Home Berita Arus Balik Nataru 2025/2026 Terkendali, ASDP Siaga Awal 2026

Arus Balik Nataru 2025/2026 Terkendali, ASDP Siaga Awal 2026

Share

JAKARTA, LINTAS — Memasuki awal tahun 2026, arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 pergerakan penumpang dan kendaraan dari Bali menuju Jawa serta dari Sumatera ke Jawa terpantau meningkat, namun tetap berlangsung lancar dan terkendali.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan berjalan aman, terukur, dan andal demi menjaga konektivitas nasional.

Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengatakan, pihaknya terus menjaga kesiapsiagaan operasional untuk mengantisipasi potensi peningkatan arus balik, terutama pada akhir pekan. Menurutnya, awal Januari tidak hanya diwarnai arus balik wisatawan, tetapi juga meningkatnya pergerakan angkutan logistik menuju wilayah Jawa.

“Kami memastikan kesiapan armada, optimalisasi pola operasi, serta penguatan layanan di lintasan utama, termasuk Ketapang–Gilimanuk dan Merak–Bakauheni, agar arus kendaraan tetap terkendali, khususnya pada periode puncak arus balik Nataru,” ujar Heru dari keterangannya, Jumat (2/1/2026).

Mulai Meningkat

Pada Kamis (1/1/2026) atau H+7 Nataru, tercatat sebanyak 30.600 penumpang dan 7.190 kendaraan menyeberang dari Bali ke Jawa melalui lintasan Ketapang–Gilimanuk. Sementara itu, arus balik dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 33.767 penumpang dan 9.043 kendaraan.

Data tersebut mencerminkan mulai kembalinya masyarakat ke Pulau Jawa pascalibur panjang, seiring kembali bergulirnya aktivitas ekonomi di awal tahun.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+7 Nataru, total penumpang dari Bali ke Jawa tercatat 427.910 orang atau turun 4,7 persen, dengan total kendaraan 121.364 unit atau naik 1,8 persen. Sementara itu, penumpang dari Jawa ke Bali mencapai 413.839 orang atau turun 4,5 persen, dengan total kendaraan 110.193 unit atau meningkat 0,9 persen.

Pada lintasan Jawa–Sumatera, tercatat total 654.493 penumpang atau naik 2,7 persen, dengan total kendaraan 144.756 unit. Adapun lintasan Sumatera–Jawa mencatat 582.382 penumpang dengan 146.110 kendaraan, atau meningkat 3,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kapasitas Penyeberangan Relatif Longgar

Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan, berdasarkan data kumulatif Posko Angkutan Nataru 2025/2026, tingkat pemanfaatan kuota di lintasan Bali–Jawa dan Sumatera–Jawa masih berada di kisaran 21,80 persen. Kondisi ini menunjukkan kapasitas penyeberangan relatif longgar, sehingga arus balik dapat berlangsung lebih merata dan terkendali.

Sejalan dengan itu, ASDP kembali mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan sejak dini dengan memanfaatkan sistem tiket online Ferizy.

Platform ferizy. |Dok/PT ASDP.

“Saat ini tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Tiket penyeberangan sudah tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan. Pengguna jasa wajib memastikan telah memiliki tiket dan datang ke pelabuhan sesuai jadwal,” tegas Windy.

Ia menambahkan, kedisiplinan pengguna jasa terhadap jadwal keberangkatan, kesiapan perjalanan, serta kepatuhan terhadap arahan petugas menjadi kunci kelancaran arus balik Nataru. Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di sejumlah lintasan demi keselamatan bersama. (CHI)

Baca Juga: Menhub Dudy Pantau Arus Balik Nataru 2025/2026 di Stasiun Yogyakarta

Oleh:

Share