Home Berita Mahasiswa Didorong Manfaatkan Teknologi dalam Memitigasi Bencana

Mahasiswa Didorong Manfaatkan Teknologi dalam Memitigasi Bencana

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi dalam penangangan atau mitigasi bencana.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah saat menjadi pembicara kunci pada Acara Puncak Dies Natalis Ke-67 Universitas Andalas dan Peresmian Pembukaan Program Studi Magister Manajemen Bencana, Kamis (26/10/2023).

Zainal Fatah mengatakan, berdasarkan United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR), setiap 1 dollar AS anggaran yang diinvestasikan pada upaya penanggulangan dan pencegahan risiko bencana dapat menghemat hingga 15 dollar AS untuk pemulihan pascabencana.

Sekjen Kementerian PUPR saat diundang di Universitas Andalas Sumatera Barat. | Dok. KemenPUPR

Selain itu, pada setiap 1 dollar AS anggaran yang diinvestasikan dalam membangun infrastruktur tahan bencana dapat menghemat hingga 4 dollar AS untuk rekonstruksi.

“Artinya sangat penting sekali ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi untuk menyiapkan mitigasi bencana. Bisa menghemat 15 dollar atau 15 kali lipat. Jadi, jangan kita menunggu untuk dipaksa untuk melakukan pemulihan pascabencana yang biayanya jauh lebih besar, 15 kali lipat,” kata Zainal.

Selain untuk menjamin pasokan air, bendungan juga dibangun untuk mengatasi banjir. | Dok. KemenPUPR

Kesiapan

Karena itu, Zainal Fatah menyampaikan ke depan dengan pengetahuan yang terus berkembang dan tentu Program Studi Manajemen Bencana yang dikembangkan oleh Universitas Andalas harus terus didorong sebagai bagian dari advokasi agar Indonesia jauh lebih siap untuk melakukan penanggulangan dan pencegahan bencana.

“Saya mengajak para mahasiswa untuk teruslah belajar dan berinovasi dalam era digital yang penuh tantangan dan persaingan ketat saat ini, agar saudara dapat menjadi bagian dari solusi bukan bagian dari masalah,” kata Zainal Fatah.

Saat ini, kata Zainal, Kementerian PUPR telah membangun 61 bendungan dan hingga 2022 sudah selesai 36 unit. Upaya ini untuk menanggulangi pasokan air dan bahaya banjir.

“Sesungguhnya membangun bendungan secara lebih masif, yang lebih banyak itu untuk investasi masa depan untuk generasi-generasi berikutnya agar kesejahteraan antar waktu bisa kita sajikan untuk anak cucu kita,” kata Zainal Fatah. (*/HRZ)

Baca Juga: Atasi Banjir di Karawang dan Bekasi, Brantas Garap Bendungan Cijurey

Oleh:

Share

ARTIKEL TERKAIT