JAKARTA, LINTAS – Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Sapta Taruna resmi mengubah namanya menjadi STT Pekerjaan Umum pada Rabu (10/7/2024). Hal ini ditandai dengan Penyerahan SK Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, oleh Kepala LLDikti wilayah III, di Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III, Jl. SMA Negeri 14, Cawang, Jakarta Timur,
Sebelumnya, Surat Keputusan (SK) perubahan nama STT Sapta Taruna menjadi STT Pekerjaan Umum telah diterbitkan pada 25 Juni 2024. Namun, penyerahan SK baru dilaksanakan pada Rabu (10/7/2024).
SK perubahan nama itu diserahkan langsung oleh Kepala LLDikti Wilayah III, Prof Dr Toni Toharudin, SSi, MSc didampingi Ketua Tim Kerja Kelembagaan dan Kemitraan LLDikti Wilayah III Murhadi.
Prof Toni mengatakan, perubahan nama STT Sapta Taruna menjadi STT Pekerjaan Umum diharapkan menjadi daya tarik bagi masyarakat dan memberi kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
“Perubahan nama ini, merupakan langkah awal untuk mem-branding kampus ini dengan nama baru. Artinya, kampus sedang merintis perguruan tinggi terus berkualitas,” ujarnya.
Menurut Prof Toni, dengan branding baru, diharapkan bisa menjadi daya tarik buat masyarakat sehingga calon-calon mahasiswa masuk ke perguruan tinggi ini.
“Artinya, branding itu sudah dipikirkan dengan baik bahwa itu akan membawa manfaat yang luar biasa untuk kampus. Dan mudah-mudahan, saya berharap, kampus ini terus berkualitas dan memberikan kontribusi nyata buat bangsa dan negara,” tutur Toni.

Ingin Lebih Dikenal
Ketua STT Pekerjaan Umum Dr Ir Arie Setiadi Moerwanto, MSc, kepada Lintas, mengatakan, perubahan nama ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh STT PU untuk membuat masyarakat lebih mengenal STT PU.
Dengan nama baru ini diharapkan masyarakat atau calon mahasiswa menjadikan STT PU sebagai pilihannya saat memilih perguruan tinggi. Arie mengatakan bahwa nama baru ini adalah upaya untuk membawa STT PU menjadi sejajar dengan perguruan tinggi lainnya yang selama ini difavoritkan oleh masyarakat seperti ITB dan UGM.

“Pihak STT menyadari bahwa hal ini tidak mudah. Karena itu, pihak STT PU akan bekerja keras dalam 5 tahun ke depan untuk mewujudkan rencana tersebut. Selain itu, pihak STT PU juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak demi merealisasikan rencana tersebut,” kata Arie.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat dengan STT Sapta Taruna
Selain STT Pekerjaan Umum, ada empat perguruan tinggi lainnya yang juga menerima SK Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Keempat lembaga lain tersebut adalah, pertama, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan PGI Cikini mendapatkan izin perubahan bentuk dari Akademi Perawatan RS PGI Cikini Menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan PGI Cikini berlokasi di Jakarta dan dikelola oleh Yayasan Kesehatan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).
Kedua, Politeknik Sahid, yang memperoleh izin pembukaan Program Studi di Luar Kampus Utama Pengelolaan Perhotelan Program Sarjana Terapan pada Politeknik Sahid di Jakarta, diselenggarakan oleh Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Sosial Sahid Jaya.
Ketiga, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta di Jakarta memperoleh izin Pembukaan Program Studi Sains Data Program Sarjana Pada Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta di Jakarta.
Keempat, Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka memperoleh izin pembukaan Program Studi Teknologi Rekayasa Mekatronika Program Sarjana Terapan Pada Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka di Jakarta, dikelola Persyarikatan Muhammadiyah.

Mengurus Akreditasi
Pada acara Penyerahan SK Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tersebut, Prof Toni mengatakan bahwa langkah berikutnya yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi setelah menerima SK adalah mengurus akreditasi. Ini terutama harus dilakukan oleh perguruan tinggi yang membuka prodi baru.
“Sekali lagi, ucapan selamat dan insya Allah, kampus Bapak-Ibu sekalian terus berkontribusi untuk bangsa yang tercinta ini dan saya kira kualitas harus tetap dijaga agar para customer atau masyarakat bisa antusias memasuki perguruan tinggi Bapak-Ibu sekalian,” kata Toni. (MSH)
Baca Juga: Arie Setiadi Moerwanto Pimpin STT Sapta Taruna 2024-2028
























