarahkan ke bidang perencanaan, sejalan dengan keinginan hati,” ungkapnya.
Setelah dua tahun di bidang perencanaan, Rahmad dipromosikan lagi menjadi Kasatker PJN II di Riau selama dua tahun dan di tarik lagi ke Sumut menjadi Kasatker PJN I Provinsi Sumatera Utara dan sekarang dipercaya menjadi Kasatker PJN IV Provinsi Sumatera Utara.
Semenjak itu, prestasi demi prestasi ditorehkan oleh Rahmad, mulai dari 5 penghargaan terbaik dalam penyerapan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terbaik, tetapi yang paling berkesan saat berada di Riau untuk paket multi years PT Istaka Karya (Persero) dengan tepat waktu. Dari 10 paket multi years di Indonesia adalah satu-satunya yang bisa selesai tepat waktu, itu pun hanya di Riau. Di PJN I Sumatera utara mendapat penghargaan Kuasa Pengguna Anggaran Inspiratif Periode Semester II Tahun 2022, hal tersebut di berikan karna telah membuat perubahan tentang tata cara pembayaran konsinyiasi pembayara uang lahan untuk Pembangunan jalan Lingkar luar Parapat.
Keluarga Besar
Rahmad merupakan anak kelima dari enam bersaudara, tetapi sudah dua yang sudah mendahului. “Jadi, saya sama di atas saya itu cukup jauh beda usianya. Abang, salah satu yang memberikan motivasi untuk bekerja keras dan jujur, serta memberikan tantangan kepada saya dengan perkataan ‘bisa tidak seperti saya…, bisa tidak seperti saya? Beliau aslinya masuk kerja dari golongan 2 sampai dengan golongan 4e atau Sekretaris Daerah Provinsi Riau sampai dengan sekarang. Walaupun demikian, beliau sering mendoktrin dan memberikan advice tentang masalah eksternal ataupun masalah audit-audit pekerjaan, khususnya di Kementerian PUPR.

Rahmad menikah dengan boru Sitompul bernama Magdalena asli warga Sibolga, yang berdomisili di Jakarta tahun 2004. Dan telah dikaruniai putri kembar dan Marga Siahaan berumur 9 tahun.
Kebersamaan untuk bisa berkumpul dengan keluarga bagi Rahmad, posisinya di Medan dan keluarga di Pekan Baru, pertemuan menjadi hal yang sangat mahal untuk bisa ia wujudkan, terutama kedua anak perempuan kembarnya yang beranjak dewasa dan sudah mengambil kuliah mahasiswa undangan di Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Brawijaya (UB) Malang, mengambil jurusan statistik di tahun ini.
Kesempatan untuk berkumpul temu muka memang ia rasakan sekarang ini sulit terwujud, tetapi dengan bantuan teknologi yang sudah canggih kami tetap bisa saling berkomunikasi menggunakan video call ataupun grup Whatsapp keluarga.
“Hal lainnya yang sangat membanggakan, di keluarga ada yang melanjutkan kultur keluarga, yakni mengambil Jurusan Teknik Sipil. Itu pula yang menambah motivasi saya untuk menunjukkan yang terbaik untuk keluarga,” ujar bapak yang selalu menjaga stamina dengan istirahat yang cukup dan rutin minum vitamin.
Rahmad, di tengah kesibukannya selain berolahraga, memiliki kegemaran olahraga menantang alam, offroad dan memancing. “Jadi, otomotif mendarah daging dari kecil karena nama saya dipakai nama jasa transportasi oleh orangtua, bisa jadi di situlah muncul rasa cinta terkait otomotif,” ungkap lulusan Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Bandung (1990-1996) dan S-2 di Institut Pertanian Bogor Jurusan Perkotaan (2002-2006).

Nasihat saya untuk generasi muda dalam berkarier, jangan punya target dalam hidup ini. “Saya bekerja nothing to lose yang penting bekerja. Apabila dipandang itu baik, maka laksanakan, sedangkan yang tidak baik tinggalkan. Selain itu, juga petuah dari pak Paul, untuk selalu berkoordinasi dan berkomunikasi serta berteman baik dengan Aparat Penegak Hukum (APH), seperti Dirkrimsus, Asintel, Apisus, Asdatut. Semuanya saya lakukan sehingga waktu ada kontrak Underpass Gatot Subroto, bisa langsung didampingi dan diamankan oleh teman-teman di situ, lebih fleksibel masuk ke sana dan mereka langsung menerima. Itulah yang saya terapkan di BBPJN Sumut,” ungkapnya.
“Bekerjalah dengan intensitas kecepatan tinggi dibarengi dengan doa sehingga kita bisa tetap memawas diri dan tidak lupa sama Allah Pencipta, jangan jauh dari itu,” kata Rahmad.



















