JAKARTA, LINTAS — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur dasar di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pascabanjir bandang yang terjadi pada 25 November 2025.
Pemulihan mencakup pembangunan instalasi pengolahan air minum, peningkatan tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah, serta rehabilitasi Kantor Bupati dan kawasan pemerintahan.
Sejumlah pekerjaan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026, dengan sebagian fasilitas diupayakan sudah dapat difungsikan pada akhir November 2026 untuk mendukung pelayanan masyarakat.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penanganan pascabencana di Sumatra dilakukan secara bertahap. Setelah akses darurat dipulihkan, pemerintah melanjutkan rehabilitasi dan rekonstruksi permanen untuk mengembalikan fungsi infrastruktur.
“Yang kita kejar bukan hanya konektivitas kembali tersambung, tetapi juga memastikan infrastruktur yang dibangun kembali dapat memberikan pelayanan yang aman dan andal bagi masyarakat,” kata Dody dikutip Selasa (20/10/2026).
Baca Juga: Banjir Bandang Pesisir Selatan Sumbar Rusak Jalan Nasional, Kementerian PU Siapkan Rp17,5 Miliar
Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh, Tommy Permadhi, menjelaskan bahwa pekerjaan di Aceh Tamiang diarahkan untuk memulihkan layanan dasar sekaligus mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
“Penanganan pascabencana di Aceh Tamiang mencakup pemulihan layanan air minum, peningkatan fasilitas pengelolaan sampah, serta rehabilitasi dan penataan kawasan pemerintahan. Seluruh pekerjaan terus kami dorong agar dapat selesai sesuai target, dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan dan kebutuhan masyarakat,” ujar Tommy.




Tiga Instalasi Air Minum
Pada sektor air minum, Kementerian PU menangani tiga lokasi instalasi pengolahan air (IPA), yakni Kuala Simpang dengan kapasitas 50 liter per detik dan Karang Baru sebesar 200 liter per detik. Sementara itu, di Rantau dilakukan pembangunan IPA baru berkapasitas 20 liter per detik serta rehabilitasi instalasi eksisting berkapasitas 40 liter per detik.
Pekerjaan tersebut ditargetkan memperluas cakupan layanan air minum hingga sekitar 31.000 sambungan rumah (SR). Pemulihan fasilitas ini diharapkan membantu masyarakat memperoleh akses air minum setelah bencana mengganggu infrastruktur dasar.
Selain air minum, Kementerian PU meningkatkan fasilitas persampahan di TPA Kampung Durian atau TPA Rantau. Pekerjaan meliputi pembangunan sel landfill seluas 1,1 hektare dengan kapasitas pengolahan hingga 70 ton sampah per hari, instalasi pengolahan air lindi, serta jalan akses.
Peningkatan fasilitas tersebut ditujukan untuk menambah kapasitas penanganan sampah dan mendukung pengelolaan lingkungan di Kabupaten Aceh Tamiang.
Kementerian PU juga merehabilitasi Gedung Kantor Bupati Aceh Tamiang dan menata kawasan di sekitarnya. Penataan mencakup lapangan upacara, taman, drainase, area parkir, serta fasilitas pendukung lainnya.
Pekerjaan ini bertujuan mengembalikan fungsi kantor bupati sebagai pusat penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pelayanan kepada masyarakat.
Pemulihan mendekati 80 persen
Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi mengapresiasi dukungan Kementerian PU dalam memulihkan infrastruktur yang terdampak banjir bandang. Menurut dia, progres pemulihan secara keseluruhan telah mendekati 80 persen, mencakup rehabilitasi kantor pemerintahan, penataan ruang terbuka hijau, pemanfaatan fasilitas TPA, dan perbaikan layanan air minum.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras dan dukungan Kementerian PU, khususnya Ditjen Cipta Karya, infrastruktur di Aceh Tamiang mulai pulih. Saya melihat pemulihan infrastruktur sudah hampir 80 persen. Kantor Bupati mulai direhabilitasi, ruang terbuka hijau mulai ditata dan dimanfaatkan, fasilitas TPA mulai digunakan, serta penanganan sejumlah instalasi air minum juga berjalan,” tutur Armia.
Meski pemulihan infrastruktur terus berjalan, Armia berharap penanganan dilanjutkan dengan langkah mitigasi untuk mengurangi risiko banjir berulang. Salah satu upaya yang diharapkan adalah normalisasi Sungai Tamiang. (CHI)
Baca Juga: 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur dan Pelayanan












