Sumber informasi tepercaya seputar infrastruktur,
transportasi, dan berita aktual lainnya.
13 June 2024
Home Berita “Jalan Wisata” Labuan Bajo-Golo Mori Diresmikan

“Jalan Wisata” Labuan Bajo-Golo Mori Diresmikan

Share

Labuan Bajo, Lintas – Pembangunan Jalan Labuan Bajo-Golo Mori di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), sepanjang 25 kilometer dimaksudkan untuk meningkatkan konektivitas dalam rangka pengembangan Destinasi Pariwisiata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo. Apalagi, ASEAN Summit 2023 akana digelar di Labuan Bajo

Presiden Jokowi mengatakan hal itu saat meresmikan jalan ini dengan menandatangani prasasti di Km 16, Selasa (14/3/2023), dikutip dari rilis pers yang diterima Majalah Lintas.

“Jalan ini untuk meningkatkan konektivitas sehingga kawasan antara Labuan Bajo dan Golo Mori dapat berkembang dengan baik serta pengembangan Labuan Bajo akan semakin terdukung oleh fasilitas jalan yang kita bangun,” kata Presiden.

Presiden Jokowi saat meresmikan Jalan Labuan Bajo-Golo Mori, Selasa (14/3/2023). | Dokumentasi Kementerian PUPR

Ditambahkan Jokowi, pembangunan Jalan Akses Labuan Bajo-Golo Mori juga mendukung akses Kawasan Ekonomi Khusus Tana Mori yang berada tidak jauh dari Desa Golo Mori. Lokasi tersebut nantinya digunakan untuk retreat para leaders saat ASEAN Summit 2023 pada 9-11 Mei 2023.

Basuki mengatakan, peningkatan aksesibilitas serta konektivitas jaringan infrastruktur jalan dan jembatan untuk memberikan kelancaran, keselamatan, keamanan, juga kenyamanan para pengguna jalan. 

Akses Labuan Bajo-Golo Mori mulai dibangun pada April 2022 dengan anggaran APBN senilai Rp 481 miliar. Pembangunan jalan ini sepanjang 25 km terbagi menjadi 5 segmen, yaitu Labuan Bajo–Simpang Nalis sepanjang 6,15 km, Simpang Nalis–Simpang Kenari (6,50 km), Simpang Kenari–Warloka (5,10 km), Warloka–Tanamori (4,25 km), dan peningkatan jalan menuju Desa Golo Mori (3 km). 

“Dulu ruas menuju Desa Golo Mori merupakan jalan tanah dan berbatu dengan jarak tempuh 3 jam. Sekarang cukup ditempuh dalam 30 menit dari Kota Labuan Bajo, dengan pemandangan yang sangat indah,” tambah Basuki.

Selain pembangunan jalan, juga dilakukan peningkatan kualitas 4 jembatan, yakni Jembatan Nanganae dengan panjang 60 meter, Jembatan Wae Mburak (35 meter), Jembatan Wae Kenari (40 meter), dan Jembatan Soknar (40 meter).

Pelaksanaan pembangunannya di bawah tanggung jawab Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR dengan kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya dan konsultan manajemwn konstruksi PT Yodya Karya.

Jalan Wisata

Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian mengatakan, pembangunan Akses Labuan Bajo-Golo Mori juga mengedepankan pendekatan prinsip kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, ruas jalan yang dibangun terasa nyaman, aman, dan sejuk dengan banyak pepohonan.

“Jalan wisata ini termasuk jalan dua lajur yang sifatnya arterial. Jadi, kami harap masyarakat menjaga dan jangan membuat apa yang kita sebut hambatan samping, terlalu banyak warung di pinggir jalan, bahkan menjadi kumuh. Ini penting sekali untuk mempertahankan daya jual wisata di Labuan Bajo,” kata Hedy Rahadian. (*/HRZ)

Oleh:

Share

Leave a Comment

Copyright © 2023, PT Lintas Media Infrastruktur. All rights reserved.