Tanah Datar, Lintas – Akses menuju dua obyek pariwisata baru Desa Terindah Nagari Tuo Pariangan dan Lapangan Cindua Mato, di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, sudah bagus dan diharapkan berjalan lancar.
Sesuai dengan instruksi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, terkait obyek pariwisata, pertama yang harus diperbaiki, yaitu infrastrukturnya, amenitas, event, dan promosi besar-besaran.
“Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kami jaga betul. Prinsipnya adalah mengubah wajah kawasan dilakukan dengan cepat, terpadu, dan memberikan dampak bagi ekonomi lokal dan nasional,” kata Menteri Basuki.
Kementerian PUPR telah menyelesaikan penataan kawasan wisata Desa Terindah Nagari Tuo Pariangan dan Lapangan Cindua Mato. Penataan kawasan tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan pariwisata di Provinsi Sumbar.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat (BPJN Sumbar) berkomitmen menjaga kondisi jalan nasional sebagai jalur transportasi darat, jalur ekonomi, dan jalur pariwisata. ”Setiap tahun kami melakukan kegiatan preservasi jalan dan jembatan dengan tujuan menjaga kondisi jalan nasional mantap dan lancar. Hal itu untuk mendukung akses ke pusat-pusat pariwisata,” ujar Kepala BPJN Sumbar Thabrani, kepada Majalah Lintas.
“Hal itu seperti di lokasi wisata baru di Desa Terindah Nagari Tuo Pariangan dan Lapangan Cindua Mato di Kabupaten Tanah Datar,” lanjutnya.
Jalan menuju Desa Terindah Nagari Tuo Pariangan sepanjang 83,92 km. Bisa ditempuh dari Kota Padang sekitar 2 jam 30 menit.
Kemantapan 97,68 Persen
Sementara itu, akses ke Lapangan Cindua Mato sepanjang 96,77 km dari Kota Padang. Waktu tempuh sekitar 2 jam 50 menit.
Untuk akses menuju obyek wisata terdapat jalan nasional lintas penghubung Provinsi Sumbar, baik itu akses dari Padang maupun Provinsi Riau dengan total panjang 173,33 km. “Kondisi kemantapan jalan 96,42 persen. Lebar jalan itu hampir semuanya 7 meter,” ungkap Thabrani.
Thabrani menambahkan, akses lainnya bisa lewat Lintas Tengah, sepanjang 97 km dengan kondisi kemantapan jalan 97,68 persen.
Alokasi dana sebesar Rp 192,66 miliar untuk penanganan 13 ruas jalan di enam Kabupaten-Kota. BPJN Sumbar, menitikberatkan pada kegiatan rekonstruksi lapis aspal, rehab, dan pemeliharaan rutin.
Sementara itu, Kepala BPPW Sumbar Kusworo Darpito mengatakan, penataan kawasan Nagari Tuo Pariangan telah dilaksanakan 2021 dengan anggaran Rp 2,5 miliar. “Lingkup pekerjaannya mencakup pembangunan Plaza Panarian, Batu Lantok Tigo, penataan lanskap, dan perbaikan Makam Panjang Tantejo Gurhano,” ungkapnya.
Lapangan Cindua Mato merupakan ruang terbuka hijau yang berada di jantung Kota Batusangkar. Lapangan tersebut sering digunakan sebagai arena pertunjukan, olahraga, marching band, serta event ataupun lomba lainnya.
Penataan kawasan Lapangan Cindua Mato, menurut Kusworo, pembangunannya telah dilaksanakan tahun 2021-2022 dengan biaya Rp 12,5 miliar. “Ruang lingkup pekerjaannya termasuk pembangunan taman interaktif dan playground yang dilengkapi wahana air mancur,” pungkas Kusworo. (EDW)



















