JAKARTA, LINTAS – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menargetkan pengadaan 30 trainset baru yang akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2027. Pengadaan tersebut bertujuan untuk mengganti armada lama sekaligus menambah kapasitas layanan kereta komuter atau KRL.
“Sebagian untuk replacement, sebagian lagi untuk penambahan kapasitas,” kata Direktur Utama PT KCI Mochamad Purnomosidi di Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, penambahan trainset setelah 2027 tetap akan dilakukan secara linear dengan program penggantian armada lama yang dimulai tahun ini.
Kebijakan tersebut sejalan dengan mandat Presiden Prabowo Subianto yang pada November 2025 lalu mengumumkan suntikan dana sebesar Rp 5 triliun untuk PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku induk KCI, guna pengadaan 30 gerbong kereta.

Masih Dilakukan Kajian
Terkait penggantian armada yang telah melewati masa produktivitas, Purnomosidi mengatakan pihaknya masih mengkaji jumlah pasti trainset yang harus diganti. Namun, ia memastikan jumlahnya akan lebih dari 30 unit.
“Kami masih melihat kondisi fisik kereta satu per satu. Yang pasti, aspek keselamatan pengguna menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Hingga kini, sumber pembiayaan pengadaan puluhan trainset tersebut masih menunggu arahan pemerintah. Purnomosidi menyebut KCI tengah melengkapi administrasi pengadaan dan menanti kepastian apakah pembiayaan akan dilakukan melalui penyertaan modal negara (PMN) atau skema keuangan lainnya.
“Sampai hari ini kami belum mendapatkan arahan terkait metode pembiayaan untuk dana Rp5 triliun tersebut,” ujarnya.
Mengganti 12 Trainset Lama
Di luar rencana pengadaan 30 trainset baru, pada tahun 2026 KCI juga mengganti 12 trainset lama dengan unit produksi PT Industri Kereta Api (INKA) Persero. Hingga saat ini, empat trainset tua telah digantikan dengan kereta buatan INKA, sementara 12 unit lainnya masih dalam tahap pengujian.
Dengan demikian, KCI menargetkan total 16 trainset akan diganti sepanjang tahun ini. Penggantian tersebut masih difokuskan pada rute Bogor dan Cikarang, mengingat kedua lintasan itu telah mendukung pengoperasian rangkaian 12 gerbong atau SF12.
“Kami mendorong Kementerian Perhubungan agar meningkatkan daya listrik di lintas Rangkasbitung sehingga dapat mendukung SF12 dan mengangkut lebih banyak penumpang,” kata Purnomosidi.
Ia menambahkan, pembiayaan penggantian kereta bersumber dari PMN. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengungkapkan PT KAI memperoleh PMN sebesar Rp 2,27 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp 1,8 triliun merupakan PMN tunai yang dialokasikan khusus untuk pembelian trainset.
Bertahap
Purnomosidi menargetkan 12 trainset pengganti akan tiba secara bertahap di Jakarta dan mulai beroperasi pada Juni 2026. “Setiap bulan akan datang satu atau dua trainset,” ujarnya.
Saat ini, PT INKA tengah melakukan pengujian terhadap trainset kelima dan keenam dengan jarak tempuh mencapai 45 ribu kilometer. Ia menegaskan, proses uji coba harus berjalan tanpa gangguan.
“Tidak boleh ada satu gangguan pun. Jika terjadi kendala, pengujian harus diulang. Industri anak bangsa tetap kita dorong, tetapi standar dan norma keselamatan tetap wajib dipenuhi,” tutur Purnomosidi. (CHI)
Baca Juga: Jasa Marga Siapkan Jalur Fungsional Ambarawa–Bawen untuk Arus Mudik Lebaran 2026





