JAKARTA, LINTAS — Kota Bandung akan segera memiliki dua jalan tol baru yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang semakin parah. Proyek ini mencakup pembangunan Tol Dalam Kota Bandung atau Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) dan Tol Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasikmalaya).
Jalan Tol Dalam Kota Bandung (BIUTR) akan membentang sepanjang 27,3 kilometer dan dirancang sebagai jalan layang, mirip dengan Jalan Tol Tanjung Priok di Jakarta. Proyek ini telah tertunda selama 17 tahun dan kini kembali dilanjutkan dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
“Pembangunan tol ini sangat penting untuk mengatasi kemacetan di pusat kota,” kata Budi Santoso, Kepala Proyek BIUTR, seperti dikutip Antara News, beberapa waktu lalu.
Baca Juga; Japek II Selatan Solusi Kemacetan Jalur Utama Jakarta-Bandung
Jalan Tol Cigatas akan menghubungkan Cileunyi, Kabupaten Bandung, dengan Kabupaten/Kota Garut dan Tasikmalaya, serta merupakan bagian dari rute proyek Jalan Tol Getaci (Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap). Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Jalan Tol Cigatas akan menjadi jalur penting bagi distribusi barang dan mobilitas masyarakat
Pembiayaan kedua proyek ini, kata Budi, melibatkan berbagai sumber, termasuk anggaran pemerintah dan investasi swasta. Pemerintah berusaha menarik minat investor dengan menawarkan proyek-proyek yang layak secara ekonomi.

Dengan dimulainya pembangunan dua jalan tol baru ini, Pemerintah Kota Bandung menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan infrastruktur transportasi. Proyek-proyek ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan, mempercepat waktu tempuh, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Selain itu, pembangunan jalan tol ini juga diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru di wilayah sekitar, Dengan adanya akses yang lebih baik, diharapkan investasi dan lapangan kerja baru akan tumbuh di daerah-daerah yang sebelumnya kurang berkembang.
“Kami melihat potensi besar dalam pengembangan kawasan industri dan komersial di sepanjang jalur tol,” kata Budi Santoso.
Pemerintah Kota Bandung juga berencana untuk mengintegrasikan jalan tol ini dengan sistem transportasi publik lainnya, seperti bus rapid transit (BRT) dan LRT Bandung Raya. Triono Junoasmono, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan Kementerian PUPR juga berpendapat bahwa integrasi akan membantu Masyarakat.
“Integrasi ini penting untuk memastikan bahwa masyarakat memiliki berbagai pilihan transportasi yang efisien dan terjangkau,” ujar Triono.
Dengan demikian, pembangunan jalan tol ini tidak hanya akan mengurangi kemacetan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan mobilitas warga Bandung secara keseluruhan. (BSP)
Baca Juga: Ruas Tol Jakarta-Cikampek Ada Perbaikan Jalan, Cek Jadwal dan Lokasinya









