Sumber informasi tepercaya seputar infrastruktur,
transportasi, dan berita aktual lainnya.
13 June 2024
Home Berita Setelah Direvitalisasi, Taman Mini Indonesia Indah Makin Indah

Setelah Direvitalisasi, Taman Mini Indonesia Indah Makin Indah

Share

Cipayung, Lintas ― Beberapa hari sebelum Taman Mini Indonesia Indah (TMII) baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo―yang menurut informasi dilaksanakan pada 28 Oktober 2022, Majalah-Lintas berkesempatan mengelilingi areal seluas 150 hektar yang terletak di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, itu.

Penampilan taman wisata budaya ini jelas terlihat makin indah. Jalan begitu mulus dengan trotoar yang lebar sehingga pengunjung dipastikan senang dan merasa nyaman. Apalagi, di sepanjang jalan juga disediakan jalur khusus sepeda dengan cat hijau. Rambu-rambu untuk batas kecepatan kendaraan, petunjuk arah, dan tong-tong sampah dipasang di sepanjang trotoar dengan penataan apik.

Tak berlebihan apa yang disampaikan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang mempersilakan masyarakat umum untuk datang ke TMII yang baru. Disebut baru karena, sejak awal 2021, kata Basuki, TMII direvitalisasi dengan anggaran sebesar Rp 1,08 triliun.

Baca Juga: Pemda Aceh Maksimalkan Potensi Promosi lewat Anjungan di TMII

“Selamat menikmati TMII yang baru. Sampaikan kepada masyarakat untuk berkunjung dan memelihara TMII ini. Kebersihan harus dijaga karena sangat tidak mudah untuk mengurus ini. Kita harus keras dan disiplin untuk menjaga kawasan ini tetap terjaga,” demikian Menteri Basuki, dikutip Lintas dari Rilis Pers PUPR yang diterima pada Minggu (16/10/2022).

Suasana bagian depan Anjungan Jawa Timur di TMII, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (18/10/2022). Trotoar di sepanjang jalan di depan anjungan itu tampak telah dilebarkan dan rapi, serta dilengkapi dengan penanda jalur bagi pengunjung difabel. | Foto: Majalah-lintas.com/Roy Siahaan

Menteri Basuki saat itu mengikuti acara jalan santai (fun walk) bersama dengan para insan PUPR dalam rangka Peringatan Hari Habitat Dunia & Hari Kota Dunia 2022 (HHD-HKD 2022) bertemakan “Kolaborasi Pentahelix dalam Pembangunan Permukiman dan Perumahan Perkotaan Menuju Nol Kumuh.”

Revitalisasi Besar-besaran

Sejak dibangun pada tahun 1970-an, TMII―yang digagas oleh Siti Hartinah alias Ibu Tien Soeharto melalui Yayasan Harapan Kita ini―baru kali ini diadakan renovasi besar-besaran. Hal ini dilakukan, salah satunya, guna menyambut perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara kelompok 20 (G20) pada November 2022. Indonesia terpilih sebagai presidensi G20. TMII ini merupakan salah satu tempat yang akan dikunjungi oleh para delegasi peserta KTT tersebut.

Baca Juga: Taman Mini Indonesia Indah Direnovasi Jelang Gelaran KTT G20

Pantauan Majalah Lintas, Selasa (18/10/2022), perubahan signifikan terlihat di areal Keong Mas. Hamparan taman di depan gedung teater itu sudah dipercantik dan direvitalisasi total sehingga pengunjung bisa betah bermain di taman itu, terutama anak-anak. Sejumlah kolam yang dilapisi dengan marmer hitam diisi dengan air jernih yang menambah kesejukan. Apalagi, di taman itu juga beberapa spot dibuat layak Instagram (instagramable).

Saat berkeliling menggunakan mobil, Majalah Lintas melihat beberapa anjungan provinsi telah dan sedang diperindah, salah satunya dengan pengecatan ulang.

Tugu Api Pancasila yang berada tepat di bagian depan TMII, Selasa (18/10/2022), tampak siap menyambut pengunjung dan delegasi negara-negara peserta KTT G20. Tugu itu terlihat sudah berubah wajah setelah direvitalisasi oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR. | Foto: Majalah-lintas.com/Roy Siahaan

Di Anjungan Sumatera Utara, misalnya, terlihat dilakukan pembangunan total, seperti rumah adat Batak Toba, yang masih belum kelar. Rangka bangunannya terlihat jelas menggunakan baja ringan. Beberapa pekerja memasang dinding dengan ukiran khas Toba di anjungan itu.

