JAKARTA, LINTAS – Program percepatan peningkatan jalan daerah melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 mulai menunjukkan hasil nyata di Jawa Barat. Sejumlah ruas penting kini tengah dikerjakan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta – Jawa Barat untuk memperkuat konektivitas, memperlancar distribusi komoditas, dan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah.
Kepala BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat, Rina Kumala Sari, menegaskan komitmen pihaknya dalam memastikan pekerjaan berjalan tepat mutu dan tepat waktu.
“Pelaksanaan Inpres Jalan Daerah di Jawa Barat merupakan langkah penting memperkuat konektivitas antarwilayah dan mempercepat distribusi hasil pertanian serta komoditas daerah. Kami memastikan seluruh pekerjaan memenuhi standar mutu, tepat waktu, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Rina dikutip dari Web BBPJN DKI Jakarta-Jabar.
Pekerjaan Sesuai Target
Ia menjelaskan, sejak Oktober hingga Desember 2025, para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di berbagai wilayah terus bergerak menuntaskan pekerjaan sesuai target. Sejumlah proyek mencatat progres signifikan, khususnya pada awal Desember.
“Salah satu yang telah memasuki tahap akhir ialah peningkatan Ruas Arjawinangun–Suranenggala sepanjang 1,88 km di Kabupaten Cirebon. Proyek yang dikerjakan oleh PPK 1.3 Provinsi Jawa Barat ini telah mencapai 73% dan kini berada pada tahap penyelesaian perkerasan beton semen fast track 24 jam. Ruas ini diharapkan mempercepat arus distribusi komoditas pertanian dan kayu di kawasan Cirebon Timur,” ujar Rina.
Selain itu, beberapa ruas strategis yang telah ditangani sejak Oktober 2025 meliputi:
- Ruas Lohbener–Jatibarang (7,7 km), Kabupaten Indramayu, oleh PPK 1.2, untuk memperkuat konektivitas antardaerah dan akses menuju fasilitas publik.
- Ruas Kiarakohok–Lianggamanik (2,2 km), Kabupaten Garut, oleh PPK 3.1, dengan peningkatan kapasitas jalan dari 3 menjadi 4 meter guna mendukung produktivitas pertanian setempat.
- Ruas Jalan KH. Prof. Anwar Mussadad (1,45 km), Kabupaten Garut, oleh PPK 4.2, menggunakan rigid pavement untuk memperkuat jalur pariwisata sekaligus mendukung konektivitas menuju rencana Tol Cigatas (Cileunyi–Garut–Tasikmalaya).
- Ruas Sindanglaut–Pabuaran (1,2 km), Kabupaten Cirebon, oleh PPK 3.4, yang dapat mempercepat distribusi hasil pertanian dan aktivitas industri.
Adapun di Kabupaten Ciamis, pekerjaan preservasi ruas Banjarsari–Nambo sepanjang 9,95 km saat ini memasuki tahap trial mix material sebagai bagian dari pengendalian kualitas konstruksi. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2025.
Mendukung Sektor Produktif
“Pelaksanaan Inpres Jalan Daerah di Jawa Barat difokuskan untuk mendukung sektor-sektor produktif seperti pertanian, perkebunan, industri lokal, distribusi logistik, hingga akses layanan publik dan pariwisata,” tutur Rina.
Ia menambahkan, bahwa peningkatan kualitas jaringan jalan diyakini dapat mendorong kelancaran mobilitas warga, mempercepat pengiriman komoditas, dan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.
“Selama memenuhi persyaratan teknis dan administrasi, keterlibatan penyedia jasa lokal akan terus kami dukung agar nilai tambah pembangunan kembali kepada daerah,” katanya.
Program Inpres Jalan Daerah 2025 menjadi salah satu fokus Kementerian Pekerjaan Umum dalam meningkatkan kualitas pelayanan infrastruktur di Jawa Barat. (CHI)
Baca Juga: Jembatan Cidahon Selesai Direhabilitasi, Akses Pansela Garut Kini Lebih Aman





