Tekad sudah bulat, semangat untuk mudik telah berkobar. Eitt, jangan lupa ada sejumlah tips aman dan nyaman berkendara dengan mobil saat mudik, lho! Apa saja?
Jika berencana mudik Lebaran tahun ini menggunakan mobil, ada berbagai hal yang perlu Anda perhatikan sebelum dan selama perjalanan.
Salah satu Pengurus Pusat Xenia Mania Club Indonesia, Khusnul Adib, memberikan tujuh tips mendasar agar aman dan nyaman berkendara menuju kampung halaman.
1. Pastikan Kondisi Kendaraan Prima
Tips pertama adalah memastikan kendaraan dalam kondisi prima. Sejumlah komponen penting yang perlu diperiksa fungsinya dengan baik adalah mesin, rem, kaki-kaki, dan ban.
“Memastikan mesin masih bagus bisa dinilai dari antara lain saat mobil ‘dipanaskan’, aki mobil tidak drop atau oli tidak bocor. Fungsi rem juga harus dipastikan bekerja dengan baik. Kaki-kaki harus di-setting dengan nyaman. Perhatikan pula apakah ban sudah tipis atau belum,” ujar pria yang biasa dipanggil Adib ini ketika dihubungi oleh Majalah Lintas, Rabu (12/4/2023).
Komponen-komponen lain yang perlu dipastikan fungsinya, lanjut Adib, ialah lampu, rem, klakson, dan kampas kopling
2. Isi BBM atau Baterai
Sebelum memulai perjalanan, Adib menambahkan, ada baiknya Anda mengisi BBM kendaraan atau baterai bila mobil Anda adalah mobil listrik. Situasi saat musim mudik bisa berubah cepat. Jika BBM atau baterai tidak terisi penuh dan terjebak di kemacetan, perjalanan Anda bisa akan lebih melelahkan. Tak terlewat, isilah saldo e-Toll bila Anda ingin melewati jalan tol.
3. Periksa Kesehatan Fisik
Mudik umumnya adalah perjalanan jauh. Maka, kata Adib, kesehatan fisik pengendara sangat penting. Tak hanya pengemudi, kesehatan para penumpang lain juga penting. Lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis perlu mendapat perhatian khusus. Bila perlu, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter sebelum melakukan perjalanan.
“Saat di perjalanan, beristiratlah setelah maksimal 4 jam mengemudi secara nonstop. Bila belum 4 jam sudah lelah atau mengantuk, segera beristirahat di tempat-tempat yang disediakan,” lanjut Pengurus Indonesia Automotif Society (IAS) DKI Jakarta ini.
4. Siap Mental
Selain fisik, Adib meneruskan, kesehatan mental juga tak kalah penting. Pengemudi, misalnya, harus siap mental mengemudikan kendaraan untuk jarak jauh.
“Ada beberapa pengemudi yang kurang percaya diri mengemudi dalam jarak jauh. Sikap mental ini bisa memengaruhi bagaimana ia mengemudikan kendaraan di perjalanan,” jelas pria yang juga aktif di Indonesian Black Car Community (IBCC) ini.
5. Bawa Perlengkapan Secukupnya
Tips berikutnya adalah membawa perlengkapan secukupnya. Utamakan membawa barang-barang yang penting saja. Kendaraan yang kelebihan beban juga bisa meningkatkan potensi kecelakaan di perjalanan.
6. Membawa Obat-obatan
Adib juga mengimbau untuk membawa obat-obatan pribadi. Pastikan juga tersedia kotak P3K di kendaraan. Di dalam kotak P3K bisa berisi plester luka, termometer, minyak telon, obat penurun panas hingga vitamin.
7. Memantau Rute Perjalanan
Sebelum mudik, pastikan untuk melakukan cek rute perjalanan yang akan ditempuh. Tak ada salahnya untuk terus memantau informasi terkini melalui berbagai saluran komunikasi.
“Berbagai informasi bisa diperoleh melalui website, media sosial, atau aplikasi tertentu. Carilah informasi aktual seputar rute, lokasi SPBU sampai pemberlakuan rekayasa lalu lintas, seperti one way, contra flow, atau ganjil genap di jalan tol,” papar Adib. (BAS)



















