Sumber informasi tepercaya seputar infrastruktur,
transportasi, dan berita aktual lainnya.
13 June 2024
Home Profil Tisara Sita: Semangat Inovasi yang Patut Diteladani

Tisara Sita: Semangat Inovasi yang Patut Diteladani

Share

Untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara harus diperjuangan sejak di bangku pendidikan sampai di dunia kerja. Pejabat Pembuat Komitmen 1.6 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I BBPJN Jateng DIY Tisara Sita, ST, MSc, berkarya dengan dilandasi moto “Bekerja keras, bergerak cepat, bertindak tepat, berjiwa seni, dan berinovasi”.

Tisa yang lahir di Yogyakarta pada 11 Maret 1986 merupakan bungsu dari dua bersaudara. Ia menamatkan kuliahnya di Jurusan Teknik Sipil dan melanjutkan studi S-2 di Magister Sistem dan Teknik Transportasi di Universitas Gadjah Mada.

Setelah lulus S-1 pada 2007, Tisa mengikuti pendaftaran calon pegawai negeri sipil di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan diterima pada Januari 2008. Tisa bersyukur bidang kerjanya sangat sesuai dengan cita-citanya dan selaras dengan pedoman dalam hidupnya, yaitu “Nothing’s easy but nothing’s impossible”.

Jenjang Karier

Awal bekerja pada 2008-2010 dijalani Tisa sebagai staf teknik dan program Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional DI Yogyakarta, selanjutnya diangkat sebagai Asisten Pengawasan di Satker yang sama pada 2011-2014.

Untuk meningkatkan ilmu dan profesi, Tisa mendapat kesempatan tugas belajar di Program Magister Sistem dan Teknik Transportasi di Universitas Gadjah Mada dari tahun 2014 sampai 2016, sebagai lulusan terbaik di Pascasarjana UGM dengan IPK 4,00. Selesai kuliah S-2, Tisa mendapat penugasan baru sebagai Asisten Umum, Keuangan, Pelaporan, dan BMN di Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional DI Yogyakarta selama satu tahun dilanjutkan pada 2017 menjadi Asisten Perencanaan dan Program di Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah DI Yogyakarta.

Selanjutnya, Tisara Sita diangkat menjadi PPK Sruwen-Boyolali-Kartosuro-Batas Kota Klaten pada 2018 dan mendapat penugasan sebagai PPK 3.4 Provinsi Jawa Tengah Ruas Boyolali-Kartosuro-Prambanan pada 2019. Kemudian, pada 2020 pindah penugasan sebagai PPK 3.4 Provinsi Jawa Tengah menangani jalan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Borobudur dan sejak 2021 menjadi PPK 1.6 Provinsi Jawa Tengah Pembangunan Jalan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang.

              Tugas Menantang

Sejak bekerja di Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR dari tahun 2008, pekerjaan yang dirasa menantang adalah menangani Proyek Strategis Nasional (PSN) Paket I.4 Pembangunan Jalan KIT Batang. Hal ini dikarenakan banyak permasalahan yang harus dihadapi di lapangan, seperti lahan yang belum siap, pohon yang belum dapat dipotong/ditebang karena terkait aset PTPN IX, pemindahan/relokasi makam, relokasi utilitas (tiang PLN, tiang Telkom, pipa PDAM, kabel fiber optik, dan sebagainya), pembongkaran bangunan terdampak trase (rumah warga, rumah dinas PTPN IX, batching plant), dan lainnya. Selain itu, proyek ini merupakan crash program pembangunan sepanjang 19,17 km berupa jalan beton yang harus diselesaikan dalam waktu 8,5 bulan dengan pagu anggaran Rp 619 miliar.

Saat menangani pembangunan jalan KIT Batang dengan berbagai permasalahan di lapangan, Tisa bersama delapan anggota tim PPK dapat menyelesaikan secara tepat waktu. Tisa dan tim PPK 1.6 Provinsi Jawa Tengah, kontraktor pelaksana, dan konsultan supervisi telah bekerja 24 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu dengan menggunakan 15 batching plants dan lima unit alat slip form paver untuk membangun 19,17 km jalan beton.

Selain itu, paket pembangunan ini telah menerapkan building information modelling (BIM) meskipun belum keseluruhan diterapkan, virtual reality, kamera 360°, landskap/beautifikasi, serta sudah menerapkan Google Workspace untuk pelaksanaan administrasinya. Sebagai tambahan, paket ini berhasil menjadi pemenang Lomba Inovasi Teknologi Pembangunan Jalan dan Jembatan melalui video dalam Rangka Hari Jalan 2021.

