Home Berita MRT Akan Bangun Jembatan Cincin Donat di Kawasan Sudirman–Dukuh Atas

MRT Akan Bangun Jembatan Cincin Donat di Kawasan Sudirman–Dukuh Atas

Share

JAKARTA, LINTAS – PT MRT Jakarta (Perseroda) berencana membangun jembatan jalur khusus pejalan kaki atau pedestrian deck berbentuk cincin donat di kawasan Sudirman–Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Infrastruktur ini ditujukan untuk menghubungkan empat kuadran kawasan yang hingga kini belum tersambung secara optimal.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, mengatakan pembangunan pedestrian deck tersebut merupakan mandat langsung dari Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta sebagai bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan dan konektivitas antarmoda transportasi publik.

“Kami punya mandat dari Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur untuk membangun pedestrian deck di simpang Sudirman dan Dukuh Atas ini, guna menyatukan empat kuadran yang saat ini belum tersambung,” ujar Tuhiyat saat memberikan sambutan pada peresmian Tahilalats Station di Kompleks Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2025).

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno meresmikan Tahilalats Station, toko hasil kolaborasi PT MRT Jakarta (Perseroda) dengan kreator lokal Tahilalats, di Stasiun MRT Dukuh Atas BNI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2026). Lintas/Rochimawati

Ada Sejumlah Titik Belum Terhubung

Ia menjelaskan, saat ini masih terdapat sejumlah titik yang belum terhubung secara langsung, seperti antara Stasiun BNI City dengan Landmark Tower, serta dari Stasiun BNI City menuju Jalan Tanjung Karang. Kondisi tersebut membuat pejalan kaki belum dapat berpindah antarlokasi dengan nyaman dan aman.

“Ini yang kami coba atasi dengan membangun satu pedestrian deck untuk publik. Jadi bukan untuk kendaraan, melainkan khusus pejalan kaki, agar meningkatkan ridership atau penggunaan transportasi umum,” ujar Tuhiyat.

Menurutnya, proses persiapan pembangunan sudah berjalan. MRT Jakarta tengah mempercepat penyusunan desain serta melakukan uji tanah (soil test). Groundbreaking direncanakan berlangsung pada pertengahan tahun 2025.

“Insyaallah pertengahan tahun ini kita lakukan groundbreaking. Desain sudah kami percepat dan soil test sedang dilakukan. Mudah-mudahan bisa terlaksana pada Mei atau Juni,” jelasnya.

Dukuh Atas Layanan Tersibuk

Dalam kesempatan tersebut, Tuhiyat juga memaparkan kinerja pelayanan MRT Jakarta. Saat ini, MRT Jakarta melayani sekitar 127.000 pelanggan per hari, atau setara dengan 46,5 juta pelanggan dalam setahun. Salah satu titik layanan tersibuk berada di Stasiun MRT Dukuh Atas yang berfungsi sebagai simpul transportasi utama.

“Di Stasiun Dukuh Atas ini ada minimal lima moda transportasi, yaitu MRT itu sendiri, KCI Commuter Line, LRT Jabodebek yang terhubung melalui jembatan penyeberangan multiguna, Kereta Bandara, serta TransJakarta,” tuturnya.

Ia menambahkan, ke depan jumlah moda yang terintegrasi di kawasan tersebut berpotensi bertambah. “Informasinya, jika ada satu LRT lagi yang menembus ke arah Jakarta, maka nantinya bisa ada enam moda transportasi yang terintegrasi di sini,” kata Tuhiyat. (CHI)

Baca Juga: MRT Jakarta Gandeng Tahilalats, Hadirkan Ruang Kreatif di Transportasi Publik

Oleh:

Share