Home Berita Intrusi Air Laut Ancam 8.000 Hektare Sawah Lampung, Kementerian PU Kerahkan Pompa

Intrusi Air Laut Ancam 8.000 Hektare Sawah Lampung, Kementerian PU Kerahkan Pompa

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menangani intrusi air laut yang mengancam 8.000 hektare lahan pertanian di Daerah Irigasi Rawa (DIR) Pisang, Kabupaten Lampung Selatan. Penanganan dilakukan melalui normalisasi saluran, perbaikan pintu air, serta pemompaan air dari Sungai Way Sekampung untuk menjaga pasokan air bagi sawah.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, infrastruktur sumber daya air berperan penting dalam menjaga ketersediaan air irigasi dan keberlanjutan produksi pangan. Karena itu, kondisi jaringan saluran perlu dijaga agar distribusi air ke lahan pertanian tetap berjalan.

“Kehadiran infrastruktur sumber daya air sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga,” kata Dody.

Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Kementerian PU melakukan penanganan pada jaringan saluran yang terhubung dengan Sungai Way Sekampung dan Saluran Pembuang Sekunder (SPS) Sragi.

Baca Juga: Tinjau Wanam Merauke, Menteri PU Sebut Panen Perdana di November 2026

Pekerjaan meliputi normalisasi saluran suplesi dari Sungai Way Sekampung menuju SPS Sragi sepanjang sekitar 1,3 kilometer dan normalisasi SPS Sragi sepanjang 3,2 kilometer. Dengan demikian, total panjang saluran yang dinormalisasi mencapai sekitar 4,5 kilometer.

Normalisasi tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas saluran dan memperlancar aliran air menuju jaringan pertanian. Upaya ini diperlukan untuk menjaga distribusi air, terutama ketika ketersediaannya terbatas dan intrusi air laut mengancam lahan sawah.

Perbaikan Pintu Air dan Pemompaan

Selain normalisasi saluran, Kementerian PU telah menyelesaikan perbaikan empat unit pintu Tabat Gayau dan 13 unit pintu pembuang. Pekerjaan juga mencakup pemasangan tiga unit gorong-gorong dengan total panjang 30 meter, disertai konstruksi pasangan batu kali.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan air, petugas memompa air dari Sungai Way Sekampung menuju saluran sepanjang sekitar 700 meter menggunakan pompa bergerak (mobile pump).

Kementerian PU juga menangani sedimentasi pada dua saluran pembuang primer. Pengerukan dilakukan pada Saluran Pembuang Primer (SPP) Sekampung–SPS Sragi sepanjang 5,8 kilometer dan SPP Sekampung–SPP Bali Agung sepanjang 5,6 kilometer.

Pekerjaan tersebut menggunakan lima unit ekskavator berlengan panjang (long arm excavator). Pengangkatan sedimen ditujukan untuk memperlancar aliran air agar dapat diteruskan melalui jaringan saluran dan dipompa menuju lahan pertanian.

Tabat Gayau Kendalikan Aliran Air

Perbaikan pintu Tabat Gayau menjadi bagian dari upaya mengendalikan tata air di kawasan pertanian tersebut. Pintu ini berfungsi mengatur aliran, baik untuk membuang kelebihan air maupun menahan air agar tetap tersedia di saluran.

Pada musim hujan, pintu dapat dibuka untuk mengalirkan air ke Sungai Sekampung. Sementara itu, pada musim kemarau, pintu ditutup untuk membantu menahan intrusi air asin sekaligus menjaga air hasil pemompaan tetap berada di saluran.

Rangkaian pekerjaan tersebut ditujukan untuk memperlancar distribusi air dan mengendalikan masuknya air laut ke jaringan pertanian di DIR Pisang. Ketersediaan air yang lebih terjaga diharapkan membantu petani mempertahankan produktivitas lahan dan mengurangi risiko gagal panen di Lampung Selatan. (CHI)

Baca Juga: AirNav dan Telkom University Kembangkan AI untuk Dukung Layanan Navigasi Penerbangan

Oleh:

Share