Home Berita KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Kereta Api di Cicalengka

KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Kereta Api di Cicalengka

Share

JAKARTA, LINTAS — Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebutkan, kecelakaan kereta api di Cicalengka, Jawa Barat, pada 5 Januari 2024, yang melibatkan KA 350 CL Bandung Raya dan KA 65 A Turangga, akibat anomali berupa uncommanded signal.

Menurut Plt. Kepala Sub Komite Investigasi Kecelakaan Perkeretaapian KNKT Gusnaedi Rachmanas, KNKT menyimpulkan bahwa kecelakaan ini terjadi akibat adanya sinyal yang dikirim sistem interface tanpa perintah peralatan persinyalan blok mekanik.

“Jadi, terdapat perbedaan sistem blok antara Stasiun Haurpugur dengan Stasiun Cicalengka. Stasiun Haurpugur menggunakan sistem blok elektrik, sedangkan Stasiun Cicalengka menggunakan sistem blok mekanik,” kata Edi, pekan lalu yang dilansir dari Antara, Minggu (18/2/2024)

Ia menjelaskan, untuk menghubungkan kedua sistem tersebut maka digunakan sebuah perangkat interface di Stasiun Cicalengka.

Uncommanded signal muncul akibat adanya tegangan dengan amplitudo tinggi dalam waktu singkat yang dialami oleh interface Stasiun Cicalengka ketika menerima sinyal dari Stasiun Haurpugur,” tuturnya.

Saat itu, kata Edi, Stasiun Haurpugur mengirim sinyal keberangkatan KA 350 CL Bandung Raya ke Stasiun Cicalengka.

Ketika menerima sinyal keberangkatan itulah, terjadi gangguan dalam interface Stasiun Cicalengka, yang pada akhirnya mengirim uncommanded signal, yakni sinyal yang menyatakan bahwa petak jalan ke arah Stasiun Haurpugur aman untuk dilalui oleh kereta api.

Kecelakaan antara KA Turangga dengan KA Lokal Bandung Raya terjadi pada Jumat (5/1/2024). Akibat kecelakaan itu empat orang tewas. (CHI)

Baca Juga: Kereta Api Turangga dan KA Bandung Raya Tabrakan

Share