Home Berita Rest Area Pertama Tol Cisumdawu Ditargetkan Beroperasi Saat Nataru 2026/2027

Rest Area Pertama Tol Cisumdawu Ditargetkan Beroperasi Saat Nataru 2026/2027

Share

JAKARTA, LINTAS – Pembangunan rest area pertama di Jalan Tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu), tepatnya di KM 203+800 Jalur A dan B, telah mencapai progres 66,92 persen per 11 Oktober 2026.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan kedua tempat istirahat dan pelayanan (TIP) tersebut dapat difungsionalkan untuk mendukung perjalanan masyarakat selama libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Pembangunan fasilitas yang dikerjakan melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) ini diharapkan memberikan pilihan tempat beristirahat bagi pengguna Tol Cisumdawu tanpa harus keluar dari jalan tol.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan jalan tol perlu diikuti penyediaan fasilitas pendukung yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi daerah.

“Pembangunan jalan tol tidak hanya tentang memperlancar perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga bagaimana infrastruktur tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah. Karena itu, fasilitas pendukung seperti tempat istirahat dan pelayanan perlu disiapkan dengan baik agar pengguna jalan mendapatkan pelayanan yang memadai,” kata Dody dikutip Minggu (18/10/2026).

Jalur A dan B

Rest area kembar di KM 203+800 tersebut direncanakan dibangun di atas lahan seluas 10 hektare untuk Jalur A dan 9,5 hektare untuk Jalur B.

Fasilitas yang disiapkan meliputi area parkir, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), masjid, toilet, minimarket, serta area usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan kuliner.

Namun, saat difungsionalkan pada periode Nataru, tidak seluruh fasilitas permanen harus sudah selesai.

Prioritas awal adalah memastikan akses masuk dan keluar serta area parkir dapat digunakan dengan aman.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar pengguna jalan, pengelola dapat menyediakan fasilitas sementara, seperti toilet portabel, minimarket bergerak menggunakan truk, dan area UMKM.

SPBU modular direncanakan untuk rest area tipe A, sedangkan tempat ibadah dapat disediakan melalui musala sementara menggunakan tenda.

Dengan skema tersebut, pengguna jalan diharapkan tetap dapat beristirahat, beribadah, membeli kebutuhan perjalanan, dan mengisi bahan bakar sesuai fasilitas yang tersedia di lapangan.

Peluang bagi UMKM

Keberadaan area kuliner dan UMKM juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau konsumen dari kalangan pengguna jalan tol.

Sementara itu, pekerjaan konstruksi masih berlangsung di sejumlah bagian, mulai dari penataan jalan dan area parkir hingga pembangunan gedung serta fasilitas pendukung.

Pekerjaan lainnya mencakup penggalian area shuttle bus, pengecoran beton kaku (rigid pavement) untuk kendaraan kecil dan jalur kendaraan besar, pemadatan lahan, pemasangan batu, serta pembangunan akses dan jalur keluar (off-ramp) menuju SPBU.

Secara keseluruhan, pembangunan Rest Area Kembar Cisumdawu ditargetkan selesai pada 2027.

Dengan rencana fungsional pada akhir 2026, kesiapan akses, parkir, dan fasilitas dasar akan menjadi faktor penting agar tempat istirahat tersebut dapat melayani pengguna jalan selama periode Nataru.(CHI)

Oleh:

Share