Kemacetan yang sering terjadi di persimpangan Gatot Subroto di Medan, Sumatera Utara, bakal segera terurai. Tidak hanya itu, kecelakaan yang acap kali terjadi di sekitar Mal dan Apartemen Manhattan Time Square itu juga akan diminimalisasi dengan dibangunnya lintas bawah atau underpass.
Aktivitas pembangunan jalan lintas bawah atau underpass di Simpang Gatot Subroto, Medan, Sumatera Utara, Rabu (22/11/2023), tampak sudah dimulai. Sebuah alat berat berupa bor yang disebut hydraulic grab menjulang tepat di atas jalan di lokasi pembangunan underpass yang dipagari seng itu. Mesin grab hidrolik itu akan digunakan untuk menggali dinding diafragma.
Lintas, yang menyambangi dan melihat dari dekat pembangunan underpass Gatot Subroto ini, diterima Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.5 Provinsi Sumatera Utara Tambos Nainggolan didampingi staf, penyedia jasa, dan konsultan.
Dalam penjelasannya kepada Lintas, Tambos mengklaim bahwa penerapan sistem dinding diafragma atau disebut D-Wall tersebut merupakan yang pertama di Sumatera Utara.

“Pendekatan D-Wall ini yang pertama kami lakukan di Sumut. Dengan alat grab hidrolik ini akan dibuat dinding diafragma berupa struktur beton yang dibuat panel per panel dan biasanya digunakan sebagai dinding penahan. Dinding ini dibuat dengan cara menggali tanah dan kemudian mengisi lubang tersebut dengan beton,” kata Tambos.
Disebutkan, penyedia jasa akan menggunakan dua unit mesin dan mulai dilakukan penggalian pada akhir November. Pekerjaan D-Wall ini, kata Tambos, kedalamannya mencapai 30 meter. “Tebal dinding diafragma 80 cm dan lebarnya 4 meter,” ujarnya.
Manfaat D-Wall
Setidaknya ada sejumlah manfaat penggunaan D-Wall, yakni, pertama, struktur permanen, di mana dinding diafragma dapat digunakan sebagai struktur dinding permanen. Kemudian, kedua, dinding ini dapat dipasang hingga kedalaman yang cukup besar. Ketiga, meminimalisasi getaran dan kebisingan. Keempat, pergerakan tanah akibat dampak penggalian bisa diminimalkan karena D-Wall merupakan struktur yang kaku.
Kelima, D-Wall akan mendukung konstruksi utama, yakni terowongan dan sebagai pendukung fondasi untuk penggalian. Setelah itu, keenam, dinding diafragma hampir kedap air sehingga menjadikannya pilihan yang baik untuk penggalian dalam.

“Kami menggunakan D-Wall, selain mempercepat pekerjaan, juga agar saat penggalian tanah di sekitar tidak runtuh. Tanpa D-Wall, struktur menjadi tidak kedap air. Itu bisa menjadi masalah jika ada air tanah di lokasi,” papar Tambos.
Underpass Gatot Subroto—yang peletakan batu pertama dilaksanakan pada Selasa (31/10/2023) oleh Direktur Pembangunan Jembatan Kementerian PUPR Budi Herimawan Semihardjo—memiliki panjang 750 meter dengan Anggaran pembangunannya dari APBN sebesar Rp 200 miliar.
Menurut dokumen kontrak, kata Tambos, pengerjaan underpass Gatot Subroto ditargetkan selesai pada September 2024.
“Untuk strukturnya mungkin sebelum Agustus sudah selesai. September yang minor minornya sudah bisa sehingga sudah open traffic. Menurut rencana, pada awal September 2024 harusnya udah bisa rampung,” kata Tambos.
Tambos menjelaskan, kalau nanti sudah selesai, jalur ke bawah dua arah terdiri dari empat lajur dan di atas ada 2 lajur masing-masing kiri dan kanan.
