Home Berita Peremajaan Bendung Karet Krueng Aceh

Peremajaan Bendung Karet Krueng Aceh

Share

ACEH BESAR, LINTAS — Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I tengah melakukan Rehabilitasi Bendung Karet Krueng Aceh di Gampong Jurong Peujeura, Lambaro,  Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

Sebelumnya kondisi Bendung Karet ini rusak berat sehingga dan tidak beroperasi lagi akibat mengalami kebocoran setelah dihantam debris atau reruntuhan akibat banjir atau erosi dari hulu.

Kepala BWS Sumatera I Heru Setiawan menjelaskan kepada Lintas, Senin (26/2/2024), bahwa Bendung Karet Krueng Aceh ini akan selesai direhab pada 2024 dengan tujuan utama, yaitu mengatasi intrusi air laut Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh besar sejauh 15 km. Bendung karet ini menggunakan teknologi terkini dan paling cocok digunakan di lokasi saat ini.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) BWS Sumatera I Azriyan menambahkan, Bendung Karet, selain untuk mengatasi intrusi air laut, pemanfaatan lainnya dapat menjadi sumber penyediaan air baku Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar untuk dimanfaatkan oleh PDAM Tirta Mountala dan Perumdam Tirta Daroy untuk kebutuhan 218.640 jiwa dengan volume 1.100 liter per detik,” ujarnya.

Dijelaskan oleh Azriyan, Bendung Karet merupakan kantong karet yang dipasang melintang di sungai atau saluran air untuk menaikkan tinggi muka air sehingga dapat dimanfaatkan untuk menyediakan air baku.

“Berdasarkan kondisi ini, bendung tersebut perlu diperbaiki untuk mengembalikan fungsinya dengan beberapa pendekatan teknis, mengikuti perkembangan teknologi, yakni dengan melakukan rehabilitasi dengan Tipe Pnuematic Crest Gate (PCG) atau Bendung Karet dengan pelindung baja,” ujarnya.

Didatangkan dari Colorado

Site Enginer Manager Proyek Rehabilitasi Bendung Karet Krueng Aceh Aditya mengatakan, saat ini progres pekerjaan telah mencapai 27 persen.

“Untuk memenuhi spesifikasi kontrak karet bendung ini didatangkan dari Colorado, Amerika Serikat, sehingga setelah sampai karet itu ke lokasi proyek  bisa menambah progres pekerjaan di lapangan,” ujar Aditya.

Secara teknis, pengoperasian teknologi ini dilakukan dengan memompa udara pada Bendung Karet untuk menahan aliran air. Saat karet melembung aliran air sungai akan tertahan sehingga tinggi muka air akan naik. Sebaliknya, mengempiskannya dapat menurunkan tinggi muka air sesuai dengan kebutuhan.

Bendung Karet memiliki beberapa keunggulan, di antaranya, pelaksanaan pembangunan relatif cepat dan sederhana, bentang gate panel dapat lebih panjang (maksimum 100 meter), jumlah pilarnya sedikit, tubuh bendung fleksibel dapat mengikuti bentuk fondasi, konstruksi substruktur (fondasi) relatif lebih ringan sehingga biaya lebih murah dan fleksibel terhadap penurunan tanah, sistem pengoperasian dan pemeliharaannya tidak membutuhkan daya dan biaya yang besar serta tidak perlu perawatan dengan pengecatan karena tidak korosi.

Proyek rehabilitasi bendung karet Krueng Aceh dilaksanakan dengan skema kontrak tahun jamak (multi-years contract/MYC) 2023-2024 bersumber dana APBN dengan waktu pelaksanaan 420 hari kalender dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya. (PAH/ROY/K01)

Baca Juga: Viral Bendungan Karian

Oleh:

Share

Foto Pilihan Lainnya