Pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut lalu, ada satu cabang olahraga yang dipertandingkan untuk pertama kalinya, yakni olahraga gateball. Lalu, apakah olahraga gateball ini dan bagaimana memainkannya?
Mengutip dari Gateball.or.jp, gateball atau bola gawang adalah olahraga yang lahir di Jepang, ditemukan oleh Eiji Suzuki dari Kota Memuro, Hokkaido pada tahun 1947 sebagai permainan yang dimainkan oleh anak-anak selama masa pergolakan setelah Perang Dunia II.
Kelahiran gateball terinspirasi oleh permainan tradisional Eropa yang populer, yakni kroket.
Untuk memainkan gateball dibutuhkan dua tim, yang masing-masingnya terdiri dari 5 pemain, dan menggunakan tongkat pemukul bola (stick).
Permainan dilakukan di lapangan berumput yang datar atau rata, tidak ada rintangan, dan berbentuk empat persegi panjang. Lapangan gateball sendiri memiliki ukuran spesifik, yakni 20 meter x 15 meter.
Pada tahun 1960-an hingga 70-an, permainan gateball secara bertahap mendapatkan popularitas di kalangan segala usia di seluruh Jepang.
Kemudian, pada tahun 80-an, gateball mulai menyebar dari Jepang ke dunia, dimulai dari China, Korea Selatan, Brazil, Amerika Serikat, dan China Taipei.
Selanjutnya, pada tahun 1985, World Gateball Union (WGU) didirikan. Seperti dilansir WGU – 14 Juni 2022 – ada 16 negara dan wilayah yang menjadi anggota WGU, salah satunya adalah Indonesia yang berafiliasi pada tahun 2013.
Gateball di Indonesia
Mengutip dari Haloolahraga.com, gateball di Indonesia mulai berkembang sejak awal 2000-an. Banyak klub dan komunitas gateball yang dibentuk di sejumlah daerah, yang turut berkontribusi dalam memperkenalkan olahraga ini kepada masyarakat luas. Federasi Gateball Indonesia (FGI) juga aktif dalam mengorganisasi turnamen dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan para pemain.
Meski tidak begitu populer di Indonesia, olahraga gateball ternyata mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Salah satu kejuaraan yang diikuti oleh Tim Gateball Indonesia dan berhasil menyabet penghargaan ialah Asia Pacific Taipei Gateball Championship, yang diselenggarakan di Taiwan pada 28-30 Oktober 2023.
Pada kejuaraan itu, Indonesia mendapat dua medali, yakni satu emas dan satu perunggu.
“Kami baru saja menyelesaikan Open Tournamen Asia Pacific yang dilaksanakan di Taiwan. Kami dari tim Indonesia, meraih juara pertama di ganda campuran dan juara ketiga di triple campuran,” kata Puja Samedhi, Sekjen Pengurus Besar Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (PB Pergatsi), seperti dilansir ANTARA.
Keberhasilan Tim Gateball Indonesia meraih penghargaan di kancah internasional menunjukkan bahwa olahraga ini memiliki potensi besar di Tanah Air.
Di Indonesia sendiri, berbagai kejuaraan digelar untuk membuat olahraga gateball ini makin dikenal dan disukai masyarakat.
Di antaranya, Kejuaraan Gateball Provinsi Bangka Belitung Bomag Cup I yang digelar pada Maret 2023, Turnamen Gateball di Pornas Korpri XVI Jawa Tengah pada Juli 2023, Turnamen Terbuka Piala Komunitas Gateball Kementerian PUPR Tahun 2024 pada Agustus 2024, dan teranyar ialah PON XXI Aceh-Sumut 2024.
Mengikutkan olahraga gateball dalam PON XXI tahun 2024 adalah upaya untuk makin meng-Indonesiakan gateball atau supaya gateball dikenal luas oleh masyarakat Tanah Air.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (PB Pergatsi) Basuki Hadimuljono, yang juga Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), saat hadir dan memberikan semangat kepada para peserta Babak Kualifikasi (BK) PON XXI Cabang olahraga Gateball di Tangerang, Jumat (23/6/2023).
“Setelah berhasil masuk kejuaraan PON, olahraga gateball akan terus diperkenalkan lebih luas ke seluruh masyarakat Indonesia,” kata Menteri Basuki dalam keterangan yang didapat MajalahLintas.

Lapangan Gateball Sumut
PON XXI Aceh-Sumut 2024 lalu mempertandingkan berbagai macam cabang olahraga, salah satunya gateball.
Untuk menunjang pelaksanaan PON XXI tersebut, khususnya olahraga gateball, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara (BBPJN Sumut) membangun kawasan lapangan gateball di Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, dengan sumber pembiayaan berasal dari APBN.
Pembangunan kawasan yang terdiri dari lima lapangan ini, dengan rincian empat lapangan untuk pertandingan dan satu lapangan untuk tempat latihan, dilaksanakan oleh kontraktor CV Minggos Putra dengan nilai kontrak Rp 11 miliar.
Sementara, waktu pelaksanaan berlangsung dari 9 Agustus hingga 16 Desember 2024. Namun, pengerjaan lapangan ini dikebut penyelesaiannya karena digunakan sebagai venue pada PON XXI.
Pembangunan sempat terkendala oleh hujan yang turun hampir setiap hari dan juga gagal lelang, tetapi akhirnya dapat rampung dan diresmikan pada 14 September 2024, serta digunakan sebagai venue PON XXI.
