JAKARTA, LINTAS – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau lokasi pembangunan Flyover Sitinjau Lauik di Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (29/1/2026). Proyek ini merupakan salah satu infrastruktur strategis nasional yang diharapkan mampu meningkatkan keselamatan, kelancaran lalu lintas, serta konektivitas logistik di jalur Padang–Solok.
Dalam peninjauan tersebut, Dody didampingi Wali Kota Padang Fadly Amran serta jajaran terkait untuk mengevaluasi progres pekerjaan sekaligus melihat langsung kondisi lapangan.
Dody menjelaskan bahwa pembangunan Flyover Sitinjau Lauik memiliki peran penting, terutama untuk mengatasi permasalahan jalur eksisting yang selama ini dikenal dikenal berat dan rawan kecelakaan, khususnya bagi kendaraan angkutan logistik.
“Rute yang ada saat ini sangat berat, terutama untuk angkutan logistik yang kesulitan menanjak. Dengan dibangunnya Flyover Sitinjau Lauik, kita harapkan kemacetan dapat terurai, arus logistik menjadi lebih lancar, dan yang paling utama adalah menekan angka kecelakaan hingga nol,” ujar Dody dikutip Jumat (30/1/2026).
Sulitnya Pembebasan Lahan
Berdasarkan laporan di lapangan, hingga saat ini progres pembangunan Flyover Sitinjau Lauik secara keseluruhan baru mencapai sekitar 12 persen. Rendahnya capaian tersebut disebabkan masih adanya kendala pembebasan lahan di sejumlah titik yang berada di sepanjang koridor proyek.
“Seperti yang disampaikan Kepala BPJN Sumatera Barat, progresnya masih 12 persen karena pembebasan lahan memang tidak mudah. Untuk itu, saya akan meminta Gubernur dan seluruh pihak terkait agar percepatan segera dilakukan dan komitmen yang sudah disampaikan dapat segera direalisasikan,” tegasnya.
Dody menekankan bahwa kesiapan lahan menjadi faktor kunci agar pelaksanaan konstruksi dapat berjalan optimal dan sesuai target.
“Pelaksana konstruksi sebenarnya sudah mengirimkan alat berat dan menyiapkan material. Namun, pekerjaan belum bisa dilakukan secara maksimal karena sebagian lahan masih milik masyarakat dan belum dibebaskan. Kami berharap, paling lambat bulan ini seluruh permasalahan lahan dapat diselesaikan,” jelasnya.

Lalu Lintas Jelang Ramadhan
Selain membahas progres fisik, Menteri Dody juga menyoroti aspek manajemen lalu lintas, khususnya menjelang bulan Ramadan dan masa mudik Lebaran. Kementerian PU, kata dia, telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif guna menjaga kelancaran arus kendaraan di sekitar lokasi proyek.
“Kami akan menyiapkan posko, menyebarkan alat berat di kanan dan kiri jalan jika diperlukan, serta melakukan pengaturan lalu lintas, termasuk pembatasan truk-truk besar agar tidak melintas di area ini pada H-7 hingga H+7 Lebaran. Langkah ini penting untuk menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Sebagai informasi, Flyover Sitinjau Lauik dirancang untuk mengatasi permasalahan geometrik jalan yang sangat menantang di jalur Padang–Solok. Proyek ini ditujukan untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas, mengurai kemacetan, serta mengoptimalkan pergerakan logistik pada salah satu koridor strategis di Pulau Sumatera. (CHI)
Baca Juga: Tanah Datar Sumatera Barat Bakal Miliki Sekolah Rakyat





