Home Fitur Kereta Cepat Whoosh Solusi Hindari Kemacetan Jakarta-Bandung

Kereta Cepat Whoosh Solusi Hindari Kemacetan Jakarta-Bandung

Share

Kehadiran Kereta Cepat Whoosh menjadi solusi untuk menghindari kemacetan lalu lintas antara Jakarta-Bandung, seperti penuturan beberapa penumpang Whoosh.

Perjalanan Whoosh benar-benar cepat sesuai namanya. Hal ini juga dirasakan Lintas kala mencoba moda transportasi kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan China ini, Jumat (12/1/2024).

Lintas naik Whoosh dari Stasiun Halim di Jakarta Timur pukul 8.45 WIB dan sampai di Stasiun Padalarang, Bandung, pukul 9.15 WIB. Perjalanan Jakarta ke Bandung ditempuh hanya dalam waktu sekitar 30 menit dari Stasiun Halim menuju Stasiun Padalarang.

Untuk menuju Kota Bandung, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan kereta api pengumpan (feeder) gratis yang berangkat 10 menit kemudian, untuk memberi kesempatan penumpang Whoosh yang baru turun agar terangkut semua.

Kereta Feeder Whoosh. | Majalah Lintas/Edwan Ruriansyah
Kereta Feeder Whoosh. | Majalah Lintas/Edwan Ruriansyah

Waktu tempuh feeder selama 19 menit ke Stasiun Bandung. Jadi, total perjalanan Jakarta-Bandung menjadi 59 menit atau sekitar 1 jam. Selain naik kereta api feeder dari Padalarang, jika Anda turun di Stasiun Tegalluar, bisa menaiki DAMRI dengan membayar Rp 15.000 tujuan Stasiun Bandung untuk ke kota.

Kecepatan memang menjadi keunggulan utama Whoosh. Bayangkan jika naik mobil maupun bus, perjalanan Jakarta-Bandung harus ditempuh selama 3 jam, atau 4 jam lebih jika lalu lintas sangat padat atau macet.

Ketepatan waktu juga menjadi keunggulan lain Whoosh, baik keberangkatan maupun kedatangan. Beberapa penumpang pun merasakan hal ini, seperti Budi Hindarsyah.

Pegawai di Pekanbaru, Riau, tersebut selalu memanfaatkan Whoosh saat pulang mengunjungi keluarganya di Bandung karena hal itu.

“Saya pernah punya pengalaman buruk, ketinggalan pesawat saat naik mobil dari Bandung menuju bandara di Jakarta. Jadi kehadiran Whoosh ini sangat membantu. Apalagi, Whoosh selalu on time (tepat waktu),” kata Budi kepada Lintas dalam wawancara di dalam Whoosh, Jumat (12/1/2024).

Budi memanfaatkan Whoosh saat pulang ke Bandung setiap bulan karena juga dekat dengan akses bandara. Ia memilih pesawat rute Pekanbaru-Jakarta yang mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur agar dekat dengan Stasiun Kereta Cepat Halim sehingga tidak terkena macet. Biasanya, ia naik taksi dari Bandara Halim ke stasiun dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.

Kereta Cepat Whoosh Efisien

Penumpang lainnya, Dini menyebut Whoosh sangat efisien. Ia mengaku senang naik Whoosh meski baru pertama kali.

“Saya naik Whoosh untuk menghindari kemacetan saat ke Bandung, dan Whoosh terbukti efisien. Biasanya saya naik mobil selama 3 jam ke Bandung, itu kalau tidak macet,” ucap Dini yang melakukan perjalanan dari Jakarta ke Bandung untuk urusan pekerjaan.

Menurut Dini, fasilitas Whoosh sudah bagus dan harga tiketnya sesuai sebagai alat transportasi alternatif menghindari kemacetan lalu lintas. “Harga tiket tidak mahal sesuai efisiensi yang kita dapatkan,” katanya.

Penumpang Kereta Cepat Whoosh. | Majalah Lintas/Edwan Ruriansyah
Penumpang Kereta Cepat Whoosh. | Majalah Lintas/Edwan Ruriansyah

Harga Tiket Whoosh untuk Premium Economy Class Rp 200.000 di hari Senin sampai Kamis, dan Rp 250.000 (Jumat-Minggu). Lalu, Business Class Rp 450.000 dan First Class Rp 600.000, di mana tarif dua kelas ini berlaku setiap hari.

Tiket bisa dibeli di stasiun Whoosh di loket dan lewat mesin tiket (ticket vending machine), secara online melalui web KCIC, aplikasi Whoosh, Access by KAI, Livin’ by Mandiri, dan agen penjualan mitra KAI.

Pembayaran tiket dilakukan secara nontunai dengan QRIS, kartu debit maupun kartu kredit. (PAH/ROY/EDW)

Baca Juga: Parkir Aman dan Nyaman bagi Penumpang Kereta Cepat Whoosh

Share