Home Berita Proyek Pembangunan Jalan Sirombu-Afulu Libatkan Pekerja Lokal

Proyek Pembangunan Jalan Sirombu-Afulu Libatkan Pekerja Lokal

Share

AFULU, LINTAS — Pengerjaan Jalan dan Jembatan Sirombu-Afulu sepanjang 24,4 km melibatkan pekerja lokal untuk jenis pekerjaan tertentu, seperti pembersihan badan jalan (clearing) dan juga pembuatan jembatan darurat.

Demikian disampaikan oleh Prima Setyadita, Kepala Operasi PT Jaya Konstruksi-TPJ KSO di Wilayah Afulu, saat ditemui Majalahlintas.com di STA 20,350 Afulu, Nias Utara, Kamis (16/5/2024).

“Ada beberapa pekerja dari lokal kami libatkan untuk pekerjaan seperti pembuatan jembatan darurat. Kemudian nanti ada clearing dengan menggunakan tenaga harian memakai tenaga dari lokal yang memang mengerti lokasi. Salah satunya kami libatkan tenaga dari Desa Faekhuna’a,” kata Prima.

Prima Setyadita, Kepala Operasi PT Jaya Konstruksi-TPJ KSO di Wilayah Afulu | Lintas/HRZ

Prima mengakui, keterlibatan masyarakat lokal sepengetahuannya terus dilakukan oleh penyedia jasa PT Jaya Konstruksi-TPJ KSO saat melakukan kegiatan di mana pun. Terutama untuk hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh tenaga mesin.

Seperti diberitakan Majalahlintas.com sebelumnya, pekerjaan pembangunan ruas Sirombu-Afulu merupakan pembukaan jalan baru sepanjang 24,4 km kilometer dengan 6 unit jembatan dengan total panjang 322 meter.

Proyek dengan kontrak tahun jamak (multiyears contract) ini anggarannya bersumber dari APBN sebesar Rp 321,3 miliar. Untuk tahun 2023 sebesar Rp 103 miliar dan untuk 2024 sebesar Rp 218,3 miliar.

Baca Juga: Sah, Jalan Lingkar Nias Akhirnya Mulai Dikerjakan

Selesai Tahun 2024

Di wilayah Afulu, menurut Prima, sudah 1,5 km sudah dipasang base, setelah itu sepanjang 5 km itu dilakukan pembukaan badan jalan.

“Pada badan jalan yang sudah dibuka itu kita beri lapisan subgrade dan timbunan pilihan dan kemudian nanti ada base B BS A baru kemudian hotmix,” kata Prima.

Terkait progres, General Supertintendent PT Jaya Konstruksi-TPJ KSO Sunarjo menjelaskan, baik dari Sirombu hingga Oyo di wilayah Nias Barat dan dari Afulu hingga Oyo berjalan sesuai target dan pihaknya akan terus bekerja menyelesaikan jalan lingkar luar Nias ini pada tahun 2024.

Terkait jembatan, PT Jaya Konstruksi-TPJ KSO sudah Sebagian dibuat di Jakarta dan sedang dalam upaya pengiriman ke lokasi.

Pengerjaan Jembatan Moro’ö, Nias Barat, di ruas Jalan Sirombu-Afulu. | Dok. PT Jaya Konstruksi-TPJ KSO

Beberapa bahan konstruksi seperti batu split, kata Prima, didatangkan dari Jakarta menggunakan tongkang dan memakan Waktu lebih kurang dua minggu. Sebagian juga batu split didatangkan dari Sibolga.

“Ada tiga tongkang yang sudah sampai. Dua tongkang sudah dibongkar di basecamp di Nias Barat. Untuk yang satu masih proses bongkar,” ujarnya.

Terkait masalah sosial, Prima mengakui bahwa di Afulu tidak ada masalah. “Kami melibatkan pemuda-pemuda setempat untuk menjaga alat-alat,” ujar Prima.

Pesan Bupati Nias Utara

Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu, kepada Majalahlintas.com mengimbau kepada siapa pun untuk tidak melakukan hal-hal yang menghambat pembangunan jalan Sirombu Afulu.

Penampungan bahan konstruksi yang didatangkan dari luar Nias. | PT Jaya Konstruksi-TPJ KSO

“Jangan ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang merusak peralatan dari PT Jaya Konstruksi. Saya dengar ada peralatan yang dirusak oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Kita sebagai orang Nias meminta pihak keamanan supaya mencari dan menindak pelaku,” kata Amizaro.

Menurut Amizaro, tradisi orang Nias itu sangat memberi penghormatan kepada tamu, apalagi yang berbuat baik, seperti kontraktor, yang mengerjakan pembangunan.

“Karakter yang merusak adalah bukan karakter orang Nias. Untuk itu, jangan sampai wajah orang Nias keseluruhan tercoreng oleh ulah seorang tak bertanggung jawab,” ujarnya. (HRZ/FDH)

Oleh:

Share

ARTIKEL TERKAIT