Home Fitur Jembatan Progo Viral, Ini Lho Keunikannya

Jembatan Progo Viral, Ini Lho Keunikannya

Share

Di media sosial, Jembatan Progo ini jadi perbincangan. Bahkan, PT KAI melansir sebuah video di akun Instagram resmi mereka tentang sejarah pembangunan Jembatan Progo.

Ternyata memang jembatan ini sudah lama dibangun. Seperti bangunan fisiknya, keunikan jembatan ini seakan tak lekang oleh waktu hingga kini.

Keunikan Jembatan Progo adalah pada konstruksinya. Jembatan ini memiliki konstruksi baja yang kokoh. Kekokohannya terbukti dari daya tahannya yang mampu menahan arus deras Kali Progo di bawahnya.

Jembatan Progo dikenal juga dengan sebutan Jembatan Mbeling. Dikutip dari https://direktoripariwisata.id, jembatan ini dibangun oleh Staatsspoorwegen (SS) pada tahun 1886.

Jembatan Progo saat awal dibangun. | Dok. Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde

Jembatan Progo merupakan jembatan kereta api (KA). Fungsinya dahulu kala sebagai jembatan darurat.

Lalu pada 1930, pembangunannya disempurnakan. Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKA) membangun ulang Jembatan Progo pada 1957 dengan konstruksi baru.

Konstruksi inilah yang menyematkan predikat ‘unik’ pada Jembatan Progo. Konon, hanya ada dua jembatan kereta api dengan konstruksi baja nan kokoh. Satu jembatan lainnya berada di Belanda.

Tanpa Penyangga Tengah

Titik tumpuan jembatan ini tidak ‘mati’ dan menggunakan sistem roll. Jembatan Progo tidak memiliki tiang penyangga di tengah-tengahnya. Namun, jembatan ini tidak ambrol jika diterjang arus deras Kali Progo.

Merujuk https://jogjacagar.jogjaprov.go.id, keunikan lain dari jembatan ini ialah konstruksi pada ujung jembatan sampai ke abutment (pangkal/kepala penyangga jembatan).

Pada ujung sisi timur, kerangka (framework) jembatan dihubungkan dengan gelagar box baja penyangga rel kereta api (box girder) sampai ke kepala jembatan. Ujung sisi barat kerangka jembatan masih disambung lagi dengan kerangka berbentuk segitiga siku-siku.

Desain Jembatan Progo tanpa pennyangah tengah. | Dok. De Ingenieur: B. Bouw-en Waterboukunde 20, No. 42. October 1931, pp. B.274

Ada pula konstruksi peredam terletak di dalam box beton. Konstruksi peredam di sisi barat ini berfungsi untuk meredam gaya desak dan getaran dari rangkaian KA yang lewat. Alhasil, deformasi yang terjadi adalah deformasi elastis.

Jembatan Progo menghubungkan Sedayu, Bantul, dengan Sentolo, Kulonprogo. Jembatan ini dikelola oleh Daerah Operasi VI Yogyakarta.

Kondisi struktur Jembatan Progo masih terawat dan secara aktif dioperasikan sebagai jembatan kereta api jalur tunggal dari timur menuju barat. Selain itu, jembatan ini masih kerap menjadi objek studi konstruksi jembatan bagi para peneliti di bidang teknik konstruksi. (BAS)

Share

ARTIKEL TERKAIT