Home Berita Longsor Putus Akses Tapan-Batas Jambi, 8 Titik Logsor dalam Penanganan

Longsor Putus Akses Tapan-Batas Jambi, 8 Titik Logsor dalam Penanganan

Share

JAKARTA, LINTAS – Jalan nasional ruas Tapan–Batas Jambi di Nagari Jangki Ayam, Kecamatan Ranah Ampek Hulu, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, masih belum dapat dilalui kendaraan akibat longsor dan amblasnya badan jalan.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menangani delapan titik terdampak setelah hujan berintensitas tinggi pada 9–10 Oktober 2026.

Hingga Senin (12/10/2026), empat titik telah selesai dibersihkan, sedangkan empat titik lainnya masih dalam penanganan.

Pekerjaan dilakukan untuk membersihkan material longsor dan memulihkan akses jalan nasional yang terganggu akibat luapan Sungai Tapan serta kerusakan badan jalan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemulihan konektivitas jalan menjadi prioritas dalam penanganan darurat bencana, terutama untuk mengurangi risiko keterisolasian wilayah dan menjaga mobilitas masyarakat.

“Kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami,” kata Dody dikutip Selasa (13/10/2026).

Penanganan dilakukan melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat dengan mengerahkan dua unit excavator dan dua unit wheel loader.

Alat berat tersebut digunakan untuk membersihkan material longsoran yang menutupi badan jalan serta mendukung pekerjaan di sejumlah titik terdampak.

Petugas juga memasang rambu-rambu peringatan dan garis pembatas (police line) di sekitar lokasi untuk mengantisipasi risiko keselamatan pengguna jalan.

Curah Hujan Hambat Penanganan

Satgas BPJN Sumatera Barat bersama pihak terkait masih melanjutkan pembersihan material longsor dan penanganan badan jalan yang amblas.

Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi medan, curah hujan, stabilitas lereng, dan keselamatan petugas.

Curah hujan yang masih tinggi di sekitar lokasi menjadi salah satu kendala. Kondisi tersebut meningkatkan risiko pergerakan tanah susulan sehingga petugas harus memperhatikan keamanan sebelum melanjutkan pekerjaan di setiap titik.

Selama proses penanganan berlangsung, pengguna jalan diimbau menunda perjalanan melalui ruas Tapan–Batas Jambi hingga akses dinyatakan aman dan dibuka kembali. (CHI)

Oleh:

Share