Home Berita MRT Jakarta Ungkap Desain Baru Blok M, Ada 5 Transformasi

MRT Jakarta Ungkap Desain Baru Blok M, Ada 5 Transformasi

Share

JAKARTA, LINTAS – Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat mengatakan, transformasi kawasan Blok M dirancang untuk menjawab kebutuhan keselamatan bangunan sekaligus menata kawasan yang setiap hari menjadi tujuan lebih dari 25.000 pengunjung.

Menurut Tuhiyat, bangunan Blok M saat ini telah berusia 34 tahun. Sementara aktivitas kawasan terus berjalan dengan 334 tenant yang masih aktif.

“Kami ingin memastikan keselamatan dan keamanan struktur dari bangunan ini. Namun di sisi lain, ada 334 tenant aktif dan lebih dari 25.000 pengunjung setiap hari di Blok M Hub,” kata Tuhiyat dalam peluncuran konsep desain transformasi kawasan Blok M fase ultimate, Selasa (6/10/2026).

Ia mengatakan, transformasi Blok M merupakan bagian dari mandat MRT Jakarta untuk mengembangkan bisnis dan kawasan Transit Oriented Development (TOD) melalui pengelolaan Blok M Hub.

Lima Transformasi

Konsep desain fase ultimate tersebut mencakup lima transformasi utama. Penataan dilakukan mulai dari terminal, kawasan mixed-use, aksesibilitas, area komersial hingga ruang terbuka publik.

Transformasi pertama adalah revitalisasi terminal. Terminal Blok M akan ditata menjadi fasilitas yang lebih modern dan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi.

Kedua, MRT Jakarta menyiapkan pengembangan kawasan mixed-use yang menjadi bagian dari kawasan Blok M ASEAN. Kawasan tersebut dirancang agar mudah diakses, inklusif, dan dapat menampung berbagai aktivitas masyarakat.

Ketiga, aspek aksesibilitas dan integrasi akan menjadi bagian dari penataan kawasan. Hubungan antarmoda transportasi maupun konektivitas antararea akan dibuat lebih mudah, termasuk bagi pejalan kaki.

Keempat, akan dikembangkan destinasi komersial baru yang mencakup ritel, makanan dan minuman (F&B), lifestyle, serta ruang publik dalam satu kawasan.

Kelima, ruang terbuka publik akan ditata menjadi area yang lebih hijau, aktif, dan nyaman untuk berinteraksi maupun beraktivitas.

Tuhiyat menyebut perubahan tersebut akan berdampak pada luas ruang publik dan keseluruhan kawasan Blok M.

Setelah pembangunan selesai, ruang terbuka publik ditargetkan menjadi lima kali lebih besar dibandingkan kondisi saat ini.

Sementara secara keseluruhan, kawasan yang dikembangkan akan memiliki luasan hingga 10 kali dibandingkan kondisi saat ini.

Tuhiyat mengatakan pembangunan Blok M akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal mencakup revitalisasi terminal, kawasan ritel, dan podium.

Pengembangan Blok M

“Terminal dan kawasan ritel serta podium kami targetkan selesai dan beroperasi di tahun 2029. Sementara untuk mixed-use, secara bertahap akan diselesaikan pada tahun berikutnya,” katanya.

Pengembangan Blok M dilakukan melalui kerja sama pemanfaatan aset bersama Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD).

Dalam pelaksanaannya, MRT Jakarta membutuhkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, organisasi perangkat daerah (OPD), serta pemangku kepentingan lainnya.

Tuhiyat menyampaikan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta, Pemprov DKI Jakarta, BPAD, Badan Pembinaan BUMD, serta jajaran terkait yang terlibat dalam proses penataan kawasan tersebut.

Ia berharap transformasi Blok M nantinya dapat menghadirkan kawasan yang lebih aman, terintegrasi, dan memiliki ruang publik yang lebih luas untuk masyarakat.

“Semoga kolaborasi ini menghadirkan ruang publik yang lebih baik dan bermanfaat bagi kita semua,” pungkas Tuhiyat. (CHI)

Oleh:

Share