BLORA, LINTAS – Bendung Karangnongko yang merupakan long storage yang memanfaatkan teknologi bendung gerak di Sungai Bengawan Solo sepanjang 24 kilometer tetap akan dibangun. Nantinya, bendung ini dapat menampung air dengan kapasitas 59 juta meter kubik.
“Kita terlebih dahulu bangun di daerah kering di Sungai Bengawan Solo, jadi tidak menyentuh masyarakat. Kalau sudah jadi kita bangun cofferdam untuk mengalirkan air baru kita bangun bendungannya,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat bersama Menteri Sekretaris Negara Pratikno meninjau lokasi pembangunan Bendung Gerak Karangnongko di Desa Ngelo, Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (19/10/2023).

Secara teknis, Bendung ini memiliki luas genangan 1.027 hektar untuk mengairi daerah irigasi seluas 6.950 hektar di Kabupaten Blora, Bojonegoro, dan sekitarnya.
Suplai air irigasi Bendungan Karangnongko akan didistribusikan melalui Daerah Irigasi (DI) Karangnongko Kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.746 hektar dan DI Karangnongko Kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 5.203 hektar.
“Ini adalah pengecualian, izin keluar dari Bapak Presiden langsung untuk membangun Karangnongko. Sementara untuk yang lain tidak ada (pembangunan baru lagi). Semua kita lakukan dengan niat baik. Saya kira kami mendukung sekali usulan masyarakat untuk bisa membangun bendung gerak ini. Pernak-pernik masalahnya pasti ada, terutama masalah sosial. Tetapi kami sudah membangun 61 bendungan dan Alhamdulillah semua berjalan lancar. Saya yakin pembangunan Bendungan Karangnongko pun akan lancar sampai selesai,” kata Menteri Basuki.

Dua Paket
Pembangunan Karangnongko dikerjakan dalam 2 paket pekerjaan dengan anggaran APBN senilai Rp1, 26 triliun. Paket 1 sudah terkontrak pada September 2023 dengan penyedia jasa PT Waskita Karya (Persero)-PT Hutama Karya (Persero)-PT Pembangunan Perumahan Tbk(KSO). Paket 2 terkontrak Oktober 2023 dengan kontraktor PT Waskita Karya-PT Bangkit Berkah Perkasa-PT Kelman Infra Pratama (KSO). Bendung Gerak Karangnongko ditargetkan sesuai kontrak Desember 2026.
Bendung Gerak Karangnongko juga akan terintegrasi dengan tiga Bendung Gerak di hilirnya, yakni Bendung Gerak Bojonegoro, Bendung Gerak Babat dan Bendung Gerak Sembayat untuk penyediaan air untuk kebutuhan irigasi dan air baku sebesar 1.155 liter/detik pada wilayah hilir Bengawan Solo. Serta diproyeksikan dapat menyuplai air irigasi di kawasan Solo Valley Werken seluas 62.000 hektar. (*/HRZ)
Baca Juga: Atasi Banjir di Karawang dan Bekasi, Brantas Garap Bendungan Cijurey



