Urai Kemacetan
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Junaidi, kepada Lintas, mengatakan, pembangunan underpass Gatot Subroto ini sudah lama direncanakan. Awalnya perencanaannya diusulkan pembangunan flyover.
“Namun, karena di tempat itu berdiri gedung tinggi, yakni Mal Manhattan Time Square, kalau flyover pemandanganya menjadi kurang bagus. Karena itu akhirnya diputuskan untuk membangun lintas bawah atau underpass,” kata Junaidi.
Junaidi menjelaskan, Underpass Gatot Subroto penting untuk mengurai kemacetan yang selalu terjadi di persimpangan Gatot Subroto itu.
“Ada bottle neck karena di situ berada di persimpangan. Apalagi di lokasi tersebut juga ada mal besar, Manhattan Times Square, sehingga hampir setiap hari terjadi kemacetan,” kata Junaidi.
Selain itu, di persimpangan ini juga sering terjadi kecelakaan, terutama pada malam hari, hingga memakan korban jiwa. Kendaraan dari Medan ke Binjai atau dari Binjai ke Medan itu sering sekali melewati persimpangan tersebut dengan kecepatan tinggi sehingga menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
“Jadi, bukan hanya mengurai kemacetan, kehadiran jalan lintas bawah ini dimaksudkan juga untuk menekan angka kecelakaan,” ujarnya.
Lahan dan Lalu Lintas
Hingga 22 November 2023, terkait lahan, Tambos memberi tahu, bahwa tersisa satu rumah yang belum dibongkar karena pemilik rumah masih meminta waktu untuk persiapan pengosongan rumahnya. “Jadi, hampir bisa dibilang masalah lahan sudah tidak ada,” kata Tambos.
Kemudian, dampak dari pembangunan lintas bawah ini, telah dibuat skenario pengaturan lalu lintas.
Kepala Satuan Kerja (Satker) PJN 4 Sumatera Utara Rahmad Parulian, kepada Lintas, menjelaskan pengaturan ulang manajemen lalu lintas sebagai dampak pembangunan Underpass Gatot Subroto mencakup rencana penyediaan lima rute alternatif jalan.
”Ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan di lokasi proyek,” ujar Rahmad.
Kelima rute alternatif tersebut adalah Rute A, yakni kendaraan besar tujuan Helvetia, Belawan, Lubuk Pakam dialihkan melalui Jalan Tol Medan-Binjai via gerbang tol Semayang.
Kemudian untuk Rute B, kendaraan kecil tujuan Binjai-Medan dialihkan melalui Jl. Kelambir 5-Jl. Gaperta Ujung-Jl. Gaperta-Jl. Kapten Muslim.
Adapun Rute C, yakni kendaraan kecil tujuan Medan-Binjai dialihkan melalui Jl. Sunggal-Jl. TB. Simatupang. Rute D: Kendaraan kecil tujuan Medan-Binjai dan sebaliknya dialihkan melalui Jl. Rajawali-Jl. Merak-Jl. Amal-Jl. Patriot.
Terakhir, Rute E, yakni untuk kendaraan kecil dapat melalui jalan Gatot Subroto searah di sisi selatan untuk meng-cover area terdampak proyek.
“Adapun terkait manajemen lalu lintas ini akan dilengkapi dengan perambuan dan rambu-rambu yang sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku,” kata Rahmad.
Tambos menambahkan, pihaknya menyimulasikan lalu lintas itu tetap bisa bergerak karena penutupan sebagian supaya lalu lintas bisa tetap dilayani dengan kondisi sekarang.
“Lalu lintas ini tidak berpengaruh besar karena kami bikin simulasinya jadi proses simulasi lalu lintas itu dari simpang Sei Kambing itu sekitar 4 kilometer sudah kami berikan rambu peringatan kepada masyarakat untuk pemberitahuan bahwa ada penutupan sebagian lajur. Demikian juga ke arah Medan dan ke arah Binjai. Sudah ada pemberitahuannya,” pungkas Tambos. (HRZ/PAH)





