Sumber informasi tepercaya seputar infrastruktur,
transportasi, dan berita aktual lainnya.
13 June 2024
Home Berita Kementerian PUPR Berkomitmen Wujudkan Konstruksi Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Kementerian PUPR Berkomitmen Wujudkan Konstruksi Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Share

Jakarta, Lintas – Pemerintah Indonesia berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca. Besarannya, 29 persen dengan menggunakan seluruh sumber daya sendiri atau 41 persen dengan dukungan kerja sama internasional. Dalam mewujudkan sasaran itu, sektor konstruksi memainkan peranan penting. Sebab, emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari aktivitas konstruksi cukup signifikan.

Demikian Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono melalui Plt Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko, Rabu (15/3/2023). Sustainable Infrastructure Forum mengangkat tema “Komitmen Bersama untuk Pengurangan Emisi Karbon dan Strategi Pembiayaan Infrastruktur Berkelanjutan”. Forum ini diselenggarakan oleh Kementerian PUPR bekerja sama dengan Indonesia Water Institute, di Auditorium Kementerian PUPR, Rabu (15/3/2023).

“Kita berkomitmen mengurangi emisi karbon melalui penerapan konstruksi berkelanjutan dan pengembangan infrastruktur hijau. Natural system dan engineered solution kita sinergikan,” kata Menteri Basuki.

Jarot mengatakan, implementasi konstruksi berkelanjutan dapat dilakukan dengan mengutamakan produk lokal, unggulan, dan ramah lingkungan. Sebagai langkah konkret, diterbitkan Instruksi Menteri PUPR Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penggunaan Non-Ordinary Portland Cement (Non-OPC) pada Pekerjaan Konstruksi. Sebab, penggunaan semen Non-OPC dapat berkontribusi dalam penurunan emisi karbon serta meningkatan akurasi spesifikasi material semen sesuai peruntukan pekerjaan konstruksi.

Penurunan Emisi Karbon

Saat ini, kata Jarot, Kementerian PUPR mendapat tugas membangun infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN) mengusung konsep Smart Forest City. Dalam membangun IKN, Kementerian PUPR juga memanfaatkan inovasi teknologi yang mendukung upaya penurunan emisi karbon dan zero waste.

“Upaya penurunan emisi karbon dan zero waste tersebut meliputi Integrated Urban Water Management (IUWM) dengan mengelola sistem tata air perkotaan. Sistem itu terkait penyelenggaraan penyediaan air minum, daur ulang grey water, serta sistem pemanenan air hujan, yang dipantau menggunakan aplikasi. Waste Management Flow dengan mengelola sampah dan limbah menggunakan konsep pengelolaan sampah berbasis 3R (reduce, reuse, recycle),” jelas Jarot.

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Muhammed Ali Berawi, yang hadir sebagai narasumber, mengatakan, pembangunan IKN memberikan opportunity bagi teknologi konstruksi berkelanjutan di Indonesia.

“Pembangunan IKN merupakan momentum penting dalam konstruksi. Kita akan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, sumber daya alam dan resource lokal. Dengan begitu, IKN akan benar-benar menjadi kota yang green, smart, inclusive, resilient, dan sustainable,” jelas Ali.

Kolaborasi Pentahelix

Terakhir, Jarot menegaskan kembali, kunci penyelenggaraan konstruksi berkelanjutan adalah Kolaborasi Pentahelix antar pemangku kepentingan yang terdiri dari pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan media.

“Untuk itu, kita perlu bekerja keras dan bekerja sama menyukseskan agenda besar ini. Kita menyosialisasikan, mengembangkan, dan menyinergikan pemakaian material konstruksi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tandas Jarot.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Jenderal Perumahan Iwan Suprijanto, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Herry Trisaputra Zuna, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, serta Staf Ahli Menteri Bidang PUPR Bidang Sumber Daya Air Firdaus Ali. (*/HRZ)

Baca Juga:

Oleh:

Share

Leave a Comment

Copyright © 2023, PT Lintas Media Infrastruktur. All rights reserved.