Home Berita Adhi Karya Perancang Sistem Integrasi dan Teknologi Konstruksi Terbaru LRT Jabodebek

Adhi Karya Perancang Sistem Integrasi dan Teknologi Konstruksi Terbaru LRT Jabodebek

Share

Jakarta, Lintas — Kehadiran LRT Jabodebek tak lepas dari peran PT Adhi Karya sebagai perancang sistem integrasi kereta serta pemakaian teknologi terbaru dalam konstruksinya.

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi, menjadi dasar penunjukan Adhi Karya sebagai kontraktor atau pembangun prasarana Lintas Rel Terpadu Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (LRT Jabodetabek).

“Adhi Karya satu-satunya yang punya Divisi Perkeretapian, sehingga sudah mendedikasikan untuk pembangunan transportasi massal,” kata General Manager Departemen Perkeretaapian PT Adhi Karya Isman Widodo dalam wawancara khusus dengan Majalah Lintas, Selasa (8/8/2023).

Pemerintah menunjuk Adhi Karya membangun 6 rute LRT Jabodebek. Rute yang sudah jadi yakni Cawang-Cibubur/Harjamukti, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas, dan Cawang-Bekasi Timur/Jatimulya.

Peta rute LRT Jabodebek. | Dok. KAI

Sedangkan tiga rute lagi yang akan dikerjakan yakni Dukuh Atas-Senayan, Cibubur-Bogor, dan Palmerah-Grogol.

Sesuai Perpres itu, untuk operatornya ditunjuk PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang mengadakan sarana, termasuk operasi LRT Jabodebek.

Setelah ditunjuk menjadi kontraktor, Adhi Karya lalu mendesain integrasi sistem perkeretaan (railway system).

General Manager Departemen Perkeretaapian PT Adhi Karya Isman Widodo bersama Majalah Lintas.

Hal ini menyangkut kelistrikan sebagai sumber daya penggerak kereta, telekomunikasi, persinyalan, scada, platform screen doors (psd) untuk penumpang.

“Yang paling menentukan dalam perkeretaapian yakni persinyalan. Karena itu yang mengatur pergerakan kereta dalam integrasi,” lanjut Isman.

Baca juga: Soal “Longspan” Kuningan LRT Jabodebek, Menteri PUPR: Tidak Ada Desain yang Salah

Pada 13 Mei 2023, Adhi karya telah melakukan serah terima kepada PT KAI untuk dilanjutkan ke tahap trail run.

Hal ini mencakup mencari setelan (fine tuning) akurasi saat berhenti (stopping accuracy), serta wake up yakni perjalanan kereta dari depo.

Dalam masa transisi dan pemeliharaan, Adhi Karya masih bertanggung jawab untuk pekerjaan struktur selama satu tahun, dan railway station dua tahun.

Teknologi Baru

Teknologi yang dipakai Adhi Karya yakni U-Shape Girder, berupa fondasi struktur bangunan di lintasan layang LRT Jabodebek.
Cetakan beton berbentuk huruf U ini dihasilkan di pabrik beton Precast Adhi Karya.

“Teknologi ini untuk pertama kalinya dipakai di Indonesia,” ujar Isman.

U-Shape Girder. | Dok. Adhi Karya

Menurut web resmi Adhi, teknologi yang diadopsi dari Prancis ini lebih efisien waktu dalam pembangunan.

Bentuknya yang tipis dan ramping juga dapat mengurangi biaya serta meningkatkan unsur estetika, tanpa mengurangi fungsi strukturnya.

Jaminan Keamanan Konstruksi

Konstruksi lintasan layang LRT Jabodebek yang dipasang U-Shape Girder tak luput dari uji keamanan berlapis.
Apalagi, LRT Jabodebek hampir semua berupa jalur layang, sehingga butuh perawatan khusus.

“Proses maintenance ada alatnya. Jalur ada dua sekaligus, sebagai jalur evakuasi dan maintenance,” ucap Isman.

Sedangkan uji keamanan lintasan melalui beberapa tahapan. Dimulai dari Independent Safety Assesor yang memberikan rekomendasi bahwa proyek telah melalui proses kelayakan aspek keamanan.

“Mulai membangun fondasi sampai integrasi selalu menjadi kunci. Lalu, ada Independent Checking Engineer. Dilakukan pengecekan oleh engineer,” ujar Isman.

(U-Shape Girder.| Dok. Adhi Karya)

Berikutnya, ada lembaga yang menguji desain memenuhi standar yakni Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).

“Saat dibangun juga ada konsultan yang mengawasi selama pembangunan konstruksi. Lalu, KKTJ menguji beban, baik statis maupun dinamis,” tutur Isman.

Sampai mendapatkan sertifikat laik dari KKTJ dan juga Independent Safety Accesor.

Dan terakhir, ada pengujian dari Kementerian Perhubungan yang memutuskan operasional LRT Jabodebek. (PAH/EDW)

Baca Juga: Presiden Jokowi: Insya Allah LRT Jabodebek Beroperasi 26 Agustus

Share