Home Berita Heboh, Sebenarnya Apa Itu BPI Danantara?

Heboh, Sebenarnya Apa Itu BPI Danantara?

Share

Pada Senin, 24 Februari 2025, Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara. Investasi ini di tataran global dikenal dengan istilah sovereign wealth fund. Modal awal dari superholding Badan Usaha Milik Negera (BUMN) ini sebagian berasal dari dana efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah baru-baru ini. Berikut penelusuran majalahlintas.com tentang BPI Danantara dari berbagai pemberitaan media massa.

Informasi yang didapatkan dari artikel ini:

  1. Apa yang dimaksud dengan SWF?
  2. Bagaimana latar belakang BPI Danantara Terbentuk?
  3. Siapa saja pengurus BPI Danantara?
  4. Siapa saja anggota Dewan Pengawas BPI Danantara?
  5. Instansi apa saja yang terlibat dalam pengawasan BPI Danantara?
  6. BUMN apa saja yang bergabung dalam BPI Danantara?
  7. Apa saja target ambisius dari BPI Danantara?
  8. Apa saja contoh BPI yang pernah ada dan sukses?
  9. Apa contoh BPI di dunia yang gagal dan penyebab kegagalannya?

1. Apa yang dimaksud dengan SWF?

Sovereign Wealth Fund (SWF) adalah dana investasi yang dimiliki oleh negara. Dana ini diinvestasikan dalam berbagai aset seperti saham, obligasi, real estat, logam mulia, atau investasi alternatif seperti ekuitas swasta (private equity) dan hedge fund atau investasi portofolio yang agresif.

Sumber dana SWF biasanya berasal dari surplus cadangan negara, pendapatan dari sumber daya alam milik negara, atau cadangan devisa yang dikelola oleh bank sentral. Tujuan utama dari SWF adalah untuk mengelola kekayaan negara dan memaksimalkan keuntungan jangka panjang, serta mendukung stabilitas ekonomi dan keuangan negara.

2. Bagaimana Latar Belakang BPI Terbentuk?

BPI Daya Anagata Nusantara (Danantara) dibentuk sebagai bagian dari upaya Pemerintah Indonesia untuk mengelola kekayaan negara secara lebih optimal. Pembentukan Danantara diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan diresmikan pada 24 Februari 2025.

Danantara dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang perubahan ketiga atas UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Tujuan utama dari pembentukan Danantara adalah untuk mengoptimalkan pengelolaan aset negara, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkualitas, serta meningkatkan kesejahteraan nasional.

Danantara diharapkan dapat menjadi salah satu SWF terbesar di dunia dengan total aset yang dikelola mencapai lebih dari 900 miliar dollar AS. Pada tahap awal, investasi Danantara mencapai 20 miliar dollar AS yang bersumber dari efisiensi anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.

Kantor BPI Danantara di Jl RP Soeroso No 2-4, Jakarta Pusat. | Foto: Kompas.com

3. Siapa saja pengurus BPI Danantara?

Berikut adalah susunan pengurus BPI Danantara:

  1. Kepala Danantara: Rosan Roeslani
  2. Ketua Dewan Pengawas: Erick Thohir (Menteri BUMN)
  3. Wakil Ketua Dewan Pengawas: Muliaman Hadad
  4. Holding Investasi: Pandu Sjahrir
  5. Holding Operasional: Donny Oskaria (Wakil Menteri BUMN)

4. Siapa saja anggota Dewan Pengawas BPI Danantara?

  • Ketua Dewan Pengawas: Erick Thohir (Menteri BUMN)
  • Wakil Ketua Dewan Pengawas: Muliaman Hadad
  • Anggota Dewan Pengawas: Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo

Pengurus BPI Danantara dapat diberhentikan oleh Dewan Pengawas Danantara. Dewan Pengawas memiliki wewenang mengevaluasi kinerja pengurus dan mengambil keputusan terkait pemberhentian jika diperlukan.

Selain itu, keputusan pemberhentian juga dapat melibatkan persetujuan dari Kementerian BUMN dan pihak terkait lainnya untuk memastikan proses yang transparan dan akuntabel.

