Home Berita Kementerian PU Percepat Pemulihan Akses Banjir Bandang di Pemalang dan Purbalingga

Kementerian PU Percepat Pemulihan Akses Banjir Bandang di Pemalang dan Purbalingga

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani kerusakan akses jalan dan jembatan akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Upaya percepatan pemulihan dilakukan guna memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga serta aktivitas masyarakat dapat segera kembali berjalan normal.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa pemulihan akses dasar menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana. Menurutnya, keterhubungan wilayah merupakan faktor krusial dalam mendukung aktivitas sosial, ekonomi, hingga distribusi bantuan darurat.

“Konektivitas adalah urat nadi aktivitas sosial dan ekonomi. Dalam kondisi bencana, yang paling utama adalah memastikan akses tetap terbuka agar penanganan darurat, distribusi bantuan, dan mobilitas warga dapat berjalan. Kementerian PU hadir untuk memastikan konektivitas itu segera pulih,” ujar Dody.

Banjir bandang terjadi pada Jumat malam (23/1/2026) akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah barat Kabupaten Pemalang dan lereng timur Gunung Slamet sejak siang hari.

Kerusakan Infrastruktur

Luapan Sungai Comal dan Sungai Blambangan mengakibatkan kerusakan serius pada infrastruktur, terutama jembatan dan ruas jalan yang menjadi jalur utama mobilitas warga serta distribusi logistik.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta segera memobilisasi personel, alat berat, serta material jembatan darurat ke lokasi terdampak sejak hari pertama menerima laporan.

Untuk Kabupaten Pemalang, peralatan yang telah dikerahkan antara lain 1 unit excavator PC55, 1 unit wheel loader, 1 unit crane flatbed, 1 unit crane towing, 3 unit dump truck, 1 set jembatan darurat bentang 30 meter, serta 8 lembar armco.

Pemasangan Jembatan Darurat

Penanganan difokuskan pada pemasangan jembatan darurat dan pembukaan akses sementara agar konektivitas antardesa dapat segera tersambung kembali.

“Kami bersama Kepala Dinas PU Pemalang telah melakukan pengecekan langsung di lokasi. Dari Kementerian PU melalui BBPJN Jateng–DIY turut membantu dengan mendatangkan 1 excavator, 1 wheel loader, dan 2 dump truck. Selain itu, kami menyiapkan Jembatan Bailey yang akan dipasang di dua atau tiga lokasi agar akses tanggap darurat bisa segera berfungsi. Langkah-langkah lanjutan akan kami detailkan kembali,” kata Kepala BBPJN Jawa Tengah–DI Yogyakarta, Moch. Iqbal Tamher.

Berdasarkan hasil pendataan, tercatat sebanyak 25 jembatan terdampak di Kabupaten Pemalang, dengan 13 jembatan terputus total. Tiga di antaranya merupakan jembatan milik Pemerintah Kabupaten Pemalang yang menjadi akses utama bagi mobilitas dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Pemulihan Akses Jalan

Jembatan terdampak meliputi Jembatan Walim dan Jembatan Beser di Desa Gunungsari, Jembatan Sungai Reas di Desa Jurangmangu, 11 jembatan terputus di Desa Penakir, serta sejumlah jembatan rusak di Desa Ceklatakan, Batursari, Karangsari, Nyalambeng, dan Pulosari.

Sementara itu, untuk mendukung pemulihan akses jalan akibat banjir dan longsor di Kabupaten Purbalingga, Kementerian PU melalui BBPJN Jateng–DIY juga telah mengerahkan 1 unit buldozer D65 dan 2 unit dump truck yang sudah berada di lokasi. Tambahan 1 unit buldozer D65 dan 1 unit excavator PC200 dijadwalkan tiba untuk mempercepat pembukaan dan pembersihan jalur terdampak.

Pemerintah Kabupaten Purbalingga sendiri telah menetapkan status Tanggap Bencana pada sejumlah wilayah terdampak, yakni tiga dusun di Kecamatan Karangreja (Dusun Blambangan Desa Kutabawa, Dusun Gunung Malang, dan Dusun Kaliurip Desa Serang), serta Dusun Sangkanayu di Kecamatan Mrebet.

“Kami telah berkoordinasi dengan Pemda melalui DPUPR Kabupaten Purbalingga. Alat berat berupa dua buldozer dan dua dump truck segera dimobilisasi, dan besok excavator PC200 akan kami kirimkan untuk menangani banjir dan longsor di wilayah ini. Koordinasi dengan pemerintah daerah akan terus kami lakukan sesuai kebutuhan di lapangan,” tutur Iqbal. (CHI)

Baca Juga: Gubernur Banten Minta Jalur KA Rangkasbitung–Pandeglang–Labuan Diaktifkan Lagi

Oleh:

Share