Untuk diketahui, pembangunan lapangan gateball Medan, Sumatera Utara tidak sebatas untuk venue PON XXI. Lebih dari itu, lapangan gateball ini akan difungsikan sebagai sarana untuk mensosialisasikan olahraga gateball kepada masyarakat.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Sumut Junaidi, saat ditemui Lintas di Medan Sumatera Utara pada Kamis (12/9/2024).
“Kita membangun venue gateball, bukan cuma lapangan saja. Kita membangun empat lapangan untuk pertandingan dan satu lapangan untuk latihan. Kita juga membangun fasilitas pendukung seperti café. Lalu, ada dua stadion di sebelah kiri dan kanan. Masing-masing lapangan bisa dilihat melalui tribun,” kata Junaidi.
Junaidi kemudian menjelaskan tujuan pembanguan fasilitas pendukung itu.
“Mengapa ada café? Karena konsepnya bukan cuma olahraga saja yang kita dahulukan, tapi kita ingin memasyarakatkan olahraga gateball ini. Nanti orang bisa makan-minum sambil melihat orang main gateball sehingga nanti pelan-pelan animo masyarakat terhadap gateball bisa tumbuh,” jelas Junaidi.
Sosialisasi gateball dinilai penting karena selama ini banyak orang belum mengerti tentang gateball.

Terbaik Se-Indonesia
Lapangan gateball Sumut yang dibangun di atas lahan milik BBPJN Sumut seluas 9.000 meter persegi ini disebut-sebut sebagai lapangan gateball terbaik se-Indonesia. Junaidi pun menjelaskan alasan klaim tersebut.
“Karena memang belum ada dibangun lapangan gateball dari pemerintah yang mewah seperti ini. Ini yang pertama. Pak Menteri (Basuki) waktu itu minta dibangun sebagus-bagusnya untuk contoh daerah-daerah lain,” beber Junaidi.
Junaidi menambahkan, mulai dari konsep hingga peruntukan lapangan semuanya dirancang sebaik mungkin.
“Konsepnya juga, waktu kita minta (lapangan) ini dibuat, konsepnya diminta dulu oleh Pak Menteri. Konsepnya ada café, biar nanti bisa memasyaratkan olahraga gateball. Jadi, bukan cuma untuk PON saja, tapi pasca-PON nanti mau jadi apa. Itu yang penting,” imbuh Junaidi.
Selain menjadi sarana sosialisasi, café yang berada di areal gateball Sumut ini juga akan difungsikan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Senada dengan Junaidi, Ketua Bidang Venue dan Perlengkapan Pertandingan Gateball PON XXI 2024, yang juga merupakan PPK 4.5 Provinsi Sumut, Tambos Martahan Nainggolan, ST, MT mengatakan, lapangan gateball Sumut merupakan lapangan terbaik di-Indonesia.
“Ini memang akan menjadi lapangan yang terbaik saat ini di Indonesia karena ini betul-betul dirancang dan dibangun sebaik mungkin untuk masyarakat, khususnya masyarakat Sumatera Utara,” ungkap Tambos.
Keberadaan lapangan gateball ini diharapkan akan memperkenalkan dan mendekatkan gateball ke masyarakat.
“Harapan kita, (lapangan) ini akan memperkenalkan gateball kepada masyarakat Sumatera Utara, ke masyarakat luas. Memasyarakatkan olahraga, khususnya memperkenalkan olahraga gateball ke khalayak luas,” tutur Tambos.
Penghadiran fasilitas pendukung seperti café merupakan upaya untuk menarik minat masyarakat terhadap olahraga gateball, dengan membiasakan masyarakat hadir dan berinteraksi di sekitar venue gateball.
“Harapan kami, fasilitas-fasilitas seperti café ini akan menjadi daya tarik bagi masyarakat, sekalian menonton mungkin akan tertarik bermain gateball. Melalui café ini masyarakat bisa melihat dulu. Setelah melihat mungkin akan ada daya tarik. Setelah tertarik mungkin mau bermain dan setelah bermain mungkin akan menikmati permainan itu,” pungkas Tambos.
Olahraga gateball—yang sangat popular di negara asalnya, Jepang—perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat agar bisa disukai dan dinikmati seperti halnya olahraga lain. Keberadaan venue gateball Sumatera Utara ini diharapkan menjadi salah satu sarananya.
Harapan agar olahraga gateball disukai oleh masyarakat luas didorong oleh pemahaman bahwa olahraga ini bisa dilakukan oleh semua kalangan.
“Harapan saya, (lapangan gateball) ini menjadi contoh untuk beberapa provinsi karena gateball merupakan olahraga untuk semua kalangan, baik laki-laki maupun perempuan, untuk menjadi sehat, bugar, dan bahagia,” tutur Ramadan, Staf Bidang Venue dan Perlengkapan Pertandingan Gateball PON XXI 2024.
Semoga segala harapan agar olahraga gateball ini meng-Indonesia mewujud, apalagi dengan adanya tiga daya tarik yang dimiliki permainan gateball, yakni olahraga tim, olahraga intelektual dan strategis, dan olahraga universal – karena olahraga ini telah menjangkau 50 negara dan wilayah di lima benua.
Semangat kebersamaan, kerja sama tim, dan kegembiraan yang menjadi ciri olahraga gateball kiranya dapat menyebar di seantero Indonesia melalui keberadaan lapangan-lapangan gateball di tengah masyarakat seperti di Medan, Sumatera Utara ini. (MSH)

