Di sampingnya, anjungan rumah tradisional Nias, yang khas dengan replika tugu batu yang dipakai untuk atraksi hombo batu, terlihat sudah dirobohkan dan areal bekasnya, kecuali tugu batu itu, dikelilingi dengan seng. Pekerja yang ditanyai mengaku tidak tahu apakah rumah adat Nias itu akan dibangun kembali atau tidak.

Baca Juga: Penataan TMII Menuju Tahap Akhir, Menteri Basuki: Saya Ingin Tetap Jadi Destinasi Rakyat

Sebelumnya diberitakan, dalam revitalisasi ini perbaikan dilakukan pada anjungan yang sebelumnya terkotak-kotak dengan pagar besi beton, sekarang menjadi menyatu tanpa sekat. “Antar anjungan dengan lanskap hijau yang baik,” kata Basuki Hadimuljono.

Beautifikasi juga dilakukan di Danau Archipelago. Terlihat di tepian danau berisi pulau-pulau yang menggambarkan kepulauan NKRI itu telah dibangun taman yang ditanami berbagai pohon dengan dilengkapi bangku taman. Dari kejauhan terlihat menara pantau yang bisa digunakan para pengunjung untuk menikmati keindahan sekitar dari ketinggian.

taman mini makin indah

Tong sampah dengan desain elegan disediakan di berbagai sudut TMII, seperti di Plaza Keong Emas, Selasa (18/10/2022). | Foto: Majalah-lintas.com/Roy Siahaan

Tampak juga perubahan tampilan di anjungan pelayaran yang berada tepat di hadapan anjungan Jawa Timur. Tepian danau yang sekelilingnya dibuatkan taman dengan pohon-pohon yang tampaknya baru ditanam dan bakal menarik pengunjung untuk sekadar berselfie ria. Tampak akan ada patung berdiri di depan anjungan ini. Namun, masih belum selesai.

Baca Juga: TMII Siap Digunakan untuk Presidensi KTT G20, Bentuk Dikembalikan ke Konsep Awal Pembangunan

Di Anjungan Aceh, yang di halamannya disimpan pesawat RI 01, terlihat sedang dilakukan pembenahan. Pagar pembatas tempat pesawat hadiah rakyat Aceh untuk NKRI itu sedang dicat ulang oleh seorang pekerja bernama Budi, asal Jawa Timur. Staf Dinas Pariwisata Aceh yang bertugas di anjungan itu mengaku bahwa pemugaran anjungan Aceh murni ditanggung oleh APBD Aceh.

Hal lain, penyediaan gedung tempat parkir dengan 1 basement dan 3 lantai akan memastikan kendaraan pengunjung aman. Gedung parkir ini bisa menampung 1.026 kendaraan.

Di beberapa tempat, majalah Lintas menyaksikan juga masih ada gundukan sampah dan bekas bongkaran bangunan yang masih belum diangkat. Pilar-pilar penyangga rel kereta api layang juga masih belum disentuh atau dicat ulang sehingga terlihat kontras dengan kondisi jalan di bawahnya yang terlihat baru.

Jalan-jalan di TMII dilengkapi dengan lajur khusus sepeda, Selasa (18/10/2022). Tampak juga trotoar yang lebar dan rapi serta tersedia berbagai rambu-rambu lalu lintas. | Foto: Majalah-lintas.com/Roy Siahaan

Tidak itu saja, beberapa anjungan juga terlihat masih tampak tidak terawat dengan baik. “Praktis yang masih belum selesai itu adalah anjungan-anjungan,” kata seorang petugas satuan pengamanan (satpam) kantor salah satu kontraktor saat ditanyai Majalah Lintas. Konon, pemeliharaan anjungan-anjungan daerah menjadi tanggung jawab daerah masing-masing.

Meskipun demikian, taman budaya TMII kini sudah makin cantik. “Untuk progresnya sudah hampir selesai, menunggu peresmian dari Presiden,” lanjut Basuki dalam rilis pers yang diterima majalah Lintas. (HRZ)

Oleh:

Share

Copyright © 2023, PT Lintas Media Infrastruktur. All rights reserved.