SBY dan Jokowi menjadi anggota Dewan Pengawas BPI Danantara. | Foto: Dok. Sekretariat Presiden

5. Instansi apa saja yang terlibat dalam pengawasan BPI Danantara?

BPI Danantara diawasi oleh beberapa lembaga penting yang dissebut Komite Pengawas untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas:

  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK): OJK memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengawasi industri keuangan, termasuk SWF Danantara.
  • Kementerian Keuangan: Terlibat dalam pengawasan dan pengelolaan keuangan negara yang diinvestasikan melalui Danantara.
  • Dewan Pengawas Danantara: Terdiri dari tokoh-tokoh penting seperti Erick Thohir dan Muliaman Hadad, yang bertugas mengawasi operasional dan investasi Danantara.

Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan bahwa Danantara dikelola dengan baik dan sesuai dengan tujuan strategis nasional.

6. BUMN apa saja yang bergabung dalam BPI Danantara?

Berikut adalah daftar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan bergabung dalam BPI Danantara:

  1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
  2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)
  3. PT PLN (Persero)
  4. PT Pertamina (Persero)
  5. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)
  6. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
  7. Mining Industry Indonesia (MIND ID)

BUMN-BUMN ini akan menjadi bagian dari pengelolaan aset Danantara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

7. Apa saja target ambisius dari BPI Danantara?

BPI Danantara memiliki beberapa target hasil yang ambisius:

  1. Pengelolaan Aset: Danantara ditargetkan untuk mengelola aset lebih dari 900 miliar dollar AS, menjadikannya salah satu SWF terbesar di dunia.
  2. Investasi Proyek Strategis: Investasi dalam proyek-proyek strategis di berbagai sektor seperti energi terbarukan, industri hilir, manufaktur canggih, dan produksi pangan.
  3. Pertumbuhan Ekonomi: Mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen dalam lima tahun ke depan.
  4. Transformasi BUMN: Mengintegrasikan dividen BUMN ke sektor yang mendorong pertumbuhan jangka panjang dan mentransformasi BUMN agar menjadi pemimpin kelas dunia.

8. Negara mana saja yang menerapkan SWF dan sukses?

Beberapa negara yang sukses mendirikan dan mengelola SWF adalah:

  • Norwegia: Government Pension Fund Global, yang mengelola lebih dari 1,7 triliun dollar AS, telah berhasil menginvestasikan surplus pendapatan minyak untuk memastikan kesejahteraan generasi mendatang.
  • Singapura: Temasek Holdings dan GIC (Government of Singapore Investment Corporation) adalah dua SWF yang sangat sukses, berinvestasi secara agresif dan menghasilkan profit besar.
  • Uni Emirat Arab: Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) telah mendiversifikasi ekonominya dari ketergantungan pada minyak menjadi ekonomi yang lebih beragam dengan investasi di sektor teknologi dan infrastruktur.
  • Malaysia: Khazanah Nasional telah membuktikan bagaimana SWF dapat menjadi alat strategis untuk membangun ekonomi melalui diversifikasi sektor-sektor utama seperti infrastruktur, pendidikan, dan teknologi.

9. Apa contoh SWF di dunia yang gagal dan penyebab kegagalannya?

Penelusuran majalahlintas.com, setidaknya ada dua SWF yang pernah ada dan gagal.

  1. Brazilian Sovereign Fund (BSF): Brasil membentuk BSF pada tahun 2008 dengan tujuan mempromosikan investasi dan meningkatkan simpanan publik. Namun, BSF dibubarkan pada tahun 2019 karena terlilit utang dan kurangnya disiplin fiskal. Kegagalan ini disebabkan oleh pengelolaan yang kurang efektif dan ketergantungan pada obligasi negara.
  2. 1Malaysia Development Berhad (1MDB): SWF ini dibentuk oleh pemerintah Malaysia pada tahun 2009. 1MDB mengalami kegagalan besar karena terlibat dalam skandal korupsi dan pencucian uang. Kegagalan ini disebabkan oleh kurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana.

Kedua contoh ini menunjukkan pentingnya pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan disiplin fiskal dalam menjalankan SWF agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

Kita menyambut baik pembentukan BPI Danantara. “Sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang”. Sekali tujuan mulia ditetapkan, jika dijalankan dengan amanah, yakin bisa tercapai. (HRZ/dari berbagai sumber)

Oleh:

Share

ARTIKEL TERKAIT