Jakarta, Lintas — Ada tiga tahap pengujian yang harus dijalani LRT Jabodetabek yang ditargetkan untuk beroperasi pada 18 Agustus 2023.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi ingin memastikan aspek keselamatan telah terpenuhi sebelum LRT Jabodebek mulai beroperasi secara komersial pada 18 Agustus 2023.
Untuk itu, menurut Menhub, Lintas Raya Terpadu Jakarta-Bogor-Depok Bekasi atau LRT Jabodebek harus melalu serangkaian pengujian dalam tiga tahap.
“Uji coba ini kita lakukan hingga lima hari sebelum 18 Agustus, sehingga dapat segera kita laporkan kepada Presiden,” kata Menhub Budi Karya dalam keterangannya, Sabtu (29/7/2023).

Tahap 1 uji coba ini yakni pengoperasian semua kereta LRT. Hal ini untuk memastikan aspek keamanan dan keselamatan terpenuhi di semua kereta yang akan dioperasikan.
Lalu tahap 2, pengoperasian kereta dengan jumlah penumpang maksimal. Hal ini demi memastikan pelayanan penumpang serta tingkat kenyamanannya.
Terakhir, tahap 3 dilakukan uji coba dengan jarak antarkereta (headway) ketat dalam rute pergi-pulang (pp).
“Jika pengujian berjalan lancar, operasional LRT Jabodebek secara komersial dapat dilakukan saat kita merayakan ulang tahun ke-78 kemerdekaan Republik Indonesia,” lanjut Menhub.
Kembali Dicek Menhub
Menhub Budi Karya kembali mengecek langsung proses pengujian LRT Jabodebek dari Stasiun Dukuh Atas Jakarta ke Stasiun Harjamukti Depok pp, Sabtu (29/7/2023).
Lalu, dari Stasiun Dukuh Atas ke Stasiun Jatimulya Bekasi Timur pp. Menhub menyebut laju kereta sudah lebih halus dan nyaman dari sebelumnya.
“Saya bahagia kini sudah semakin baik dibandingkan pengujian sebelumnya. Saya minta kepada operator, jika ada kelemahan agar segera diperbaiki dan ditingkatkan,” ujar Menhub.
Baca juga: Uji Coba LRT Jabodebek Fokus Aspek Keselamatan dan Sistem Operasional

Menhub juga mengunjungi Gedung Operation Control Center (OCC) LRT Jabodebek. Budi Karya memberikan pengarahan dan motivasi kepada para petugas, dari train attendant, petugas OCC, sampai kepala Stasiun LRT Jabodebek.
Menhub mempersilakan para petugas untuk menyampaikan aspirasinya sebagai bahan masukan dan evaluasi. “Ketika kereta ini sudah berjalan, maka kita tidak bisa berhenti atau mundur lagi.”
“Kalau ada masalah, pasti akan banyak keluhan dari masyarakat. Untuk itu, kita harus pastikan dengan quality control dan tingkat keselamatan yang baik,” tutur Menhub.
Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Didiek Hartantyo mengapresiasi langkah Menhub.
Menurutnya, kehadiran Menhub bisa menjadi penyemangat bagi jajaran KAI, khususnya divisi LRT Jabodebek, terutama dalam mempersiapkan pengoperasiannya. (EDW)
Baca Juga: LRT Jabodebek Beroperasi Pertengahan Agustus, Berapa Tarifnya?

































