Home Profil Mauluddin Said Latar, Senang Saat Capaian Progres Sesuai Target

Mauluddin Said Latar, Senang Saat Capaian Progres Sesuai Target

Share

Suasana hati bahagia dan rasa senang bagi setiap orang berbeda-beda. Ada yang bahagia saat naik pangkat atau dipromosikan. Senang karena mendapatkan hadiah dari orang-orang yang terkasih. Tapi, ketika ada telepon dari anak—karena sedang berada di tempat yang jauh—itu juga salah satu kebahagiaan.

Lahir di Tual pada 11 Juli 1966, Mauluddin Said Latar bercita-cita ingin menjadi dokter. Entah kenapa, hampir semua anak-anak, kalau ditanya cita-citanya, jawabnya selalu dokter. Begitu juga Mauluddin. Saat kecil, ia bercita-cita ingin menjadi dokter.

Asa menjadi dokter itu tak kesampaian. Ia malah menjadi pegawai negeri sipil. Bekerja di Kementerian PUPR sejak 1994.

Keinginan bekerja di Kementerian PUPR berawal ketika masuk perguruan tinggi, Mauluddin memilih jurusan Teknik Sipil. Salah satu pendorongnya memilih Teknik Sipil agar ia dapat membangun infrastruktur di Indonesia, khususnya tanah Papua, agar lebih baik.

Mauluddin Said Latar berfoto bersama dengan jajaran BPJN Papua Barat. | Dok BPJN Papua Barat.

Setelah menamatkan sarjana sastra satu (S-1), ia melanjutkan ke Magister Teknik (S-2) Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, lulus pada 2004. Selama kuliah, ia termasuk berprestasi. Cum laude pun diraihnya. Mauluddin mengaku, ia merupakan seorang penggemar Presiden ketiga RI Prof. Dr. B.J. Habibie.

Penggemar olahraga tenis meja dan main gaplek ini meniti karier di Kementerian PUPR dari bawah. Jabatan fungsional diawali menjadi

Asisten. Lalu kemudian dipercaya menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Lalu menjadi Kepala Satuan Kerja (Satker) saat di Maluku dan di Maluku Utara.

Adapun untuk jabatan struktural, Mauluddin pernah menjabat sebagai Kepala Seksi. Setelah itu diberi tanggung jawab menjadi Kepala Bidang.

Sekarang, ia pun menjabat sebagai Kepala BPJN Papua Barat sejak 2020. Tanggung jawab sebagai Kepala BPJN, ia memiliki proyeksi ke depan, yaknii menuntaskan semua tanggung jawab yang diberikan sesuai dengan timeline yang ditentukan agar ke depan bisa diberi tanggung jawab yang lebih daripada sekarang.

Mauluddin mengatakan bahwa selama karier profesionalnya,
keseluruhan paket yang pernah ia tangani berjalan lancar, baik ketika di bertugas di Maluku, Maluku Utara, maupun saat ini di Papua Barat.

“Itu sangat membanggakan karena proses pelaksanan selesai sesuai tepat waktu dan mutu tercapai. Alhamdulillah, apa yang kami kerjakan sekarang sudah dinikmati oleh masyarakat. Sebagai contoh, Jembatan Merah Putih di Ambon, Maluku, serta pekerjaan pengawasan saat itu selaku Kasatker P2JN,” kata Mauluddin.

Keluarga

Bicara tentang keluarga, Mauluddin mengatakan, selain capaian progres sesuai target, yang membahagiakan dirinya adalah menerima telepon dari anak.

”Karena tuntutan kerja, saya harus jauh dari keluarga. Penyemangat saya dan yang paling membahagiakan adalah di sela-sela pekerjaan, saat tidak terlalu sibuk, lalu tiba-tiba ada telepon dari anak. Wah, itu sangat menyenangkan. Rasa kangen sama anak jadi sedikit terobati,” kata Mauluddin.

Ia memiliki 2 putra dan 1 putri dengan usia berturut-turut 28, 20, dan 15 tahun. Ketiga anak ini adalah buah cintanya dengan perempuan cantik, Nursyam Muhrim, yang dinikahinya pada September 1994.

Foto bersama dengan keluarga. | Dok BPJN Papua Barat.

Di sela-sela kesibukan sebagai Kepala BPJN Papua Barat, Mauluddin selalu berusaha untuk membagi waktu dengan keluarga.

”Mengandalkan telepon seluler dan juga menyempatkan waktu untuk pulang ke rumah saat ada kesempatan libur,” kata penyuka olahraga gateball ini.

Mauluddin punya tips untuk tetap memiliki kondisi tubuh yang fit. ”Jangan biarkan masalah berlarut-larut. Jika ada masalah dalam pekerjaan diselesaikan secepat mungkin agar tidak menjadi beban,” ujarnya.

Tak lupa ia juga menyelipkan pesan kepada generasi muda agar bekerja dan tuntaskan semua tanggung jawab yang diberikan hari ini karena hari esok ada lagi beban tugas yang lain harus dikerjakan.

”Bekerja dengan profesional dan bertanggung jawab serta tanamkan nilai kepercayaan dan loyalitas kepada pemberi tugas. Insya Allah, suatu saat kalian akan diberi tanggung jawab untuk memimpin,” pungkas Mauluddin.(HRZ/DPR)

Oleh:

Share

ARTIKEL TERKAIT