              Prestasi yang Diraih

Menurut Tisa, perjalanan kariernya ditempuh dalam waktu normal. Mendapat tugas sebagai PPK setelah 10 tahun berkarier dan telah melewati berbagai jabatan kesatkeran. Selain itu, Tisa juga merupakan Pejabat Fungsional Tertentu Teknik Jalan dan Jembatan Ahli Madya. Sejak tahun 2016, saat Tisa berada di golongan III/C, ia selalu naik pangkat setiap dua tahun melalui pencapaian angka kredit Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK). Pada 2018, Tisa berhasil naik ke golongan III/D kemudian pada 2020 naik ke golongan IV/A melalui DUPAK.

Sebagai PPK  Tisara Sita ingin selalu berinovasi, beberapa keinganan yang sudah terwujud, antara lain sebagai pemenang Posko Lebaran Terbaik 2018, Inisiator Beautifikasi “Jalan Hijau” Ruas Kartosuro-Prambanan 2019, Program Padat Karya Pemulihan Ekonomi Nasional di Wilayah KSPN Borobudur 2020, Juara II Lomba Video Merdeka Sampah Kementerian PUPR 2021, Pemenang I Lomba Inovasi Teknologi Pembangunan Jalan dan Jembatan melalui video dalam Rangka Hari Jalan 2021, serta Pemenang II Lomba Video Inovasi Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah Barat dalam rangka Hari Jalan 2021.

Tisa berkeinginan agar aplikasi berbasis sistem operasi Android “SININJA” (Sanksi Indikator Kinerja Jalan) atas inisiasinya dapat diterapkan di Ditjen Bina Marga serta beautifikasi di ruas jalan nasional yang Tisa tangani. SININJA diharapkan sebagai tool untuk menilai kinerja jalan.

Sebagai wanita, dalam melaksanakan tugasnya di lapangan kadang kala kemampuannya dianggap remeh. Untuk itu, Tisa berusaha membuktikan bahwa paket pekerjaannya dapat berjalan tepat waktu, tepat mutu, tepat biaya, tepat administrasi, berjiwa seni, dan berinovasi. Menurutnya, wanita dalam melaksanakan tugas cenderung lebih detail, teliti, dan terinci.

Sebagai wanita yang memiliki selera keindahan, Tisara Sita dapat menerapkan cita rasanya di lapangan misalnya dengan beautifikasi di jalan nasional Kartosuro-Prambanan, landscaping di KIT Batang, ornamen di Fly Over Purwosari, serta street furniture di KSPN Borobudur.

              Kartini Kementerian PUPR

Kesetaraan wanita dalam berkarier di Kementerian PUPR sudah sesuai dengan cita-cita pahlawan nasional RA Kartini. Beberapa jabatan penting di Kementerian PUPR diduduki para wanita hebat, seperti Prof (R) Dr Ir Anita Firmanti Eko Susetyowati, MT, yang pernah menjabat Sekretaris Jenderal PUPR; Ir Diana Kusumastuti, MT, yang menjabat Direktur Jenderal Cipta Karya; Ir Subaikha Kipli, MT, yang menjabat Direktur Kepatuhan Intern; Wida Nurfaida, ST, MT, yang menjabat Kepala BBPJN Jawa Tengah-DI Yogyakarta; dan masih banyak lainnya.

Kesetaraan wanita di Direktorat Jenderal Bina Marga dapat diwujudkan dengan menempatkan lebih banyak wanita sebagai pemimpin, memberikan kesetaraan kesempatan atau menciptakan budaya yang memungkinkan wanita untuk mengoptimalkan potensi dan produktivitas di lingkungan kerja.

Untuk mencapai prestasi di bidang kerja, upaya yang harus dilakukan wanita di era milenial saat ini dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan media sosial karena komunikasi merupakan suatu peluang dan kesempatan sebagai alat untuk menunjukkan kemajuan Indonesia. Wanita harus memiliki wawasan luas dan menunjukkan diri pada publik dalam mengisi kemerdekaan dengan bekerja dan berkarya sesuai passion yang dimiliki.

Telah banyak perempuan Indonesia mengisi jabatan di pemerintahan, menjadi pimpinan di perusahaan swasta, bahkan sukses sebagai entrepreneur. Hal ini dapat dijadikan pemicu bagi sesama perempuan untuk ikut memajukan bangsa dan negara. [An]

Baca Juga: Rini Dyah Mawarty: Peran Besar Perempuan Dalam Membentuk Generasi Bangsa

Oleh:

Share

Copyright © 2023, PT Lintas Media Infrastruktur. All rights reserved.