Home Berita Atasi Kekeringan di Pakisjaya Karawang, Air Citarum Dipompa ke Sawah

Atasi Kekeringan di Pakisjaya Karawang, Air Citarum Dipompa ke Sawah

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan 20 unit pompa untuk membantu mengatasi kekeringan yang melanda lahan pertanian di Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Pompa digunakan untuk mengalirkan air dari Sungai Citarum dan jaringan irigasi menuju area persawahan yang terdampak.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemenuhan kebutuhan air untuk pertanian menjadi perhatian pemerintah, terutama di wilayah yang menghadapi kemarau ekstrem atau fenomena El Nino.

“Kekeringan bukan hanya persoalan berkurangnya air, tetapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari dan sektor pertanian. Karena itu, Kementerian PU memastikan dukungan air dapat segera diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama pada lahan-lahan pertanian,” kata Dody, Selasa (6/10/2026).

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Mochammad Dian Al Ma’ruf menjelaskan, Pakisjaya menjadi salah satu wilayah di Wilayah Sungai (WS) Citarum yang mengalami kekeringan.

Kondisi tersebut antara lain disebabkan sejumlah area tidak terjangkau jaringan irigasi teknis Daerah Irigasi (DI) Jatiluhur.

“Selain itu, terdapat infrastruktur irigasi yang rusak serta lahan yang terdampak perubahan waktu tanam. Kekeringan terjadi di tiga desa, yakni Desa Solokan, Desa Telukjaya, dan Desa Tanahbaru,” tutur Dian.

Operasikan 20 Unit Pompa

Untuk mengatasi kondisi tersebut, BBWS Citarum mengoperasikan 20 unit pompa dengan kapasitas sekitar 40–80 liter per detik. Pompa tersebut berasal dari BBWS Citarum, BBWS Citanduy, BBWS Ciliwung Cisadane, serta Kementerian Pertanian.

Air dipompa dari Sungai Citarum karena wilayah tersebut tidak memiliki sumber air lain yang memadai dan berbatasan dengan kawasan air asin.

Selain pompanisasi, Kementerian PU melakukan normalisasi saluran irigasi pada titik yang menghambat aliran air.

Penanganan yang berlangsung sejak 19 Agustus hingga 28 September 2026 tersebut telah membantu mengairi sekitar 400 hektare sawah.

“Dari total 1.150 hektare lahan terdampak di Pakisjaya, upaya penanganan telah berhasil mengairi dan menyelamatkan sekitar 400 hektare, baik untuk tanaman yang sudah tumbuh (standing crop) maupun lahan yang bersiap untuk ditanam,” kata Dian.

OMC Tambah 45,8 Juta Meter Kubik Air

Selain pompanisasi dan normalisasi saluran, Kementerian PU bersama TNI AU, Perum Jasa Tirta (PJT) II, dan BMKG melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah.

OMC di Jawa Barat dilakukan secara bertahap pada 18 September hingga 4 Oktober 2026. Operasi tersebut ditujukan untuk menjaga ketersediaan air bagi sekitar 523 ribu hektare lahan sawah dengan cakupan sekitar 2.000 kilometer jaringan irigasi di WS Citarum.

Hingga 3 Oktober 2026, operasi tersebut menghasilkan tambahan ketersediaan air di sejumlah tampungan sebesar 45,8 juta meter kubik.

“Hingga 3 Oktober operasi ini telah berhasil menambah ketersediaan air di tampungan sebesar 45,8 juta meter kubik,” tutur Dian.

Kementerian PU juga berkoordinasi dengan pengelola waduk untuk menjaga ketersediaan air bagi irigasi, kebutuhan air baku, dan listrik. Pengaturan dilakukan agar pemanfaatan air tetap optimal dan tidak terbuang. (CHI)

Oleh:

Share