Jakarta, Lintas – Ditargetkan, sebanyak 24 proyek strategis nasional (PSN) dan pengembangan kawasan industri dalam tahap konstruksi dapat selesai pada 2023. Hal ini guna meningkatkan daya saing bangsa serta memacu pertumbuhan ekonomi nasional maupun regional bagi kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.
Demikian dikatakan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dikutip dari rilis pers, Selasa (18/7/2023).
“Pembangunan infrastruktur ini selain meningkatkan pemerataan pembangunan dan mengurangi disparitas antarwilayah. Juga untuk meningkatkan perekonomian dan penciptaan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing bangsa,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Basuki menambahkan, hingga 2022 pihaknya telah menyelesaikan 34 PSN yang tertuang dalam Permenko Bidang Perekonomian No 21/2022 di seluruh Indonesia.
Jadi, menurut Basuki, hingga tahun 2024, Kementerian PUPR menargetkan akan menuntaskan 47 PSN yang tersebar di seluruh Nusantara.
Selesaikan 15 Bendungan
Dalam rilis pers yang diterima, Basuki merinci program yang akan selesai pada 2023 dan 2024. Pada sasaran program PSN yang akan dicapai pada 2023, Kementerian PUPR menyelesaikan 15 bendungan. Hal itu guna mendukung ketersediaan air dan ketahanan pangan secara nasional.

Bendungan tersebut, yakni Bendungan Keureuto dan Rukoh di Provinsi Aceh, Lausimeme di Sumatera Utara (Sumut). Kemudian Margatiga di Lampung, Karian di Banten, Cipanas dan Leuwikeris di Jawa Barat (Jabar).
Selanjutnya Jlantah di Jawa Tengah (Jateng), Sidan di Bali, Sepaku Semoi di Kalimantan Timur (Kaltim). Lalu Temef di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tiu Suntuk di Nusa Tenggara Barat (NTB), Ameroro di Sulawesi Tenggara (Sultra), Pamukkulu di Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Lolak di Sulawesi Utara (Sulut). Selain itu juga diselesaikan pembangunan jaringan irigasi untuk Daerah Irigasi (DI) Lempuing di Sumatera Selatan (Sumsel).
Adapun PSN yang ditergetkan selesai pada 2023 lainnya adalah 5 jalan tol. Kelima jalan itu yakni Jalan Tol Sigli–Banda Aceh, Jalan Tol Pasuruan–Probolinggo, Jalan Tol Cimanggis–Cibitung. Selanjutnya Jalan Tol Cibitung–Cilincing, dan Jalan Tol Cinere–Jagorawi.
Kemudian pembangunan Rumah Susun (Rusun) Lanud Halim Perdana Kusuma. Ada juga program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk mendukung perhelatan Asean Summit di Tana Mori. Selanjutnya Labuan Bajo serta dukungan infrastruktur untuk pengembangan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang di Jateng.

Sebanyak 23 Infrastruktur PSN
Pada 2024, Kementerian PUPR menargetkan sebanyak 23 infrastruktur PSN dapat menyusul untuk diselesaikan yang meliputi bidang Sumber Daya Air sebanyak 10 bendungan. Ke-10 bendungan itu, yakni Bendungan Tigadihaji di Sumsel, Bener dan Jragung di Jateng, Bagong di Jatim, Marangkayu di Kaltim. Lalu Meninting di NTB, Manikin di NTT, Way Apu di Maluku, Bulango Ulu di Gorontalo, dan Budong–budong di Sulbar.
PSN bidang SDA yang tengah dalam proses penyelesaian hingga 2024 lainnya adalah 6 pembangunan jaringan irigasi di DI Lhok Guci dan DI Jambo Aye di Aceh, DI Lematang di Sumsel, DI Glapan di Jateng, DI Gumbasa di Sulteng, DI Baliase di Sulsel, dan pembangunan tanggul pantai Jakarta-Jabar-Banten. Kemudian juga diselesaikan pembangunan infrastruktur konektivitas meliputi Jalan Tol Kayu Agung–Palembang–Betung, Jalan Tol Bogor Ring Road 3, Tol Serang–Panimbang, Jalan Tol Depok–Antasari, dan Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan.
Terakhir, Kementerian PUPR menyelesaikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur I. SPAM ini memanfaatkan air baku dari Bendungan Jatiluhur di Provinsi Jawa Barat sehingga masyarakat dapat mengurangi penggunaan air tanah untuk mengatasi penurunan permukaan tanah, khususnya di Ibu Kota Jakarta. SPAM Regional Jatiluhur I diproyeksikan memiliki kapasitas 5.000 liter/detik untuk memenuhi kebutuhan air minum bagi 380.000 Sambungan Rumah (SR) atau setara dengan 1,9 juta jiwa masyarakat di DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Karawang. (HRZ)



















