JAKARTA, LINTAS – Sebanyak 143.009 unit rumah telah direnovasi oleh Kementerian PUPR lewat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) hingga 20 November 2023. Capaian sekitar 95,10 persen dari target 150.380 unit.
“Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk menghuni rumah yang layak, sekaligus membuka lapangan pekerjaan sebagai tukang untuk rehabilitasi rumah. Saya harap program ini dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dikutip dari siaran pers, Senin (13/11/2023).
Program BSPS pada dasarnya merupakan bantuan stimulan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Terutama MBR yang rumahnya tidak layak huni guna mendorong dan meningkatkan keswadayaan dalam peningkatan kualitas rumahnya beserta prasarana, sarana dan utilitas umumnya.
Metode PKT
Program BSPS Kementerian PUPR dilaksanakan dengan metode Padat Karya Tunai (PKT) dengan melibatkan masyarakat/warga sebagai pelaku pembangunan, sehingga juga yang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Saat ini, program BSPS telah menyerap tenaga kerja sebanyak 275.936 orang atau sekitar 91,75 persen dari total target 300.760 tenaga kerja.
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto berharap dengan melalui skema PKT, program BSPS dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tidak hanya memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman, namun juga mengurangi angka pengangguran dan mempertahankan daya beli masyarakat.
Disampaikan oleh Iwan Suprijanto bahwa, “Program ini sangat membantu masyarakat untuk memiliki hunian yang layak dengan dana stimulan yang disalurkan oleh pemerintah,” kata Iwan Suprijanto. (HRZ)
Baca Juga: Penyaluran BSPS Untuk 1.405 Unit Rumah di Provinsi Riau, Dukung Pemulihan Ekonomi



















