Home Berita MRT Fase 2 Thamrin–Kota Dikebut, JICA Langsung Bayar ke Kontraktor

MRT Fase 2 Thamrin–Kota Dikebut, JICA Langsung Bayar ke Kontraktor

Share

JAKARTA, LINTAS – Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Fase 2 rute Thamrin–Kota menggunakan pendanaan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) melalui skema pendanaan tiga pihak atau tri-sub-driver agreement. Skema ini diterapkan untuk memastikan efektivitas pembiayaan serta transparansi pelaksanaan proyek strategis tersebut.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat menjelaskan, dalam skema tri-sub-driver, JICA selaku pemberi pinjaman akan melakukan pembayaran langsung kepada kontraktor berdasarkan progres pekerjaan yang telah diverifikasi.

“Nanti JICA akan langsung membayar kepada kontraktor. Inilah yang kita namakan dengan skema tri-sub-driver agreement,” ujar Tuhiyat saat groundbreaking pembangunan pintu masuk (entrance) Stasiun Harmoni lintas Utara–Selatan di kawasan Harmoni, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Melibatkan Tiga Pihak

Ia menambahkan, skema ini melibatkan tiga pihak utama, yakni JICA sebagai lembaga pembiayaan, pemerintah atau BUMD sebagai pemilik proyek, serta kontraktor pelaksana. Dengan mekanisme tersebut, alur pembiayaan diharapkan menjadi lebih efisien dan akuntabel.

Tuhiyat menjelaskan bahwa total anggaran proyek akan diketahui secara pasti setelah seluruh pekerjaan konstruksi rampung. Saat ini, proses penghitungan biaya masih berada dalam tahap koreksi dan verifikasi guna memastikan efisiensi pelaksanaan proyek.

“Yang jelas dari kami adalah bagaimana melakukan koreksi dan verifikasi agar proyek ini dapat berjalan secara efisien,” ujarnya.

Kota ke Ancol Tahap Studi Kelayakan

Sebagai informasi, MRT Jakarta Fase 2A dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp 25,3 triliun yang bersumber dari pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang melalui JICA. Fase ini melanjutkan jalur MRT dari Bundaran HI hingga Stasiun Kota.

Sementara itu, MRT Jakarta Fase 2B, yang direncanakan melanjutkan jalur dari Kota hingga Depo Ancol Barat, saat ini masih berada dalam tahap studi kelayakan (feasibility study).

Pembangunan MRT Jakarta Fase 2 diharapkan dapat meningkatkan konektivitas transportasi publik di ibu kota, mengurangi kemacetan, serta mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke moda transportasi massal yang lebih ramah lingkungan. (CHI)

Baca Juga: Rute Transjabodetabek Blok M–Bandara Soeta dan Cawang–Jababeka Segera Diluncurkan

Oleh:

Share