JAKARTA, LINTAS – Tujuan pembangunan konstruksi jalan dan jalan tol lainnya di seluruh Indonesia, pembangunan ruas Jalan Tol Sinaksak-Tebing Tinggi juga bertujuan untuk memudahkan aksesibilitas dan meningkatkan konektivitas.
Percepatan pembangunan jalan tol ini, dikutip dari siaran pers Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Sabtu (7/10/2023), dimaksudkan untuk mendukung konektivitas menuju Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba, khususnya dari Kota Medan, Sumatera Utara.
”Kehadiran jalan tol yang terhubung dengan kawasan-kawasan produktif, seperti kawasan industri, pariwisata, bandara, dan pelabuhan akan dapat mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Seperti diketahui, pada Selasa (10/9/2024), direncanakan Jalan Tol Sinaksak Pintu Tol Sinaksak berlokasi di Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, akan diresmikan oleh Presiden Jokowi.
Dengan berfungsinya jalan tol ini sepanjang 45 kilometer itu merupakan bagian Tol Kuala Tanjung-Tebingtinggi-Parapat (Kutepat) nantinya diharapkan dapat memangkas waktu tempuh pengendara serta mempermudah aksesibilitas barang sehingga meningkatkan efisiensi logistik di daerah Sumatera Utara.
Beroperasinya Jalan Tol Sinaksak ini diperkirakan akan mempersingkat waktu tempuh Medan-Siantar menjadi hanya sekitar satu jam lebih, dikutip dari Tribunnews.com (7/9/2024).

Meningkatnya percepatan dan menurunnya biaya logistik sebagai dampak beroperasinya Jalan Tol Sinaksak, pada gilirannya diharapkan akan mendorong peningkatan dan pertumbuhan perekonomian di berbagai daerah di Sumatera Utara.
Khususnya bagi pariwisata Danau Toba, kehadiran tol ini diharapkan dapat makin meningkatkan jumlah kunjungan baik dari wisatawan lokal maupun mancanegara sehingga berdampak baik terhadap peningkatan devisa bagi kabupaten-kabupaten penyangga.
Hal ini antara lain dikemukakan oleh Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin.
”Ruas Kutepat sangat membantu sekali terhadap pertumbuhan perekonomian di Sumatera Utara sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya berfokus pada Kota Medan saja, akan tetapi di daerah lain juga mendapatkan pemerataan perekonomian. Apalagi, Ruas Tol Kutepat ini terhubung menuju Pelabuhan Kuala Tanjung dan objek wisata super prioritas pemerintah, yakni Danau Toba yang dapat menjadi gerbang utama pertumbuhan ekonomi di Sumut,” ujar Gunawan, dikutip dari laman Hutama Karya.
Kemudian, dalam fungsinya sebagai dukungan konektivitas menuju pariwisata Danau Toba, Gerbang Tol Sinaksak dirancang secara khusus dan unik, yakni penempatan ornamen lokal Kepala Kerbau, yang merupakan ikon Kabupaten Simalungun.
”Sebagai dukungan konektivitas menuju pariwisata Danau Toba, kami juga mengenalkan ornamen lokal di setiap pintu tol. Misalnya, Gerbang Tol Sinaksak ornamen Kepala Kerbau sebagai ikon Kabupaten Simalungun. Gerbang Tol Dolok Melawan ornamen Melayu,” kata Ergy Pramadipta, dikutip dari Majalahlintas.com (7/10/2023).
Untuk diketahui, sebelum direncanakan untuk diresmikan oleh Presiden Jokowi, Tol Sinaksak pernah dibuka secara fungsional pada 22 Desember 2023 lalu, dalam rangka momen libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Juga, pada April 2024 dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2024. (MSH)




















