Home Berita Stasiun Jatake Perkuat Konektivitas BSD City dan Mobilitas Masyarakat Tangerang

Stasiun Jatake Perkuat Konektivitas BSD City dan Mobilitas Masyarakat Tangerang

Share

TANGERANG, LINTAS – Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD) Christopher Siswanto menyebut kehadiran Stasiun Jatake memiliki peran strategis dalam mendukung ekosistem transportasi terpadu, khususnya bagi kawasan BSD City sebagai pusat hunian, bisnis, dan inovasi.

“Stasiun Jatake bukan sekadar penambahan fasilitas transportasi, melainkan menjadi tonggak penting dan bersejarah dalam memperkuat konektivitas serta meningkatkan kualitas mobilitas masyarakat di Kabupaten Tangerang dan sekitarnya,” kata Christopher dalam acara Peresmian Stasiun Jatake yang digelar di Tangerang, Banten, Rabu (28/1/2026).

Konektivitas Fondasi Utama

Ia menambahkan, konektivitas adalah fondasi utama dalam pembangunan kota yang berkelanjutan. Kehadiran Stasiun Jatake menjadi bagian penting dalam memperkuat mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan secara terintegrasi.

Stasiun Jatake merupakan hasil kolaborasi antara PT Kereta Api Indonesia dan PT Bumi Serpong Damai Tbk, dengan pembangunan yang telah dimulai sejak Januari 2024. Stasiun ini menjadi titik perhentian baru di lintas perkeretaapian antara Stasiun Cisauk dan Stasiun Parung Panjang, tepatnya di kilometer 37+045.

Dari sisi infrastruktur, Stasiun Jatake dibangun di atas lahan seluas sekitar 2.500 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 4.000 meter persegi.

Gedung stasiun terdiri dari tiga lantai, yakni lantai dasar sebagai area aktivitas penumpang kereta api, lantai satu yang difungsikan sebagai zona komersial, serta lantai atas untuk ruang kantor PT KAI sekaligus area operasional perkeretaapian.

Konsep Ramah Lingkungan

Christopher menjelaskan, Stasiun Jatake dirancang dengan konsep ramah lingkungan. Arsitekturnya mengadopsi gaya tropis modern dengan memaksimalkan sirkulasi udara alami, pemanfaatan panel surya untuk efisiensi penggunaan listrik, serta tata ruang yang fungsional dan nyaman bagi pengguna.

“Kami berharap stasiun ini tidak hanya mempermudah pergerakan masyarakat, tetapi juga mendorong peralihan ke moda transportasi massal yang lebih efisien dan ramah lingkungan, sejalan dengan arah pembangunan nasional,” katanya.

Menurut Christopher, transportasi publik yang andal merupakan kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Keberhasilan pembangunan Stasiun Jatake, sambungnya, menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kerja Sama Semua Pihak

Pada kesempatan tersebut, Christopher juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, PT Kereta Api Indonesia, serta seluruh pihak yang terlibat atas sinergi, dukungan, dan komitmen sejak tahap perencanaan hingga realisasi proyek.

“Bagi kami di Sinar Mas Land, kerja sama ini mencerminkan semangat bersama untuk menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, Christopher berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut dalam pengembangan konektivitas dan infrastruktur transportasi, sekaligus menjadikan Stasiun Jatake sebagai penggerak aktivitas kawasan serta kontributor positif bagi perkembangan Kabupaten Tangerang dan wilayah sekitarnya. (CHI)

Baca Juga: Gubernur Banten Minta Jalur KA Rangkasbitung–Pandeglang–Labuan Diaktifkan Lagi

Oleh:

Share