Home Berita Tol Layang Ancol Timur–Pluit Capai 47,41 Persen, Ditargetkan Fungsional 2028

Tol Layang Ancol Timur–Pluit Capai 47,41 Persen, Ditargetkan Fungsional 2028

Share

JAKARTA, LINTAS – Pembangunan Jalan Tol Ancol Timur–Pluit atau Harbour Road II telah mencapai progres konstruksi 47,41%.

Di tengah pekerjaan yang berlangsung, penyelesaian pengadaan lahan masih menjadi tantangan untuk mengejar target fungsional pada kuartal I 2028.

Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) Arief Budhy Hardono mengatakan, progres pengadaan lahan saat ini mencapai 64,57%.

Proses tersebut membutuhkan penanganan cermat karena berkaitan dengan status kepemilikan dan aspek legal sejumlah bidang tanah.

“Progres pengadaan lahan mencapai 64,57 persen,” kata Arief saat peninjauan pembangunan Tol Harbour Road II dikutip Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan, selain penyelesaian lahan berdasarkan penetapan lokasi (penlok) sebelumnya, diperlukan pembaruan penlok untuk sekitar 3,9 hektare lahan.

Proyek ini juga membutuhkan penlok baru untuk sekitar 8,4 hektare guna mendukung pekerjaan konstruksi, termasuk penyediaan area staging.

Arief menegaskan, penyelesaian lahan harus memperhatikan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku untuk menghindari persoalan di kemudian hari.

Dengan panjang sekitar 9,68 kilometer, Tol Harbour Road II menghubungkan kawasan Ancol Timur dengan Pluit. Jalan tol layang ini diharapkan menambah kapasitas jaringan jalan dan memperbaiki konektivitas di wilayah utara Jakarta.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menekankan pentingnya penyelesaian proyek sesuai target, tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan dan manfaatnya bagi masyarakat.

“Pekerjaan pembangunan Tol Harbour Road II senantiasa memperhatikan kualitas, serta proyek pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu, tepat mutu, tepat administrasi dan tepat manfaat bagi masyarakat,” ujar Diana, saat peninjauan proyek.

Ia juga menekankan perlunya koordinasi antarpihak agar pembangunan jalan tol tidak menghambat pekerjaan infrastruktur lain di kawasan sekitarnya.

Box Girder Selebar 14,3 Meter

Dari sisi konstruksi, proyek ini menggunakan teknologi box girder selebar 14,3 meter untuk menopang tiga lajur kendaraan beserta bahu jalan.

Struktur tersebut memiliki bentang sekitar 45 meter. Teknologi ini mendukung pemasangan struktur jalan tol di kawasan perkotaan yang tetap menjalankan aktivitas masyarakat.

Pelaksanaannya perlu memperhitungkan keselamatan kerja, kondisi kawasan, serta keberadaan fasilitas di bawah struktur jalan.

Terintegrasi dengan Penanganan Banjir

Dalam peninjauan proyek, pemerintah dan badan usaha juga membahas integrasi pembangunan jalan tol dengan penanganan drainase serta pengendalian banjir.

Koordinasi diperlukan agar pekerjaan jalan tol dapat berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur sumber daya air dan fasilitas pendukung lainnya.

Sementara itu, rencana pengembangan konektivitas menuju kawasan bandara masih melalui proses perizinan pemrakarsa dan tahapan terkait lainnya. Pengembangan tersebut direncanakan berlangsung secara bertahap.

Pelaksana Tugas Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ira Ariani Chaerunisa menyampaikan bahwa pemerintah akan mendukung kelancaran pembangunan melalui koordinasi dengan badan usaha dan pemangku kepentingan sesuai kewenangannya.

“Dukungan tersebut mencakup tindak lanjut kebutuhan proyek, termasuk penyelesaian tahapan pengadaan lahan dan persyaratan lain agar pembangunan berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Tol Harbour Road II ditargetkan dapat difungsionalkan pada kuartal I 2028 sebelum memasuki pengoperasian penuh.

Pencapaian target tersebut bergantung pada kelancaran penyelesaian lahan, pelaksanaan konstruksi, serta koordinasi seluruh pihak yang terlibat.(CHI)

Oleh:

Share