JAKARTA, LINTAS – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan total pengguna mencapai 309 juta penumpang. Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan layanan kereta komuter di berbagai wilayah operasional, khususnya Bandung dan Yogyakarta, yang mencatat kenaikan penumpang tertinggi dibandingkan wilayah lain.
Direktur Utama KCI Mochamad Purnomosidi menyampaikan hal tersebut dalam pemaparan kinerja KCI di Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026). Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi erat dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai regulator sekaligus pemilik prasarana perkeretaapian.
“KCI sebagai Badan Usaha Penyelenggara Perkeretaapian fokus pada pengelolaan sarana. Sementara prasarana berada di Kementerian Perhubungan. Karena itu, kolaborasi terus kami lakukan untuk meningkatkan keandalan dan kapasitas layanan,” ujar Purnomosidi.

Jangkauan Layanan Makin Luas
Sepanjang 2025, KCI mengoperasikan layanan komuter di berbagai wilayah, mulai dari Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta–Solo, Merak–Rangkasbitung, hingga kawasan Surabaya dan sekitarnya. Total terdapat sekitar 170–180 stasiun yang dikelola KCI di seluruh Indonesia.
Di wilayah Bandung, layanan komuter mencakup rute Walahar, Jatiluhur, Bandung Raya, hingga Garut dengan total 28 stasiun. Sementara di Yogyakarta dan Solo, KCI melayani rute Yogyakarta–Palur serta Yogyakarta–Kutoarjo dengan kombinasi rangkaian listrik dan kereta nonlistrik.
Adapun di wilayah Surabaya, KCI mengelola layanan komuter dengan cakupan 63 stasiun, melayani rute Penataran, Dhoho, Blorasura, Supas, hingga Jenggala. Bahkan mulai 1 Maret 2026, rute Surabaya–Pasuruan (Supas) akan diperpanjang hingga Probolinggo.
Lonjakan Penumpang Signifikan
Purnomosidi memaparkan, dibandingkan tahun 2024, jumlah penumpang KCI pada 2025 meningkat 7,08 persen. Wilayah Bandung mencatat kenaikan tertinggi sebesar 15,89 persen, disusul Yogyakarta yang naik 13,46 persen.
Baca Juga: Jelang Lebaran 2026, Tol Yogyakarta–Bawen dan Solo–Yogyakarta Siap Dibuka
“Rata-rata setiap hari hampir 1 juta penumpang kami layani di hari kerja, dan sekitar 921 ribu penumpang pada akhir pekan,” ungkapnya.
Untuk wilayah Jabodetabek, rekor tertinggi jumlah penumpang harian terjadi pada Selasa, 1 Juli 2025, dengan total mencapai lebih dari 1,1 juta penumpang dalam satu hari.
Ketepatan Waktu
Dari sisi kinerja operasional, KCI mencatat On Time Performance (OTP) yang sangat tinggi. Sepanjang 2025, ketepatan waktu keberangkatan mencapai 99,3 persen, sementara ketepatan waktu kedatangan berada di angka 98,8 persen.
“Penurunan kecil pada ketepatan kedatangan umumnya disebabkan faktor eksternal seperti gangguan prasarana, cuaca ekstrem, atau bencana alam,” jelas Purnomosidi.
Dalam sehari, KCI mengoperasikan lebih dari 1.000 perjalanan KRL Jabodetabek, ditambah puluhan perjalanan komuter di wilayah Bandung, Yogyakarta, Merak, dan Surabaya.
Penguatan Armada dan Layanan
Sepanjang 2025, KCI juga mulai mengoperasikan sejumlah armada baru, di antaranya 11 rangkaian CLI-125 produksi China dan 4 rangkaian CLI-225 produksi PT INKA. Selain itu, KCI mengoperasikan kereta khusus petani dan pedagang di lintas Merak–Rangkasbitung untuk mendukung mobilitas ekonomi masyarakat.
“Kehadiran kereta-kereta baru ini diharapkan dapat meningkatkan performa layanan sekaligus kenyamanan pengguna,” kata Purnomosidi.

Tak hanya itu, KCI juga melakukan berbagai peningkatan fasilitas, seperti pembangunan peron baru di Yogyakarta, peluncuran kartu disabilitas, penambahan fasilitas ramah difabel di stasiun, penyempurnaan wayfinding, serta peningkatan layanan informasi publik.
Target 2026
Memasuki tahun 2026, KCI menargetkan jumlah penumpang komuter Jabodetabek mencapai 352 juta penumpang. Secara keseluruhan, KCI menargetkan pertumbuhan pengguna sekitar 1,27 persen dibandingkan realisasi 2025.
“Kami optimistis target 2026 dapat tercapai seiring peningkatan layanan, penguatan armada, dan kolaborasi berkelanjutan dengan Kementerian Perhubungan,” tutur Purnomosidi. (CHI)
Baca Juga: KCI Targetkan Pengadaan 30 Trainset Baru hingga 2027, Fokus Ganti Kereta Tua





