JAKARTA, LINTAS — Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan perdana ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Senin, 12 Januari 2026. Presiden tiba sekitar pukul 18.44 Wita menggunakan helikopter. Pendaratan dilakukan di helipad Istana Negara, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.
Dikutip dari situs resmi Otorita IKN, kehadiran Presiden disambut dengan antusias. Suasana penuh semangat dan optimisme terasa di kawasan inti. Kunjungan ini dinilai sebagai sinyal kuat keberlanjutan pembangunan IKN lintas pemerintahan. Sekaligus penegasan komitmen Presiden terhadap proyek strategis nasional tersebut.
Setibanya di lokasi, Presiden disambut Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Presiden kemudian menuju tempat bermalam di kawasan IKN. Agenda kerja dilanjutkan keesokan harinya.
Sejumlah menteri mendampingi Presiden dalam kunjungan ini. Di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.
Pada Selasa pagi, 13 Januari 2026, Presiden memimpin rapat tertutup dengan Otorita IKN. Dalam rapat tersebut, Basuki Hadimuljono memaparkan perkembangan pembangunan IKN. Ia menjelaskan capaian infrastruktur utama dan rencana pembangunan tahap berikutnya.

Dalam arahannya, Presiden meminta percepatan pembangunan IKN. Fokus utama diarahkan pada pembangunan fasilitas lembaga legislatif dan yudikatif. Presiden menargetkan fasilitas tersebut dapat rampung pada 2028. Target ini sejalan dengan rencana pemerintah menjadikan IKN sebagai ibu kota politik.
Pemindahan Ibu Kota
Arahan Presiden disampaikan kepada publik oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, seperti dikutip Kompas.id. Menurut Prasetyo, Presiden berharap pembangunan tidak berjalan lambat. Seluruh fasilitas negara harus siap ketika pemindahan ibu kota dilakukan. Tidak hanya eksekutif, tetapi juga legislatif dan yudikatif.
Presiden juga memberikan sejumlah koreksi terkait desain dan fungsi beberapa bangunan. Otorita IKN dan Kementerian Pekerjaan Umum diminta segera menindaklanjuti. Perbaikan dan percepatan pembangunan akan dilakukan secara bersamaan.
Setelah rapat, Presiden meninjau pembangunan SMA Taruna Nusantara IKN. Peninjauan dilakukan tanpa peliputan media. Proyek sekolah ini menjadi salah satu perhatian Presiden. Pembangunannya masih berlangsung dan tengah dikebut.
Presiden menegaskan pentingnya pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, pembangunan infrastruktur fisik harus diimbangi dengan peningkatan kualitas manusia. Kehadiran SMA Taruna Nusantara di IKN dinilai sebagai simbol prioritas tersebut. Sekolah ini ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2026. Target yang sama juga berlaku untuk kampus Minahasa dan Pagar Alam.
Agenda Presiden di Kalimantan Timur juga mencerminkan fokus tersebut. Sebelum ke IKN, Presiden meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan. Proyek ini dinilai strategis untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Kunjungan Presiden ke IKN mendapat apresiasi dari DPR. Wakil Ketua Komisi II DPR Bahtra Banong menyebut kunjungan ini sebagai sinyal positif. Menurutnya, kehadiran Presiden menunjukkan dukungan langsung terhadap keberlanjutan pembangunan ibu kota negara baru. Ia menilai pembangunan IKN tetap menjadi agenda nasional.
Selain Presiden, Wakil Presiden Gibran Rakabuming juga telah beberapa kali mengunjungi IKN sejak menjabat. Gibran meninjau sejumlah proyek infrastruktur strategis, fasilitas publik, serta kawasan pemerintahan. Pada akhir Desember 2025, Gibran bahkan bermalam di IKN dan meninjau masjid negara, gereja basilika, kawasan pendidikan, dan pasar.
Pemerintah telah menetapkan IKN sebagai ibu kota politik melalui peraturan presiden dengan target mulai berfungsi pada 2028. Namun, istilah ibu kota politik belum diatur secara eksplisit dalam Undang-Undang IKN dan masih menjadi catatan publik.
Tahap Kedua
Data OIKN menunjukkan sejumlah capaian pembangunan hingga akhir 2025. Istana Presiden dan Istana Garuda telah rampung. Kantor kementerian koordinator juga telah selesai dibangun. Sejumlah apartemen ASN telah dihuni. Sekitar 2.000 ASN telah bekerja dan berkantor di IKN.
Pembangunan IKN kini memasuki tahap kedua. Fokus diarahkan pada pembangunan kompleks legislatif dan yudikatif. Proyek ini didukung pembiayaan dari APBN, skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), serta investasi swasta.
Kunjungan Presiden Prabowo menjadi penanda penting. Salah satu pesan utamanya adalah pembangunan IKN terus berjalan dan harus dipercepat. Kunjungan ini sekaligus menjawab keraguan sebagian masyarakat yang menilai pembangunan IKN terhenti. Kini publik menanti langkah kebijakan lanjutan yang lebih konkret. (HRZ)
Baca Juga: InJourney Airports Siap Kelola Bandara IKN




