JAKARTA, LINTAS — Gowwe Group yang dirintis sejak 1 Mei 2017 bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional di Yogyakarta oleh Ir Ordeli Zalukhu, pada tahun 2020 atas permintaan orang tua Founder Gowwe Group kembali ke tempat kelahirannya Nias dan optimistis tetap melanjutkan usaha Gowwe Group.
Gowwe Group merupakan Perusahaan Jasa Kontruksi yang sudah berbadan hukum dengan Akta Pendirian Nomor 35 Tanggal 10 Juni 2021 Notaris Synodia Eunice Telaumbanua, SH dan berkantor di Jalan Sudirman Nomor 56, Kota Gunungsitoli, Kepulauan Nias, Sumatera Utara.
Secara filosofis Gowwe memiliki tiga arti, yakni (1) Eben Haezer/Sampai di Sini Tuhan Menolong Kita; (2) Batu sebagai Dasar dan Jiwa Kepemimpinan yang Kuat; (3). Harus Bergerak Melakukan Sesuatu yang Berdampak Besar.



Bukan hanya di konstruksi, visi misi Gowwe Group memberikan pelayanan SEMUA #SERBAKEMUDAHAN atau “AOHA NORO” kepada pelanggan di berbagai bidang, di antaranya bidang Teknik, Leveransir, Informasi Teknologi, Manajemen SDM, Properti, Desain Grafis, Desain Website/Blog, Pemasaran/Promosi, Social Media Marketing dan Misi Sosial.
Serta Layanan Jasa lainnya mulai dari Finance—wadah untuk mengedukasi masyarakat tentang tata kelola keuangan dan berinvestasi; Pena—berupa wadah tulis menulis; dan Foundation—wadah untuk mencapai tujuan utama Gowwe Group ke depan yaitu untuk menolong anak-anak Indonesia mencapai mimpi-mimpi indah mereka, yang saat ini sedang menjalin kerja sama dengan beberapa organisasi dan NGO seperti Yayasan Save The Children.
Pasar Gowwe Group tersebar di berbagai tempat di Indonesia, yaitu di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua yang digerakkan dengan beberapa unit usaha, yaitu PT. Gowwe Nusa Utama, CV. Gowwe Bangun Nusantara, CV. Gowwe Nusa Consutant, Usaha Bareto, dan Usaha Mamawa K-Tiga.
Industri konstruksi Indonesia memasuki fase transformasi menuju 2030. Pertumbuhan pasar yang signifikan, dukungan kebijakan, implementasi teknologi digital, serta standar hijau menjadi kombinasi yang menuntut kesiapan tinggi.

Usaha yang bergerak dalam bidang konstruksi baik kontraktor maupun konsultan tidak hanya harus fokus pada kemampuan teknis, tetapi juga memahami dinamika regulasi, pembiayaan, dan tren global. Dengan strategi yang tepat, industri konstruksi Indonesia berpeluang menjadi pemain utama di kawasan sekaligus menopang agenda pembangunan nasional. (PAH/SAL)

























